Tuntut Transparansi UKT, Setelah Unsoed Kini Giliran #UNYBergerak Trending Topic




Unggahan Gerakan Aksi Media yang diunggah akun Instagram UNY Bergerak yang berisi tuntutan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta terkait transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Unggahan Gerakan Aksi Media yang diunggah akun Instagram UNY Bergerak yang berisi tuntutan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta terkait transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT) (KalderaNews/IG: UNY Bergerak)

YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Tak hanya mahasiswa Universitas Jenderal Sudirman (Unsoed) Purwokerto yang menuntut transparansi Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui media sosial yang trending topic dengan tagar #unsoedjutek dan #ReformasiUnsoed pada Minggu malam, 17 Mei 2020, pada Senin malam hingga Selasa pagi giliran mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menuntut transparansi UKT dan trending topic dengan tagar #UNYBergerak.

Hingga Selasa pagi, 19 Mei 2020, #UNYBergerak trending topic dengan cuitan mencapai hingga 12 rb Tweet. Penelusuran KalderaNews mendapati tagar #UNYBergerak trending topic bersama tagar #bebaskanUKTUNY dan #DiesNatalis56UNY.

KalderaNews mendapati gerakan aksi media kali ini tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Unsoed diawali dengan ajakan untuk mentrendingkan tagar seperti terlihat di unggahan Instagram UNY Bergerak.

BACA JUGA:

Secara umum dapat dikatakan, tagar ini merupakan gerakan mahasiswa untuk menyuarakan keprihatinan mereka soal transparansi uang kuliah tunggal (UKT), seperti tertera di unggahan Instagram UNY Bergerak.

Para mahasiswa mempertanyakan kemana UKT mereka dialokasikan selama pandemi Corona. Pasalnya, pandemi ini membuat kegiatan pembelajaran dilakukan via online dan tidak ada kelas tatap muka. Pandemi corona juga disebut memengaruhi kegiatan organisasi mahasiswa dan penelitian.

Semua terdampak wabah COVID-19. Kelas di-online-kan, kegiatan ormawa kelimpungan, penelitian macet di jalan. Tapi bayar UKT tetap sama. Dialokasikan kemana? Dibelanjakan apa?” bunyi salah satu unggahan Instagram UNY Bergerak.

Sementarat itu di linimasa Twitter, warganet mengunggah Tagar #UNYBergerak bersamaan dengan #bebaskanUKTUNY dan #DiesNatalis56UNY dengan disertai kicauan kritik, meme satir dan kocak seperti terlihat pada kicauan warganet berikut ini:

@lingkardiskusi “Mengajak seluruh warga UNY untuk terlibat di aksi media besok. Tweet serentak pukul 18:00 WIB menggunakan twibbon yg telah disediakan. Janlup sematkan tiga tagar utama. #UNYBERGERAK #DIESNATALIS56UNY #BEBASKANUKTUNY”

@CampusBoys_UNY “Saya rasa malam ini bapak rektor @sutrisna_wibawa yg terhormat bisa bijak dalam menyikapi aksi kritik yg disuarakan. Semoga bisa terealisasi apa yg menjadi tuntutan. Kami tidak perlu ngechants sambil ngeflare di rektorat kan pak supaya ditanggapi?

@KabarUNY “Coba geser kepalamu ke kiri sampe 90 derajat. Kalo mau, @unyofficial tuh harusnya melakukan Pengembalian UKT sebesar minimal 50% pada tiap-tiap mahasiswanya. Dan harusnya semester depan kita sudah tak bayar UKT!/UKT dipake buat apa?/”

@rizkyXprasetya “Tagar #UNYBERGERAK ini menyenangkan dan miris untuk dilihat, karena Rektor UNY adalah pemain aktif twitter dan saya yakin banget dia akan bodo amat dengan hal ini. Tapi coba aku meh ngetokne uneg-uneg tentang masalah UKT ini. Sebuah U T A S. Aku wis sangar rung

@mahasiswauenyeh “Yang jelas, entah nanti gak bayar ukt, refund, cashback, atau bayar 50% (entah gimana kebijakan dari kampus, pesimis gini mimin) setidaknya malam ini kita bisa menyadarkan orang-orang: Kita tidak bisa bayar UKT full.

@karina_wahyu05 “Pembebasan untuk yang TAnya terhenti juga GA semua lolos seleksi, karakteristiknya masih DIPERSEMPIT lagi. Sedang banyak mahasiswa semester atas nasibnya kaya gini.”

@putriprhrtn “Aku rapopo ra ono konser konseran, sek penting #bebaskanUKTUNY

@dekdeww “Le pengen mlebu direwangi sinau ro nangis2 marang Gusti. Le pengen lulus yo direwangi nangis2 golek utangan.

@abiddzaky_ “Waduh pak, kalo ngomongin masalah terdampak mah aslinya semua terdampak cuman ada porsinya masing-masing. Gak usah diragukan lagi pak pasti ekonomi keluarga juga menurun.”

@diki_sha “Lur jane aku mung pengen reti, aku bayar UKT wingi dinggo ngopo wae, tur kok malah ngene?

@satriasidiqp “Pak rektor,tulung dungakke mahasiswamu do sugih kabeh lan sehat wal afiat ,aamiinn ya rabbalaalamin

@KabarUNY “Sekarang, gausah ngurus World Class University dulu, Prof! Ga penting. Buka saja data UKT dan alokasi anggaran untuk sembako dan kuota internet. Pasti jelas, ada pengembalian UKT minimal 50% dan pembebasan UKT semester depan!”

@aaapsari_ “Yauda pak buruan bikin surat edaran buat mahasiswa, keburu trending. Apa emang nunggu trending?

Kendati memahami tuntutan, tak sedikit warganet yang meminta mahasiswa bijak dan berpikir jernih terkait tuntutan ini:

@UNYmfs “Mas Mbak /UNY silakan baca baik2, pahami dengan hati yang tenang. Cek lagi juga surat ttg penyesuaian ukt yg kemaren beredar. Kalopun ptn lain ada yg bisa kasih pembebasan ukt, kita ga tau apakah keuangan uny sama atau enggak dg ptn lain itu. #UNYBERGERAK #bebaskanUKTUNY”

@chalidaghrya “Tolong nih pada dibaca dulu kebijakannya, udah pada paham belom permisi? bikin trending tapi bikin malu

@ululazmisyfr “Sambil ngetwit soal UKT UNY, saya juga pengen berbagi insight sederhana dari tata cara/mekanisme anggaran yang umumnya berlaku/dilaksanakan di lingkungan birokrasi.”

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga telah menyerukan keberatan dengan syarat penyesuaian uang kuliah tunggal (UKT) akibat pandemi Covid-19. Mereka menganggap persyaratan tidak ada bedanya dengan syarat sebelum ada pandemi Covid-19. Sehingga tanpa adanya Covid-19 tetap ada penyesuaian itu.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*