
Kisah Luvidi Pranawa Alghari, siswa SMAS Pribadi Beji yang sukses raih medali emas IOAI 2026 di Kazakhstan. Simak selengkapnya!
JAKARTA, KalderaNews.com – Prestasi tidak pernah lahir secara instan. Ia merupakan hasil dari ketekunan yang dipupuk sejak dini, keberanian mengambil peluang, dan ekosistem pembinaan yang tepat.
Sosok Luvidi Pranawa Alghari, siswa kelas 11 SMAS Pribadi Beji, Depok, Jawa Barat, menjadi salah satu bukti nyata bagaimana proses panjang mampu mengantarkan seorang talenta muda Indonesia bersinar di panggung dunia.
BACA JUGA:
- Sosok Muhammad Ihsan dari MAN IC Serpong Pemborong 3 Medali IESO Italia
- Sosok Konten Kreator Meicy Villia, Rugi Rp3 Miliar Ditipu Karyawannya
- Sosok Mahasiswa Termuda UNY Qolby, Lolos Usia 16 Tahun
Terbaru, Luvidi berhasil menyabet medali emas pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2026 yang berlangsung di Astana, Kazakhstan. Pencapaian ini sekaligus melengkapi torehan medali perak yang pernah diraihnya pada IOAI 2025 di Beijing, Tiongkok.
Rekam Jejak Prestasi: Bertahap dan Konsisten
Perjalanan Luvidi di dunia kompetisi sains dan teknologi berawal dari kegemarannya terhadap matematika dan pemrograman sejak sekolah dasar. Minat mendasar ini mengantarkannya melangkah secara konsisten dari ajang nasional hingga internasional.
| Tahun | Ajang Kompetisi | Tingkat / Cabang | Raihan Prestasi |
| 2023 | OSN Jenjang Dikdas | Nasional / Matematika (SMP) | Medali Perak |
| 2024 | OSN Jenjang Dikmen | Nasional / Informatika | Medali Emas |
| 2025 | IOAI (Beijing, Tiongkok) | Internasional / Kecerdasan Artifisial | Medali Perak |
| 2026 | IOAI (Astana, Kazakhstan) | Internasional / Kecerdasan Artifisial | Medali Emas |
Menghadapi Tantangan Latihan AI dan Strategi Belajar
Transisi dari pemrograman umum ke ranah Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan tersendiri bagi Luvidi. Salah satu kendala utama yang dihadapinya adalah masih terbatasnya bank soal atau materi latihan olimpiade AI dibandingkan dengan cabang olimpiade sains klasik lainnya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Luvidi membagikan dua kunci utamanya:
- Konsistensi Belajar Mandiri: Membangun kebiasaan belajar secara rutin setiap hari atau memanfaatkan setiap waktu luang secara produktif.
- Komunitas Global: Aktif berjejaring dan bergabung dalam komunitas olimpiade kecerdasan artifisial lintas negara untuk saling berbagi materi, diskusi soal, dan memperluas sudut pandang.
“Karena awalnya saya tertarik pada matematika dan pemrograman, jadi saya mencoba ikut seleksi IOAI. Di sana, saya belajar lebih banyak tentang kecerdasan artifisial dan saya tertarik. Usahakan rutin belajar hampir setiap hari atau saat ada waktu luang,” ujar Luvidi.
Peran Ekosistem Pembinaan dan Dukungan Sosial
Capaian Luvidi tidak terlepas dari kolaborasi ekosistem pendidikan yang solid. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen hadir memfasilitasi pembinaan intensif (Pelatnas) bagi para pemenang ajang talenta nasional untuk berlaga di tingkat internasional.
Dalam proses pembinaan tersebut, Luvidi tidak hanya ditempa oleh para ahli di bidang AI, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berinteraksi dengan sesama talenta terbaik dari seluruh Indonesia.
Dukungan penuh dari keluarga, guru, dan sekolah SMAS Pribadi Beji turut menjadi pilar penting dalam setiap tahapan yang dilaluinya.
Puspresnas Kemendikdasmen menegaskan bahwa kompetisi nasional seperti OSN, OPSI, FIKSI, LKS, O2SN, GSI, dan FLS3N hanyalah pintu masuk awal.
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa pencapaian murid di ajang nasional harus ditindaklanjuti dengan pembinaan berkelanjutan agar potensinya tereksplorasi secara maksimal.
Hingga September 2026, delegasi Indonesia hasil pembinaan Puspresnas di 14 ajang internasional telah mengumpulkan 40 penghargaan dunia, termasuk 6 medali emas, 12 perak, 18 perunggu, 1 honorable mention, dan 3 penghargaan khusus.
Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
Kisah Luvidi Pranawa Alghari memperlihatkan bahwa keberhasilan di tingkat internasional adalah akumulasi dari proses eksplorasi minat, ketahanan dalam belajar, dan pemanfaatan peluang yang ada.
“Isi waktu dengan kegiatan positif dan jangan mudah menyerah,” tutup Luvidi memberi pesan semangat bagi seluruh Sobat Prestasi di tanah air.


Leave a Reply