Final LCC 4 Pilar MPR hendak diulang, SMAN 1 Pontianak pilih mundur. Simak kronologi dan alasan lengkapnya di sini!
PONTIANAK, KalderaNews.com – Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus menjadi perhatian publik.
Setelah viral di media sosial akibat perbedaan penilaian juri terhadap jawaban peserta yang dinilai memiliki substansi serupa, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI akhirnya memutuskan untuk mengulang babak final lomba tersebut.
Menanggapi polemik yang berkembang, Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
MPR juga mengambil langkah evaluasi dengan menonaktifkan pembawa acara dan dua juri yang merupakan pejabat MPR.
BACA JUGA:
- Cara Daftar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI, Ini Tahapannya
- Inilah Profil Lengkap 2 Juri LCC Empat Pilar MPR RI yang Bikin Geram Netizen
- Profil Shindy Luthfiana, MC LCC Kalbar yang Viral Jadi Sorotan Publik
Ketua MPR RI Ahmad Muzani ingin final LCC Kalbar diulang
Selanjutnya, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengumumkan bahwa final LCC 4 Pilar Kalbar akan diulang dengan pengawasan langsung dari pimpinan MPR serta melibatkan juri independen.
“Dalam kasus Kalimantan Barat, kami mengucapkan terima kasih dan kami semuanya memahami ada kekurangan, ada keterbatasan, ada kekhilafan dalam penyelenggaraan itu. Karena itu, tadi pimpinan setelah mendengarkan itu, mengambil keputusan beberapa hal,” ujar Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
“Satu, Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final, akan kita lakukan ulang. Pada waktu yang akan segera diputuskan secepat-cepatnya,” kata Muzani.
“Yang kedua, juri yang akan menjuri dalam Lomba Cerdas Cermat tersebut adalah juri independen,” imbuhnya.
Muzani juga mengapresiasi peserta yang menyampaikan protes atas hasil lomba karena dianggap sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya. Dan kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka, untuk melatih menjadi contoh demokrasi yang baik,” jelasnya.
Selain itu, MPR memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan.
“Dan yang kelima, kami akan terus melakukan evaluasi terhadap penyempurnaan kegiatan-kegiatan MPR yang hari ini terus kita dengarkan pandangan dari masyarakat dengan berbagai macam media yang kita dengar,” ucap Muzani.
SMAN 1 Pontianak pilih mundur jika final LCC Empat Pilar diulang
Namun, di tengah keputusan pengulangan final tersebut, SMAN 1 Pontianak justru memutuskan untuk tidak ikut serta dalam final ulang LCC 4 Pilar.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” demikian pernyataan SMAN 1 Pontianak dalam akun Instagram resminya, @smansaptk.informasi, Kamis (14/5/2026).
Dalam pernyataan sikap resminya, SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang mereka lakukan sejak awal semata-mata bertujuan memperoleh klarifikasi demi terciptanya mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
Sekolah tersebut juga menekankan bahwa protes yang dilakukan bukan untuk menyerang lembaga maupun individu tertentu. Berikut isi pernyataan sikap SMA 1 Pontianak:
PERNYATAAN SIKAP
Sehubungan dengan dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, serta telah disampaikannya permohonan maaf dan komitmen perbaikan menyeluruh dari Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), dengan ini SMAN 1 Pontianak menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:
1. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel.
2. SMAN 1 Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian, dukungan, serta kepedulian berbagai pihak dalam menyikapi kondisi ini.
3. SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
4. Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan.
5. SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.
6. SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI.
7. SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
8. SMAN 1 Pontianak memohon dukungan dari seluruh pihak ke depan, dalam upaya menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua.
“Demikian pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen kami terhadap dunia pendidikan yang berintegritas. Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027.”
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply