Inilah Trio Amerika-Inggris Peraih Nobel Kedokteran 2020

Trio Nobel Kedokteran 2020: Harvey Alter, Charles Rice dan Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran 2020 untuk penemuan terkait virus Hepatitis
Trio Nobel Kedokteran 2020: Harvey Alter, Charles Rice dan Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran 2020 untuk penemuan terkait virus Hepatitis (Claudio Bresciani/TT via AP)

STOCKHOLM, KalderaNews.com – Warga Amerika Harvey J. Alter dan Charles Rice bersama dengan warga Inggris Michael Houghton memenangkan Hadiah Nobel Kedokteran pada Senin ini untuk penemuan terbarunya terkait virus Hepatitis C.

Ketiganya diganjar Nobel atas “kontribusi yang menentukan untuk memerangi hepatitis yang ditularkan melalui darah dan hingga kini masih menjadi masalah kesehatan secara global yang menyebabkan sirosis dan kanker hati pada manusia di seluruh dunia,” kata Komite Nobel seperti dilansir dari AFP.

Komite Nobel menegaskan pekerjaan mereka sejak tahun 1970-an dan 1980-an telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa.

BACA JUGA:

Hingga kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saja memperkirakan ada sekitar 70 juta orang terinfeksi Hepatitis C di seluruh dunia dan ada sekitar 400.000 kematian setiap tahunnya karenanya. Biasanya, Hepatistis C ini ditandai dengan nafsu makan yang buruk, muntah, kelelahan dan penyakit kuning.

Ilmuwan Amerika Baruch Blumberg sebenarnya telah menemukan virus hepatitis B pada tahun 1967 dan menerima Hadiah Nobel tahun 1976 dalam bidang kedokteran, tetapi penemuannya tidak menjelaskan semua kasus hepatitis kronis, penyakit yang menjadi lebih umum dan bahkan pada orang sehat yang telah menerima atau memberikan darah.

Berkat penemuan terbaru dari ketiganya, tes darah yang sangat sensitif untuk virus sekarang tersedia dan ini “pada dasarnya telah menghilangkan hepatitis pasca transfusi di banyak bagian dunia dan sangat meningkatkan kesehatan global,” kata Komite Nobel.

Penemuan mereka memungkinkan perkembangan pesat obat antivirul yang diarahkan pada Hepatitis C.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, penyakit ini kini bisa disembuhkan, meningkatkan harapan pemberantasan virus Hepatitis C untuk penduduk dunia.”.

Ketiganya akan akan mendapatkan hadiah senilai 10 juta kronor Swedia (sekitar $ 1,1 juta, € 950.000, Rp 16,5 miliar), tetapi upacara tatap muka telah dibatalkan tahun ini karena pandemi dan diganti dengan upacara secara virtual yang akan memperlihatkan para pemenang menerima penghargaan di negara asal mereka.

Penghargaan mereka ini diumumkan di tengah perburuan vaksin virus Corona.

“Pandemi adalah krisis besar bagi umat manusia, tetapi ini tetap menggambarkan betapa pentingnya sains,” kata Kepala Yayasan Nobel, Lars Heikensten.

Secara umum juga bisa dimengerti bahwa memang tidak mungkin akan ada Nobel yang diberikan tahun ini yang terkait langsung dengan virus Corona, karena penentuan dan penelitian pemenang Hadiah Nobel biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diverifikasi.

Baik Houghton, Alter, dan Rice sebenarnya sudah biasa menerima penghargaan dari Raja Carl XVI Gustaf pada upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember, saat peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel tahun 1896 yang menciptakan hadiah itu dalam wasiatnya.

Selanjutnya, pengumuman Nobel 2020 akan berlanjut pada Selasa untuk Nobel Fisika dan berikut ini Trio Peraih Nobel Kedokteran 2020:

1). Harvey J. Alter

Alter (85) mengatakan kepada Komite Nobel Foundation bahwa dia sangat terkejut saat menerima telepon pagi hari dari komite. Ia mengaku tidak menanggapi telepon yang masuk hingga dua kali.

“Ketiga kalinya saya terpaksa bangun dengan marah untuk menjawabnya … dan itu dari Stockholm,” katanya, menambahkan bahwa dia “shock”.

“Melihat begitu banyak orang yang sembuh, dan tidak ada yang terkena hepatitis pasca transfusi, itu mengherankan (dan) tidak pernah saya pikirkan akan terjadi,” katanya.

Sebelum pekerjaan ketiganya, penemuan virus Hepatitis A dan B telah menjadi langkah penting ke depan – penemuan Hepatitis B memenangkan Hadiah Nobel Pengobatan pada tahun 1976 – tetapi sebagian besar kasus hepatitis yang ditularkan melalui darah tetap tidak dapat dijelaskan.

Penemuan virus Hepatitis C mengungkapkan penyebab sisa kasus hepatitis kronis, dan “memungkinkan tes darah dan obat-obatan baru yang telah menyelamatkan jutaan nyawa,” kata Komite Nobel.

Alter dinilai sebagai perintis dalam mempelajari hepatitis pada pasien yang telah menerima transfusi darah sehingga bisa menentukan bahwa penyakit itu bukanlah Hepatitis A atau B.

2). Michael Houghton

Houghton mengembangkan karya Alter untuk mengisolasi urutan genetik virus baru.

Pada 2013 Houghton dikabarkan menolak Penghargaan Internasional Gairdner Kanada karena dua kolaborator utamanya yang bekerja dengannya di grup farmasi Chiron Corp. tidak termasuk yang menerima.

“Terobosan datang pada tahun 1989, ketika Michael Houghton dan rekannya yang bekerja di Chiron Corporation menggunakan kombinasi biologi molekuler dan teknik berbasis imunologi untuk mengkloning virus,” kata anggota Komite Nobel seperti dilansir dari AP.

3). Charles Rice (68)

Rice menyelesaikan teka-teki Hepatitis C dengan menggunakan rekayasa genetika untuk membuktikan bahwa itu adalah strain baru saja – Hepatitis C – yang menyebabkan pasien jatuh sakit.

Saat di Universitas Washington di St Louis, Rice mampu menggunakan rekayasa genetika untuk menghasilkan versi virus Hepatitis C dan menunjukkan bahwa virus itu sendiri dapat menyebabkan gejala pada simpanse yang sebanding dengan infeksi pada manusia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*