JAKARTA, KalderaNews.com – Hadiah Nobel, yang diakui secara luas sebagai salah satu penghargaan paling prestisius di dunia, setiap tahunnya menjadi sorotan global.
Tetapi, di balik kemegahan penganugerahannya, tersimpan sejarah unik.
Ia berawal dari wasiat seorang ilmuwan, insinyur, dan pengusaha Swedia, Alfred Bernhard Nobel, sang penemu dinamit.
BACA JUGA:
- Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran 2025: Ungkap “Satpam” Sistem Kekebalan Tubuh
- Biografi Alfred Nobel, Teryata Ia Homeschooling Sejak Kecil
Penghargaan yang diberikan untuk menghormati kontribusi bagi kemanusiaan dalam berbagai bidang ini pertama kali dianugerahkan pada 1901, lima tahun setelah kematian Alfred Nobel.
Dinamit ke kemanusiaan
Ide di balik Hadiah Nobel bermula dari keinginan Alfred Nobel untuk meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi umat manusia.
Nobel, yang lahir pada tahun 1833, berhasil mengakumulasi kekayaan yang besar dari 355 hak paten yang ia miliki, yang paling terkenal adalah penemuan dinamit pada tahun 1867.
Dinamit, campuran stabil dari nitrogliserin, merevolusi industri konstruksi dan pertambangan, tetapi juga secara cepat diadopsi untuk keperluan militer.
Menjelang akhir hidupnya, Nobel tampaknya tersentuh oleh gambaran dirinya di mata publik, seorang “pedagang kematian” karena penemuannya.
Wasiat Nobel
Pada 27 November 1895, ia menandatangani surat wasiat terakhirnya di Paris.
Di dalam wasiat tersebut, ia menyatakan bahwa sebagian besar kekayaannya harus digunakan untuk mendirikan sebuah yayasan.
Dana ini kemudian diinvestasikan, dan bunga dari investasi tersebut akan diberikan sebagai hadiah tahunan kepada mereka yang, pada tahun sebelumnya, telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia.
Hadiah Nobel awal ditetapkan dalam lima kategori, yaitu Fisika, Kimia, Fisiologi atau Kedokteran, Sastra, dan Perdamaian.
Yayasan Nobel (Nobel Foundation) pun dibentuk untuk mengelola aset dan mengorganisir proses penghargaan. Hadiah pertama diberikan pada tahun 1901.
Pada tahun 1968, Bank Swedia (Sveriges Riksbank) menambah kategori keenam: Penghargaan Ilmu Ekonomi untuk Mengenang Alfred Nobel.
Walaupun tidak didirikan berdasarkan wasiat Nobel, penghargaan ini identik dan diserahkan bersama Hadiah Nobel lainnya.
Setiap tahun, penerima penghargaan (atau laureate) diumumkan pada bulan Oktober dan upacara penganugerahan dilangsungkan pada 10 Desember, tanggal wafatnya Alfred Nobel.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply