Di tengah kemarau panjang, BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah pada 5 Agustus 2026.
JAKARTA, KalderaNews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca yang kontras pada Rabu (5/8/2026).
BACA JUGA:
- BRIN Singkap Penyebab Hujan Ekstrem dan Banjir Pantura Jateng
- Aneh Tapi Nyata! BMKG Sebut Hujan Lebat Bakal Guyur Musim Kemarau
- Kamu Perlu Tahu! Katanya Musim Kemarau, Tapi Kok Masih Hujan, Ini Penjelasan BMKG!
Di tengah dominasi musim kemarau kering, sejumlah wilayah di Indonesia justru diprakirakan masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang.
Dominasi Musim Kemarau dan Hari Tanpa Hujan Panjang
Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 yang dirilis BMKG, kondisi kering diprakirakan akan terus meluas seiring memasuki awal Agustus 2026.
- HTH Sangat Panjang (31–60 hari): Tercatat terjadi di 1.657 titik pengamatan.
- HTH Ekstrem Panjang (>60 hari): Terdeteksi di 306 titik pengamatan.
- Sebaran Wilayah Kering: Wilayah dengan durasi tanpa hujan terpanjang terutama terkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, serta sebagian wilayah Sulawesi.
Kendati demikian, fenomena atmosfer dinamis masih memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal. Catatan BMKG menunjukkan pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, curah hujan lebat sempat mengguyur Aceh (164,3 mm/hari), Sumatera Utara (144 mm/hari), Sumatera Barat (102,5 mm/hari), Kepulauan Riau (97 mm/hari), hingga Kalimantan Utara (59 mm/hari).
Analisis Dinamika Atmosfer Pemicu Cuaca
Peluang hujan lebat serta angin kencang di tengah musim kemarau ini dipicu oleh sejumlah aktivitas fenomena atmosfer, di antaranya:
- Gelombang Kelvin & Rossby Ekuatorial: Aktivitas gelombang atmosfer ini bersama anomali OLR negatif mengindikasikan peningkatan tutupan awan, khususnya di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
- Sirkulasi Siklonik & Konvergensi: Terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Bengkulu yang membentuk daerah konvergensi dan konfluensi, membentang dari Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Bengkulu.
- Peningkatan Kecepatan Angin: Kecepatan angin permukaan diprakirakan mencapai lebih dari 25 knot di sejumlah perairan, berpotensi memicu gelombang tinggi bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
Daftar Wilayah Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang (5 Agustus 2026)
Berdasarkan prakiraan resmi BMKG, berikut adalah rincian wilayah yang perlu siaga terhadap potensi cuaca ekstrem:
1. Wilayah Berpotensi Hujan Sedang hingga Lebat:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Jawa Barat
- Kalimantan Utara
- Papua Tengah
- Papua Pegunongan
- Papua
2. Wilayah Berpotensi Angin Kencang:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Selatan
- Maluku Utara
- Maluku
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua Selatan
Imbauan Resmi BMKG: Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
Mengingat kombinasi antara cuaca panas ekstrem dan potensi angin kencang, BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah mitigasi konkret:
- Kesehatan Pribadi: Gunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta jaga kecukupan cairan tubuh guna menghindari risiko dehidrasi dan kelelahan.
- Efisiensi Air: Mengingat curah hujan yang minim di banyak tempat, masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih sehari-hari.
- Kewaspadaan Karhutla: Durasi tanpa hujan yang panjang membuat lahan dan vegetasi sangat rentan terbakar. Masyarakat dilarang keras membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, khususnya di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan. Segera laporkan kepada petugas apabila menemukan titik api (hotspot).
- Mitigasi Cuaca Ekstrem: Tetap waspada terhadap dampak ikutan dari hujan lebat singkat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply