Pasca rebalancing MSCI dan FTSE Russell, BEI undang emiten potensial demi genjot transparansi dan likuiditas pasar modal.
The Path To Financial Freedom, EduFulus – Gelombang evaluasi berkala (rebalancing) yang dilakukan oleh penyedia indeks global terkemuka, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell, sempat memberikan tekanan jangka pendek pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tercatat, sebanyak 18 saham Indonesia didepak dari indeks MSCI dan empat saham keluar dari indeks FTSE Russell.
Namun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kondisi ini bukanlah sebuah kemunduran, melainkan bagian kecil dari transformasi besar menuju pasar modal yang lebih transparan dan kredibel.
SIMAK JUGA: Banyak Didikte? BEI Bakal Sambangi Indeks Global Lagi
Guna memulihkan posisi saham-saham Indonesia di panggung internasional, BEI bergerak cepat dengan menyusun strategi taktis untuk merangkul emiten-emiten potensial tanah air.
BEI Siap Undang Diskusi Emiten Pilihan
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa bursa akan segera mengundang sejumlah emiten potensial untuk berdiskusi secara mendalam. Fokus utama dari diskusi ini adalah mematangkan strategi penghitungan bobot indeks (index weighting) agar sesuai dengan standar ketat yang ditetapkan oleh para global index provider.
“Kami setelah ini akan melihat perusahaan-perusahaan tercatat yang potensial untuk bisa masuk indeks global. Kami akan ajak berdiskusi bagaimana kita bisa sama-sama untuk menambah jumlah perusahaan kita masuk ke dalam indeks global,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta.
Meskipun belum merilis daftar nama emiten yang akan diundang, Jeffrey membeberkan kriteria utama yang menjadi acuan bursa dalam menyaring perusahaan eligible, di antaranya:
- Kapitalisasi Pasar (Market Cap): Memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar dan stabil.
- Likuiditas Saham: Memiliki volume perdagangan harian yang aktif dan memadai bagi investor institusi.
- Kepatuhan Regulasi: Mengikuti ketentuan keterbukaan informasi publik dan tata kelola yang baik.
OJK Sebut Sejumlah Saham Sebenarnya Layak “Naik Kelas”
Senada dengan optimisme bursa, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengungkapkan fakta menarik.
Menurut pantauan OJK, beberapa saham lokal yang terdepak sebenarnya memiliki performa fundamental yang sangat baik, bahkan berpotensi untuk naik level ke standar indeks global yang lebih tinggi.
Hanya saja, proses masuknya emiten baru tersebut saat ini tertahan karena MSCI tengah membekukan sementara penambahan saham Indonesia dalam konstituen mereka pada pengumuman pertengahan Mei lalu.
Daftar Saham yang Keluar dari Indeks Global
Sebagai catatan bagi para pelaku pasar, berikut adalah daftar emiten yang terdampak sentimen rebalancing kali ini:
1. Dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Indexes (13 Saham)
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
- PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
- PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
- PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
- PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
- PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
2. Dikeluarkan dari FTSE Russell (4 Saham)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ)
- PT Hillcon Tbk (HILL)
- PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA)
Pandangan untuk Investor Jangka Panjang
Meskipun saham-saham seperti TPIA, DSSA, dan komoditas lainnya sempat terpukul akibat sentimen ini, BEI mengingatkan para investor untuk tetap melihat prospek secara objektif.
Reformasi yang dilakukan bursa saat ini sengaja dirancang untuk menciptakan stabilitas pasar yang berkelanjutan.
“Apa yang kita lakukan selama ini tentu adalah untuk kebaikan jangka menengah dan jangka panjang dari pasar modal kita. Jadi tentu investor yang horizonnya hakikat berinvestasi di pasar modal itu adalah jangka panjang tentu akan melihat ini sebagai sesuatu yang positif,” tutup Jeffrey.
SIMAK JUGA: FTSE Russell Depak 4 Saham RI dari Indeks Global, Ini Alasannya
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika ada yang tertarik menjalin kerjasama dengan di konten EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply