NAB Rendah vs NAB Tinggi: Mana yang Lebih Cuan? Jangan Salah Pilih!

Tips memilih reksa dana
Investasi reksa dana (EduFulus/Ist)
Sharing for Empowerment

Bingung pilih NAB rendah atau tinggi di reksa dana? Simak penjelasan kenapa harga murah nggak jamin cuan buat investasi kamu!

The Path To Financial Freedom, EduFulus – Bagi kamu yang baru mulai melirik reksa dana, pasti sering melihat angka yang berbeda-beda pada kolom NAB (Nilai Aktiva Bersih). Ada produk yang harganya masih Rp1.000, ada juga yang sudah menyentuh Rp5.000 per unit.

Banyak pemula mengira bahwa membeli reksa dana dengan NAB rendah itu lebih “murah” dan menguntungkan karena bisa dapat jumlah unit lebih banyak—mirip seperti fenomena berburu saham receh.

SIMAK JUGA: Portofolio Reksa Dana Turun di Hari Libur? Jangan Panik, Ini Sebabnya!

Namun, benarkah demikian? Mari kita bedah faktanya agar kamu tidak terjebak psikologi harga.

1. NAB Rendah Bukan Berarti “Murah”

Dalam dunia reksa dana, NAB rendah biasanya hanya menunjukkan dua hal: produk tersebut masih baru diluncurkan (biasanya dimulai dari harga Rp1.000) atau kinerjanya memang sedang menurun.

Sebaliknya, NAB tinggi menunjukkan produk tersebut sudah lama beroperasi dan nilainya terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Jadi, angka NAB bukanlah indikator “mahal” atau “murah” seperti saat kamu membeli barang di pasar.

2. Kenapa Jumlah Unit Banyak Tidak Menjamin Cuan?

Ini adalah poin yang paling sering disalahpahami. Kamu mungkin berpikir, “Kalau saya beli yang harga Rp1.000, saya dapat unit lebih banyak, jadi pasti lebih untung.”

Faktanya, NAB rendah atau tinggi tidak berpengaruh pada potensi keuntungan kamu. Yang menentukan cuan adalah persentase kenaikan harga NAB tersebut, bukan seberapa banyak unit yang kamu miliki.

3. Simulasi Matematika: Hasilnya Sama!

Ayo kita buat perbandingan agar kamu lebih mudah memahaminya. Bayangkan kamu punya uang Rp1.000.000 dan ingin berinvestasi:

  • Opsi A (NAB Rp1.000): Kamu mendapatkan 1.000 unit. Jika harga naik 10% menjadi Rp1.100, nilai investasi kamu menjadi Rp1.100.000.
  • Opsi B (NAB Rp5.000): Kamu mendapatkan 200 unit. Jika harga naik 10% menjadi Rp5.500, nilai investasi kamu juga menjadi Rp1.100.000.

Lihat? Meskipun jumlah unitnya berbeda jauh, hasil akhirnya tetap sama karena persentase kenaikannya sama-sama 10%.

4. Jangan Terjebak Psikologi “Harga Murah”

Jangan sampai kamu melewatkan reksa dana dengan performa bagus hanya karena harganya sudah mencapai Rp3.000 atau Rp5.000.

Memilih reksa dana yang NAB-nya rendah tapi kinerjanya jalan di tempat justru akan merugikan kamu di masa depan.

Fokuslah pada kualitas Manajer Investasi, strategi alokasi aset, dan konsistensi keuntungan produk tersebut dalam jangka panjang, bukan pada nominal harganya.

NAB rendah atau tinggi hanyalah masalah nominal angka per unit saja. Sebagai investor cerdas, kamu harus lebih teliti melihat persentase pertumbuhan asetnya.

Jadi, mulai sekarang berhenti berburu reksa dana “murah” dan mulailah berburu reksa dana yang berkualitas!

SIMAK JUGA: Kemana Uang Kamu Jika APERD Bangkrut? Ini Jawaban Jujurnya!

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*