Catatumbo, Petir Abadi yang Suka “Main” Keroyokan




Petir Catatumbo di Venezuela
Petir Catatumbo muncul keroyokan alias bertubi-tubi menghujani Danau Maracaibo di Venezuela (KalderaNews/Ist)

JAKARTA, KalderaNews.com – Satu petir saja bagi sebagian orang sudah cukup menyeramkan. Apalagi jika petir tersebut disertai dengan kilatan cahaya bercabang yang panjang dan disusul suara gemuruh yang menggelegar. Namun, berbeda dengan Petir Catatumbo atau Catatumbo Lightning. Petir ini muncul rata-rata 18 hingga 60 per menit. Saking seringnya jadi terdengar seperti bersahut-sahutan. Serem kan?

Untungnya, Petir Catatumbo hanya terjadi di Venezuela, Amerika Selatan. Nama Catatumbo berasal dari nama Sungai Catatumbo yang bermuara di Danau Maracaibo. Di atas sungai itulah Petir Catatumbo terbentuk.

Secara ilmiah, Petir Catatumbo terbentuk dari awan-awan yang mengandung gas metana. Gas ini berasal dari penguapan bahan-bahan organik yang berjumlah banyak dari rawa yang dilewati oleh Sungai Catatumbo.

BACA:
Apa Sih “Doom Tourism” Itu?
Wow, Ini Dia Makhluk Hidup yang Sudah Ada di Bulan!
Begini Strategi Badan Geologi Pantau Gunungapi Anak Krakatau

Saat mengalami kenaikan, awan gas yang mengalami penurunan tekanan bertabrakan dengan angin kencang dari Teluk Venezuela dan Pegunungan Andes-Perija. Hal ini menyebabkan pertemuan massa udara yang berbeda. Massa udara dingin dari pegunungan dan panas dari teluk.

Kondisi fisiografis sekitar Danau Maracaibo, tempat terjadinya Petir Catatumbo (KalderaNews/Ist)

Awan kumulonimbus pun terbentuk. Meski terlihat lembut dari luar, di dalam awan kekacauan. Dimana tetes air yang lembap bertemu dengan kristal es yang dingin. Hal inilah yang menyebabkan reaksi yang membentuk kilatan petir dan gemuruh atau sering disebut guntur atau guruh.

Ketika petir pertama terbentuk akan memicu petir lainnya untuk menyahut. Begitu seterusnya terjadi karena jumlah awan gas yang sangat banyak. Efeknya seperti keroyokan, menyerang terus bertubi-tubi.

Petir Catatumbo lebih sering terjadi setiap malam saat musim hujan, yaitu April-November. Jumlah petir yang tercatat mencapai 3.600 kilatan per jam. Sedangkan saat musim kering, kilatannya berkurang.

Meskipun jarang yang mencapai permukaan bumi, Petir Catatumbo tetap berbahaya bagi manusia lho ya. Selain itu, Petir Catatumbo juga memiliki manfaat, yaitu memproduksi ozon terbesar di dunia dan juga menghasilkan listrik hingga ribuan ampere. (AC)

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*