Inilah Profil Lengkap 39 Finalis Cantik Ajang Puteri Indonesia 2020 – Part 2




Finalis Putri Indonesia 2020
Finalis Putri Indonesia 2020 (KalderaNews/Twitter @Puterindonesia_)

JAKARTA, KalderaNews.com – Finalis Puteri Indonesia 2020 sudah terpilih. Sebanyak 39 perempuan pemenang audisi Road To Puteri Indonesia 2020 yang digelar di kota asal finalis (34 provinsi) akan mengikuti final kontes kecantikan yang memasuki tahun ke-24, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2020.

Para kontestan Puteri Indonesia 2020 datang dari berbagai latar pendidikan dan profesi. Ada yang mengenyam pendidikan mode hingga teknik, ada pula yang bekerja sebagai dokter, model, pengusaha, aktris karyawati dan pilot.

Sebelumnya sudah di part 1 sudah diuraikan 10 finalis, yakni (1) Dianissa Scheherazade (21), Mahasiswi Hub. International, Kalimantan Timur, (2) Ayu Afni Dwisamudra (24), Sarjana Teknik, DKI Jakarta 2, (3) Dinda Amalianingsih (24), Mahasiswi Ilmu Psikologi, DKI Jakarta 3, (4). Angel Virginia Boelan (20), Pramugari, Nusa Tenggara Timur, (5). Ratu Lucky Nitibaskara (25), Dokter, Banten, (6). Putu Ayu Saraswati (22), Sarjana Kedokteran, Bali, (7) Ayu Putri Saraswati (23), Karyawati, Kalimantan Selatan, (8) Louise Kalista Iskandar (21), Mahasiswi Hukum, Sumatera Barat, (9) Jeanatasia Kurnia Sari (25), Dokter Umum, Jawa Barat, (10). Arfa Widi Wardani (22), Diploma Teknik Kimia, Aceh.

BACA JUGA:

Siapa saja ke-39 finalis tersebut? Berikut ini profil lengkap mereka. Siapa yang jadi pilihan favoritmu?

11). Irene Theodora (19), Mahasiswi Ilmu Ekonomi, Lampung

Finalis Puteri Indonesia 2020, Irene Theodora
Finalis Puteri Indonesia 2020, Irene Theodora (KalderaNews/Instagram @irene_the)

Mahasiswi yang akrab disapa Irene ini awalnya sangat tidak percaya diri untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia dikarenakan ia merasa memiliki banyak kekurangan dan ia melihat begitu banyak wanita yang luar biasa mengikuti ajang tersebut. Namun, banyak sekali orang yang mendukungnya serta memberikan semangat kepadanya. Mereka berkata ia pasti bisa dan mereka menaruh harapan yang besar pada nya. Dan hal itu lah yang memotivasi Irene untuk mengalahkan rasa tidak percaya dirinya dan berani mengikuti ajang ini dengan memegang pemikiran bahwa di setiap kekurangan yang ada pasti terdapat kelebihan yang luar biasa dibaliknya.

Irene aktif dalam organisasi sosial di kampus dan juga di keagamaannya. Advokasi kegiatan sosial yang telah ia lakukan adalah dengan memberikan bantuan-bantuan bagi masyarakat sekitar yang kurang mampu dan juga kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti dengan membagikan makanan kepada para tunawisma di pinggir jalan, ia juga mengunjungi dan memberikan bantuan berupa sembako ke panti-panti asuhan dan juga rumah-rumah warga yang kurang mampu, serta mendatangi TPA dan memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian yang layak pakai bagi masyarakat yang tinggal di TPA. Ia juga telah melakukan kerja sama dengan rumah makan untuk memberikan kartu makan gratis kepada para masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Dan untuk selanjutnya Irene akan terus fokus terhadap kegiatan sosial untuk membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan. Dan hal yang ingin ia lakukan dan capai adalah dengan memberikan pendidikan kepada anak-anak yang tidak dapat bersekolah dikarenakan keterbatasan dana. Tujuannya ialah ia ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan bangsa yang kita cintai yaitu Indonesia karena anak-anak / generasi muda merupakan penerus Bangsa.

Hobi : Memasak, Berenang, Menari
Film favorit : Train to busan

12). Fernanda Ciandra (23), Bachelor in Fashion Marketing Business, Sulawesi Tengah

Finalis Puteri Indonesia 2020, Fernanda Ciandra
Finalis Puteri Indonesia 2020, Fernanda Ciandra (KalderaNews/Instagram @fernandaciandra)

Fernanda Ciandra, biasa dipanggil FER merupakan lulusan Fashion Marketing Bisnis dari International Fashion Academy Paris. Ia sedang mendalami dunia akting dan menguasai alat musik piano. Fer memiliki hobi travelling, ia sangat bersyukur diberi kesempatan untuk mempromosikan tempat wisata Sulawesi Tengah, dimana keindahan alamnya masih sangat murni dan belum banyak wisatawan yang berkunjung.

Menjadi Puteri Indonesia adalah mimpinya sejak kecil. Dan ia akan berjuang untuk apa yang ia inginkan dalam hidup. Fer ingin menjadi seorang wanita yang mandiri dan dengan kesuksesan yang ia raih, ia dapat membantu sesama yang membutuhkan. Dengan mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia, Fer percaya akan mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang berharga, dimana ia dapat mengembangkan kemampuan yang ia miliki dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan platform sebesar Puteri Indonesia, besar harapannya juga, apa yang ia lakukan bisa menginspirasi wanita-wanita muda di luar sana untuk memperjuangkan mimpi-mimpi mereka walaupun dalam kondisi sulit ataupun tidak mendukung.

Menurut Fernanda, anak-anak muda Indonesia mempunyai peranan penting untuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, dalam setahun terakhir ia menaruh perhatian kepada anak-anak muda Indonesia yang kurang beruntung dari segi pendidikan, finansial, maupun dukungan keluarga. Beberapa diantaranya adalah anak-anak yatim piatu dan murid-murid SMK yang patah semangat karena faktor tertentu. Seperti yang kita ketahui, siswa-siswi SMK pada umumnya merasa minder karena merasa tersisih dengan teman-teman mereka di bangku SMA, sehingga faktanya lebih benyak lulusan SMK yang menganggur dibandingkan lulusan SMA. Hal ini sangat disayangkan mengingat bahwa murid-murid SMK justru adalah murid-murid yang dipersiapkan untuk langsung mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus.

Salah satu SMK yang ia kunjungi adalah SMK Muhammadiyah Marawola di Sulawesi Tengah. SMK ini merupakan salah satu SMK yang hancur akibat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu setahun yang lalu. Lions Club Indonesia, organisasi sosial dimana ia bergabung, berhasil mengumpulkan donasi untuk membangun kembali sekolah. Fer memberikan motivasi kepada murid-murid yang terkena bencana untuk tetap semangat belajar untuk masa depan yang lebih baik karena mereka sebenarnya dapat melakukan lebih daripada yang mereka bayangkan. Besar harapannya, apa yang ia lakukan ini dapat mendukung program pemerintah yaitu menggalakkan program SMK Bisa!.

Makanan Favorit : Spaghetti Pasta
Minuman Favorit : Jus Alpukat

13). Kathy Monica Kabe (25), Bachelor Of Economic, Maluku Utara

Finalis Puteri Indonesia 2020, Kathy Monica Kabe
Finalis Puteri Indonesia 2020, Kathy Monica Kabe (KalderaNews/Instagram @kthymonica)

Peraih gelar Bachelor of Economic dari Universitas Ciputra ini sedang dalam proses belajar menjadi pemilik bisnis yang hebat. Kathy sangat suka travelling, itu sebabnya ia mengambil jurusan International Hospitality and Tourism Business sehingga ia bisa melakukan perjalanan gratis ke seluruh dunia. Ketika ia travelling, suatu kewajiban untuk melihat masakan lokal atau bahkan menemukan beberapa rumah tradisional untuk menikmati makan malam. Kathy juga suka melayani komunitas melalui pendidikan wirausaha, ia senang tentang anak-anak, membaca buku tentang self-improvement sambil mendengarkan musik.

Sejak 2018, Kathy aktif melayani masyarakat bersama Sinar Hati Titah Bumi. Ia bersama komunitas tersebut memberdayakan masyarakat dengan semangat wirausaha untuk mengelola tanah mati di Sindangkerta Bandung Barat menjadi sebuah agribisnis. Kathy juga memanfaatkan area tersebut untuk pendidikan. Komunitas ini memiliki saung yang berdiri tepat di tengah sebagai tempat bagi anak-anak setempat untuk membaca beberapa buku sepulang sekolah. Ia juga membuka sekolah bagi yang ingin mengajarkan kepada anak-anak tentang agribisnis, komunitas tersebut melakukan beberapa kegiatan seperti menanam benih.

Melalui Puteri Indonesia, Kathy ingin melayani masyarakat dengan menerapkan advokasinya secara berkelanjutan. Ia akan menjangkau lebih banyak tanah mati dan memberdayakan penduduk desa. Melalui pengetahuan wirausaha yang ia dapatkan dari universitas, ia akan berkolaborasi dengan proyek sosial untuk menciptakan kegiatan yang lebih kreatif, potensial dan berkelanjutan. Ia percaya, hasilnya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang hebat dan mandiri bagi masyarakat. Visi Kathy adalah meraih lebih banyak dan lebih banyak lagi. Dengan menciptakan sebuah sistem di bisnis start up miliknya, yaitu Kathy Monica Talent School, Kathy akan mempraktikkan pengetahuan selama proses belajarnya bersama Puteri Indonesia.

Hobi : Travelling, Cooking, Sport, and Dancing
Lagu Favorit : Blessings (Laura Story), Make It Happen (Mariah Carey), Fly (Nicky Minaj ft Rihana)

14. Adesti Apriani (18), Mahasiswi Pariwisata, Kepulauan Riau

Finalis Puteri Indonesia 2020, Adesti Apriani
Finalis Puteri Indonesia 2020, Adesti Apriani (KalderaNews/Instagram @ades.26)

Dulunya, Adesti adalah seorang gadis kecil pemalu yang ingin menghilangkan rasa malunya dihadapan semua orang. Ia sempat merasa tidak percaya diri karena perlakuan bullying yang pernah ia rasakan dulu hingga pada akhirnya Adesti mendapatkan kembali rasa kepercayaan dirinya dengan menjadi model. Menjadi model mengajarkannya bahwa tidak perlu merasa tidak percaya diri karena hal itu sangatlah merugikan, bangkitlah dan selalu tersenyum maka kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan kembali dan kehidupan kita pun akan berubah menjadi lebih baik. Dengan mengikuti Puteri Indonesia 2020, Adesti ingin membuktikan kepada semua orang yang pernah merendahkannya bahwa ia bisa dan tidak akan menyerah begitu saja dengan mimpinya.

Adesti fokus menyuarakan tentang ubahlah insecure menjadi bersyukur. Maksud dari kata tersebut adalah untuk tidak perlu lagi merasa tidak aman atau tidak percaya diri dengan diri sendiri karena pada dasarnya semua wanita itu sama, sama cantiknya sama pintarnya. Sehingga tidak perlu lagi merasa seperti itu dan lebih baik untuk semua wanita merasa lebih bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada diri kita.

Hobi : Menari, Berenang
Film Favorit : Parasite

15. Monica Sarah Wongkar (24), Bachelor Of Arts, Bangka Belitung

Finalis Puteri Indonesia 2020, Monica Sarah Wongkar
Finalis Puteri Indonesia 2020, Monica Sarah Wongkar (KalderaNews/Instagram @monicawongkar)

Puteri Indonesia telah menjadi impian Monica sejak kecil untuk dapat menggunakan suaranya dalam meningkatkan kesadaran tentang advokasinya. Pengusaha di bidang industri desain ini menemukan pelajaran berharga pertama dalam hidupnya dari kaktus. Kaktus sangat keras di bagian luar dan lunak di bagian dalam. Monica percaya bahwa seorang wanita harus seperti itu. Kuat dan dapat diandalkan serta dengan hati yang lembut dapat membantu mereka yang membutuhkan.

Selama hampir dua tahun, Monica telah menjadi bagian dari Yayasan Pabrik Inspirasi, sebuah platform pendidikan non-formal untuk anak-anak. Melalui Yayasan Pabrik Inspirasi, Monica fokus membangun kepercayaan anak-anak. Mulai dari usia yang sangat muda, ia mengajarkan bahwa mereka harus tahu apa yang mereka inginkan ketika mereka dewasa, untuk menggali potensi mereka dan untuk menemukan profesi yang mereka minati menggunakan buku mimpi, sebuah buku yang menyimpan catatan dan aktivitas dari aspirasi anak-anak. Monica berharap dengan memulai dan menerapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan non-formal sama pentingnya dengan pendidikan formal dan juga membantu membangun masa depan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan standar hidup di Indonesia.

Advokasi lain yang Monica perjuangkan adalah ia sedang mengembangkan sebuah rencana untuk membantu platform yang dapat mencegah anemia pada perempuan muda melalui aplikasi. Aplikasi ini akan memantau perilaku diet sederhana dengan meminta para perempuan muda memasukkan makanan yang mereka makan sepanjang hari untuk menghitung apakah mereka makan cukup nutrisi dan juga mengingatkan mereka untuk secara teratur mengonsumsi suplemen zat besi. Monica berharap anemia di Indonesia dapat dikurangi. Ia juga berharap di tahun-tahun mendatang, ia dapat menjangkau daerah pedesaan di Indonesia untuk mendidik para perempuan muda tentang anemia dan kelahiran prematur di daerah yang banyak terjadi pernikahan dini.

Hobi : Gardening, Reading
Lagu Favorit : City of stars

16. Stephanie Cecillia Munthe (25), Dokter, DKI Jakarta 1

Finalis Puteri Indonesia 2020, Stephanie Cecillia Munthe
Finalis Puteri Indonesia 2020, Stephanie Cecillia Munthe (KalderaNews/Instagram @stephaniececilia)

Dokter gigi yang memiliki latar belakang di bidang komunikasi ini sangat bersemangat mengembangkan sistem kolaborasi di healthcare ecosystem. Stephanie juga telah meraih beragam prestasi di bidang akademik maupun bidang seni. Saat ini, ia juga aktif di beberapa organisasi sosial sebagai Founder of Mediccation (Medical Talk and Communication), Head of Public Health Department Rumah Millenial dan Sie Marketing AWMI (Asosiasi Wisata Medis Indonesia).

Ia juga pernah mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari DICE (Developing Inclusive and Creative Economies) oleh British Council melalui Social Innovation Accelerator Program. Saat ini ia mengelola lebihdari 100 orang di komunitasnya yaitu Mediccation melalui kolaborasi antar profesional.

Bagi Stephanie, Puteri Indonesia adalah platform terbesar bagi semua wanita muda untuk berbicara tentang ide-idenya yang luar biasa dan salah satu dari wanita muda itu adalah dirinya.

Hobi : Reading
Lagu Favorit : Fight Song

17. Widya Ayu Pratami (23), Sarjana Akuntansi, Sumatera Selatan

Finalis Puteri Indonesia 2020, Widya Ayu Pratami
Finalis Puteri Indonesia 2020, Widya Ayu Pratami (KalderaNews/Instagram @widyaayuprt)

Widya Ayu Pratami merupakan konsultan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Ia adalah orang yang mudah beradaptasi maupun bersosialisasi dengan sangat baik, mandiri, memiliki jiwa kepedulian yang tinggi, terstruktur/terencana dalam setiap melakukan apapun dan disertai target serta mempunyai jiwa kompetisi. Ia mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia 2020 dengan motivasi ingin menjadi inspirator, motivator bagi anak muda dan masyarakat Indonesia dan ingin menjadi terbaik dari yang terbaik.

Sejak tahun 2015, Widya konsisten untuk support SDG No. 4 (Edukasi) dimana ia peduli dengan anak-anak generasi muda bangsa Indonesia, hingga ke Taiwan ia menjadi relawan guru untuk mengajar di salah satu sekolah dasar di Taichung sebagai guru Indonesia. Saat kembali ke tanah air, Widya pun tetap konsisten memberikan pendidikan ke anak-anak pinggiran demi membuat pendidikan mereka menjadi berkualitas.

Dalam 2 tahun terakhir, ia melihat kasus tingginya pengangguran lulusan SMK, hal ini membuatnya berpikir bahwa selain dari pendidikan, generasi muda pun perlu pengakuan bahwa dirinya berkualitas dan berkompeten. Lulusan SMK ini seharusnya sudah siap kerja, akan tetapi kebutuhan di lapangan masih minim sedangkan penyedia jasa memerlukan SDM yang memiliki sertifikasi. Hal ini yang membuat Widya tergerak untuk memberikan sertifikasi konstruksi berkompeten dengan melibatkan banyak pihak, sehingga yang diharapkan adalah menurunnya tingkat pengangguran generasi muda dikarenakan mereka telah diakui berkualitas dan mendapatkan pekerjaannya melalui sertifikasi konstruksi.

Hobi : Travelling
Makanan Favorit : Pempek

18. Amelia Nurmawati (22), Mahasiswi Ekonomi, Kalimantan Tengah

Finalis Puteri Indonesia 2020, Amelia Nurmawati
Finalis Puteri Indonesia 2020, Amelia Nurmawati (KalderaNews/Instagram @amelia.edmil)

Memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia adalah hal yang Amel gemari. Di tahun 2017, ia pernah menjadi exchange participant di Republik Ceko selama 1,5 bulan, disana ia mempresentasikan kepada siswa dari Sekolah Dasar sampai SMA tentang Indonesia. Awalnya ia kaget karena banyak yang tidak tahu dimana Indonesia, banyak yang belum pernah mendengar apa itu Indonesia dan banyak yang mengira bahwa ia adalah orang Filipina ataupun Cina. Dari inilah tumbuh semangat Amel untuk membangun identitas yang lebih jelas dan memperkenalkannya kepada siswa-siswi di Ceko bahwa ia adalah orang Indonesia.

Ia mulai dengan mengajarkan mereka beberapa permainan seperti bola bekel, yang mana mereka tidak pernah bermain ini sebelumnya dan mereka anggap unik. Selain itu, Amel juga membawakan berbagai souvenir seperti bendera Indonesia yang dibagikan setelah selesai materi presentasinya. Setiap ia selesai memperkenalkan budaya Indonesia, mereka selalu bersemangat dan bahagia. Selain mayoritas masyarakat Ceko yang baik dan ramah, tidak satu atau dua kali pun Amel pernah menerima rasisme dari orang asing di jalan. Ia pernah diteriaki “asian bodoh” oleh orang asing di Ceko, tetapi hal itu Amel jadikan tantangan agar bisa lebih dihargai lagi dengan cara memperkenalkan Indonesia kepada siswa disana, bahwa Indonesia adalah negara yang hebat dan kaya.

Lahir dari keluarga militer, menyadarkan Amel bahwa menjadi tentara adalah orang yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk suatu kemerdekaan negara. Inilah yang menginspirasinya untuk membawa #liveforveterans sebagai advokasi. Sejak kecil ia lahir di lingkungan keluarga militer, disitu ia selalu ditanamkan patriotisme untuk selalu mengingat jasa pahlawan. Beranjak dewasa banyak sekali ia temukan para pensiunan dan veteran tentara yang hidupnya menyedihkan dan serba kekurangan, ada yang menjadi pemulung, pengemis dan lain sebagainya. Faktor utama hal ini adalah kurangnya perhatian dari generasi saat ini untuk mengingat pahlawan sehingga mereka lupa perjuangan para veteran ini.

Generasi muda juga harus tahu siapa pahlawan kita, maka dari itu Amel membuat komunitas live for veterans, dimulai dari mengumpulkan 3 orang veteran yang tinggal di kompleknya lalu ia mempertemukan mereka dengan generasi muda dimana ia memberikan kebebasan untuk para veteran ini bercerita tentang masa perjuangan dulu agar mereka bangkitkan gelora perjuangan kembali dan juga dengan harapan para anak muda ini terbakar semangatnya untuk selalu cinta tanah air dan veteran.

Makanan Favorit : Rujak, kue lupis, nasi liwet

19. Hivanly Salawane (22), Mahasiswi Magister Ilmu Pendidikan, Papua Barat

Finalis Puteri Indonesia 2020, Hivanly Salawane
Finalis Puteri Indonesia 2020, Hivanly Salawane (KalderaNews/Instagram @vanlypanda)

Hivanly Salawane merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara. Saat ini ia sedang menempuh pendidikan Magister Ilmu Pendidikan. Bagi Hivanly, percuma hidup jika hidup tidak bisa membawa dampak positif bagi orang lain. Oleh karena itu, ia ingin menjadi wanita muda yang memberi dampak positif bagi generasi muda di Papua. Wanita yang sangat menyukai panda ini menolak perlakuan body shaming. Baginya, semua manusia itu spesial diciptakan Tuhan dengan segala keunikannya. Ia menyuarakan stop bullying dan body shame, hal terpenting adalah menerima diri sendiri dan mencintai diri sendiri.

Menurut Hivanly, menyandang gelar Puteri Indonesia bukanlah hanya sebatas gelar semata namun merupakan sebuah tanggung jawab baik untuk yayasan dan masyarakat luas. Ia yakin Puteri Indonesia dapat menjadi wadah untuk memberikan dampak yang besar bagi tanah Papua dan masyarakat luas. Ia ingin menyuarakan tentang kepercayaan diri terkhusus bagi masyarakat Papua yang memiliki ciri khas pada fisik berkulit hitam dan berambut keriting bahwa mereka indah dan spesial. Cantik tidak hanya sebatas yang berambut lurus dan berkulit putih tapi cantik itu ada pada mereka yang menerima diri mereka.

Hivanly ingin orang Papua menanamkan dalam diri mereka bahwa sekalipun berbeda, mereka itu indah dan secara luas ia ingin menyuarakan darimanapun asal kita, warna kulit, bentuk tubuh, rambut dan keuinikan yang lainnya yang ada secara fisik, kita semua indah. Dengan demikian, ia berharap social bullying itu bisa hilang dan bagi korban bullying bisa tetap memiliki kepercayaan diri sekalipun banyak orang di luar menganggap itu keanehan tapi bagi Hivanly perbedaan itu merupakan suatu keunikan dan keindahan.

Hobi : Menyanyi, bermain gitar dan membaca novel
Artis Favorit : Agnez Mo
Makanan Favorit : Poro Poro Ikan

20. Ervina Nathasia (24), Pengusaha, Daerah Istimewa Yogyakarta

Finalis Puteri Indonesia 2020, Ervina Nathasia
Finalis Puteri Indonesia 2020, Ervina Nathasia (KalderaNews/Instagram @ervinanathasia)

Wanita yang akrab disapa Vina ini merupakan Sarjana Manajemen dari Institut Teknologi Bandung dan sekarang ia fokus menjalani karir sebagai pengusaha. Vina suka sekali belajar hal baru dan biasanya skill yang ia miliki itu ia pelajari sendiri melalui youtube. Vina juga senang sekali travelling, tidak masalah baginya untuk travelling sendiri, bahkan dirinya sudah sering solo travelling ke negara-negara yang berbeda. Keinginan mempunyai platform yang lebih besar agar dapat menyuarakan advokasinya dan membantu lebih banyak orang, mengantarkannya untuk mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia 2020.

Terinspirasi dari sang ibu yang dulu terlahir di keluarga kurang mampu hingga akhirnya dapat memiliki karir dan keluarga yang baik sesuai dengan cita-citanya, maka, Vina ingin mendorong anak-anak yang kurang mampu untuk berani bermimpi dan mewujudkannya dengan cara mengajarkan mereka tentang pendidikan karakter. Ia ingin membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak kalah pentingnya dari pendidikan akademis, apalagi bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan yang kurang mendukung mereka untuk mempunyai karakter yang kuat dan cita-cita yang besar. Konon katanya anak kecil merupakan masa depan bangsa. Maka, melengkapi anak-anak dengan karakter yang baik dan cita-cita yang besar menurutnya merupakan salah satu cara yang efektif untuk membuat masa depan Indonesia lebih baik dan lebih maju. Karena ia percaya, anak-anak dengan latar belakang yang buruk belum tentu bodoh atau nakal, semua anak berhak memiliki mimpi dan kesempatan yang sama dengan anak-anak lainnya untuk mengejar mimpi mereka.

Pernah dibully dari TK hingga SMP karena dirinya memiliki warna kulit lebih gelap dari teman-teman yang lain membuatnya berpendapat bahwa kecantikan adalah sebuah berkat yang dimiliki oleh setiap wanita, yang harus dirawat dan dipelihara, tidak hanya mengenai fisiknya, namun juga hati dan pikirannya. Vina percaya bahwa Puteri Indonesia merupakan sosok yang cantik luar dan dalam serta dapat dijadikan panutan bagi semua orang, anggun namun tangguh dan pantang menyerah, yang siap untuk berkontribusi untuk negara.

Hobi : Merangkai bunga, menari, menggambar, traveling
Minuman Favorit : Es Kelapa Muda, Es Cendol

Bersambung ke : Inilah Profil Lengkap 39 Finalis Putri Indonesia 2020 – Part 3

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*