Simak profil pendidikan, karier politik, dan latar belakang Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung yang terjaring OTT KPK 2026.
JAKARTA, KalderaNews.com – Kabar mengejutkan datang dari Jawa Timur. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dilaporkan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 10 April 2026.
Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan tersebut, banyak publik yang mulai mencari tahu siapa sebenarnya sosok pemimpin ini, bagaimana latar belakang pendidikannya, hingga perjalanan kariernya yang kini berada di ujung tanduk.
BACA JUGA:
- Inilah Profil Pendidikan dan Sosok Kontroversial Bupati Cilacap, Belum Sebulan Jadi Bupati Sudah Terjaring OTT KPK
- Inilah Profil Pendidikan dan Sosok Kontroversial Bupati Rejang Lebong yang Terjaring OTT KPK
- Profil Pendidikan Bupati Pekalongan Fadia A Rafiq, Putri Penyanyi Dangdut yang Terjerat OTT KPK
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil pendidikan, riwayat organisasi, hingga sisi kontroversial Gatut Sunu Wibowo.
Profil Pendidikan: Dari Tulungagung Hingga Gelar Magister Ekonomi
Gatut Sunu Wibowo merupakan putra daerah yang menempuh sebagian besar pendidikan dasarnya di tanah kelahirannya, Tulungagung.
Berdasarkan data riwayat hidupnya, berikut adalah jenjang pendidikan yang ditempuhnya:
SDN 1 Gandong, Bandung, Tulungagung: Lulus tahun 1982.
SMP Negeri 1 Bandung, Tulungagung: Lulus tahun 1985.
SMAK Santo Thomas Aquino, Kedungwaru, Tulungagung: Lulus tahun 1988.
Universitas Merdeka Malang (S1): Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada tahun 1992.
UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (S2): Gatut baru-baru ini menyelesaikan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Magister Ekonomi (M.E.) pada tahun 2023.
Latar belakang pendidikan di bidang ekonomi ini sejalan dengan profesinya sebagai pengusaha sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun penuh ke dunia politik.
Rekam Jejak Karier: Pengusaha yang Menjadi Bupati
Sebelum dikenal sebagai pejabat publik, Gatut Sunu Wibowo adalah seorang pengusaha sukses di sektor bahan bangunan. Ia memiliki jaringan toko bangunan yang luas di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.
Karier politiknya dimulai secara signifikan saat ia terpilih menjadi Wakil Bupati Tulungagung (2021–2023) mendampingi Maryoto Birowo melalui mekanisme pemilihan di DPRD.
Puncaknya, pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon Bupati berpasangan dengan politikus Gerindra, Ahmad Baharudin.
Pasangan ini menang telak dengan meraih 297.882 suara (50,72%) dan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Sisi Kontroversial: Dari Perpindahan Partai Hingga Jeratan OTT KPK
Sosok Gatut Sunu tidak lepas dari sorotan publik karena beberapa manuver politik dan peristiwa hukum terbaru:
Kutu Loncat PDI-P ke Gerindra, Aktif di Organisasi Keagamaan, Terjaring OTT KPK 2026
Gatut Sunu tercatat sebagai kader PDI Perjuangan sejak tahun 2018. Namun, menjelang Pilkada 2024, ia mengambil langkah mengejutkan dengan berpindah haluan ke Partai Gerindra.
Langkah ini sempat memicu perbincangan hangat di kalangan pengamat politik lokal Jawa Timur karena perpindahannya dilakukan saat ia tengah berada di puncak karier sebagai petahana wakil bupati.
Meski terjun ke dunia politik praktis, Gatut juga dikenal aktif di organisasi sayap Nahdlatul Ulama. Ia tercatat sebagai anggota GP Ansor Tulungagung sejak tahun 2004 hingga saat ini.
Keaktifannya di organisasi ini disinyalir menjadi salah satu basis massa kuat yang mendukung kemenangannya dalam Pilkada.
Hanya berselang setahun setelah menjabat sebagai Bupati, Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK pada 10 April 2026. Ia diamankan bersama 15 orang lainnya di Tulungagung.
Pada Sabtu pagi (11/4/2026), Gatut dilaporkan telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan perkara yang hingga kini masih didalami oleh tim penyidik.
Perjalanan Gatut Sunu Wibowo dari seorang pengusaha toko bangunan hingga menjadi orang nomor satu di Tulungagung kini menghadapi ujian terberat.
Dengan status hukum yang akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam oleh KPK, masa depan kepemimpinannya di Tulungagung berada dalam ketidakpastian.
Tersangka Pemerasan
Terkini KPK resmi menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025-2030, Gatut Sunu Wibowo, dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal, sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan.
Modus yang digunakan tergolong intimidatif, di mana bupati diduga memaksa para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal setelah pelantikan.
Surat tersebut kemudian dijadikan alat tekan agar para pejabat memenuhi permintaan setoran uang kepada bupati.
Dalam praktiknya, Gatut diduga meminta jatah hingga 50 persen dari setiap penambahan anggaran di 16 OPD yang sebelumnya telah ia naikkan secara sengaja. Penagihan uang dilakukan oleh sang ajudan dengan perlakuan layaknya menagih utang.
Dari target total Rp5 miliar, KPK menemukan bahwa dana sebesar Rp2,7 miliar telah terkumpul melalui setoran yang bervariasi antara Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar per OPD.
Uang hasil pemerasan tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti membeli barang mewah dan biaya pengobatan, serta dibagikan sebagai THR kepada jajaran Forkopimda.
Selain pemerasan, Gatut juga disinyalir mengondisikan proyek pengadaan barang dan jasa, termasuk alat kesehatan di RSUD Tulungagung.
Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Rutan KPK untuk proses penyidikan lebih lanjut selama 20 hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply