Ikuti Online Forum ASEAN QA 2020, Mahasiswa Unika Atma Jaya Usulkan Metode Alternatif Pembelajaran Daring

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) kirim mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam Online Forum ASEAN QA 2020 bertajuk “Going Digital: Learning from the Learners” (KalderaNews/ Dok. Atma Jaya).
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) kirim mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam Online Forum ASEAN QA 2020 bertajuk “Going Digital: Learning from the Learners” (KalderaNews/ Dok. Atma Jaya).

JAKARTA, KalderaNews.com – Mahasiswa Prodi Teknik Industri Unversitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya), Nicolette Kezia, mewakili Indonesia dalam Online Forum ASEAN QA 2020 bertajuk “Going Digital: Learning from the Learners”. Ia merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia di forum internasional tersebut. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah kampus luar negeri, seperti Mahidol University (Thailand), Phnom Penh International University (Cambodia), Potsdam University (Germany), dan Universiti Tenaga Nasional (Malaysia).

Dilansir melalui situs resmi Atma Jaya, Nicolette menjelaskan bahwa forum daring tingkat ASEAN tersebut membahas pengalaman mahasiswa ketika transisi dari belajar tatap muka menjadi pembelajaran daring. Selain itu, pembahasan juga fokus kepada cara institusi dan perguruan tinggi melibatkan mahasiswa dalam proses quality assurance (QA).

“Jadi, topiknya ini membahas tentang pembelajaran online learning yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 secara global. Karena topiknya “Learning from the Learners” maka narasumbernya adalah murid–murid universitas dari berbagai negara. Ada empat student panelist dari negara lain di forum tersebut seperti Jerman, Kamboja, Thailand, dan Malaysia. Untuk forumnya sendiri dipandu oleh moderator dari Filipina dan Afrika Selatan,”  ucapnya.

BACA JUGA:

Ia mengakui bahwa kesempatan berharga ini datang dari penelitian dan diskusi dengan Kaprodi Teknik Industri Unika Atma Jaya, yakni Feliks P. Sejahtera Surbakti, S.T., M.T., Ph.D dan beberapa dosen Prodi Teknik Industri lainnya. Menurutnya, ia tertarik karena narasumber yang diundang berasal dari kalangan mahasiswa yang merasakan langsung dampak pembelajaran daring.

“Forum ini menarik karena umumnya dalam membahas online learning, yang menjadi narasumber adalah para pengajar atau dosen dari universitas. Tetapi forum ini justru membahas dari sudut pandang para murid yang benar–benar merasakan dampak dari online learning ini. Jadi setelah saya pertimbangkan, ini adalah kesempatan baik untuk berpartisipasi dalam acara ini,”  tuturnya.

Jadi international public speaker di sebuah diskusi daring membuatnya mendapatkan sudut pandang dari panelis lain mengenai pembelajaran daring. Menurutnya, penerapan online learning memang memiliki kekurangan, salah satunya dari segi penggunaan platform yang digunakan, serta pembagian waktu kegiatan belajar-mengajar. Namun, hal ini wajar karena merupakan bagian dari proses adaptasi online learning, serta pemakaian conferencing tools yang harus terus diperbaiki.

Metode Flipped Learning dapat menjadi alternatif untuk peningkatan kinerja dan efektivitas pembelajaran daring. Metode tersebut merupakan strategi belajar jenis blended learning di mana guru membimbing agar siswa interaktif di kelas. Flipped Learning Method sangat mengandalkan teknologi sebagai pendekatan pedagogis.

“Suatu hal yang wajar apabila ada kekurangan dalam proses adaptasi online learning karena ini merupakan perubahan yang baru. Menurut saya, penerapan flipped learning method juga bisa menjadi alternatif dalam proses belajar-mengajar. Jadi, dilakukan pendekatan pembelajarannya dari group learning lalu ke individual learning. Selain itu ditingkatkan interaksi antara dosen dengan mahasiswa, jadi ada komunikasi dua arah,” tandasnya.

Ia berharap pengalamannya dapat memberikan masukan untuk perguruan tinggi dalam pengembangan metode pembelajaran digital agar lebih menarik. Ia juga berharap agar para mahasiswa berani keluar dari zona nyaman untuk meningkatkan keahliannya.

“Ini menjadi pengalaman, kesempatan dan bekal yang baik buat kita ke depannya. Menurut aku, salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan diri yaitu dengan menantang diri sendiri untuk keluar dari comfort zone kita,” ujar Nicolette.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*