Mantap, Mahasiswa UNAS Jadi Juara Bertahan Pada Olimpiade Akuntansi Nasional

Reza Fahlevi Lubis, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional berhasil mempertahankan piala bergilir olimpiade Akuntansi Nasional selama dua tahun berturut-turut (KalderaNews/Dok.Unas)
Reza Fahlevi Lubis, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional berhasil mempertahankan piala bergilir olimpiade Akuntansi Nasional selama dua tahun berturut-turut (KalderaNews/Dok.Unas)

JAKARTA, KalderaNews.com – Reza Fahlevi Lubis, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional (UNAS) berhasil mempertahankan piala bergilir Olimpiade Akuntansi Nasional selama dua tahun berturut-turut. Tahun lalu ia menang pada Unram Accounting Competition 2019 untuk tingkat nasional. Lalu, capaian tersebut terulang kembali di tahun ini pada ajang Olimpiade Akuntansi Nasional yang digelar Anggota Muda Ikatan Akuntan Indonesia.

Dilansir melalui situs resmi Universitas Nasional, Reza mengungkapkan bahwa ia tidak mungkin mengulang sejarah kampus tanpa bantuan dari dosen. Dukungan dari akademisi menjadi kekuatannya untuk dapat mempertahankan piala bergilir olimpiade akuntansi nasional.

Ia bercerita bahwa seleksi penyisihan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom. Ia harus mengalahkan 60 peserta dari kampus seluruh Indonesia pada tahap tersebut.

BACA JUGA:

“Dalam penyisihan tersebut saya diberikan soal berupa pilihan ganda yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom,” ucapnya.

Kemudian, ia berhasil masuk ke tahap perempat final. Perjuangannya tidak berhenti sampai di situ. Ia masih harus mengerjakan soal yang menguji tingkat pemahaman praktik akuntansi. Setelah itu, 10 orang dengan nilai tertinggi akan masuk ke babak semifinal

”10 orang dengan nilai tertinggi akan masuk kedalam babak semifinal, dalam tahap ini penilaian akan dimulai dari ujian teori serta studi kasus akuntansi terkait penggabungan usaha,” tuturnya.

Atas usaha dan taktik yang telah diajarkan dosennya, ia berhasil lolos ke babak semifinal dan bertanding dengan empat peserta lainnya. Babak ini lebih menantang, pasalnya ia harus menganalisis kasus dan menyiapkan jawaban dalam waktu 15 menit. Lalu, ia presentasikan di depan para juri.

Ia memiliki harapan untuk bisa berbagi pengalaman kepada mahasiswa sesama fakultas. Selain itu, ia ingin terus meningkatan keahliannya agar berguna untuk masyarakat. Ia juga berharap mahasiswa lain berani untuk mengikuti kompetensi nasional demi mempertahankan piala olimpiade.

“ Dengan berpedaoman terus berusaha dan terus belajar, Insya Allah hasil yang didapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat dan negara,” tandasnya.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*