Seperti Inilah Keluh Kesah Guru dan Siswa Saat PJJ Hingga 38 HP untuk Siswa SMP Negeri 107 Jakarta




Pembagian hape pada siswa SMPN 107 Jakarta
Pembagian hape pada siswa SMPN 107 Jakarta (KalderaNews/Dok. Disdik Jakarta)

JAKARTA, KalderaNews.com – Di awal-awal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BdR) saat pandemi Covid-19 memang sedikit menyenangkan, meskipun ada kesulitan. Anak-anak merasakan sedikit santai, tidak terlalu formal. Seminggu, dua minggu, tiga minggu, sampai berbulan-bulan, kesulitan makin bertambah.

Dikutip dari situs resmi Disdik Jakarta, guru mengeluh mulai karena anak tidak bisa ngikutin pelajaran, tidak ngikutin pertemuan zoom, tidak isi google form lalu hanya pagi absen kemudian hilang.

Guru juga kesal karena murid tidak menyerahkan tugas tepat waktu. Ada juga guru jengkel karena siswa minta tugas tengah malam. Guru kerja 24 jam melayani peserta didik semau waktu anak.

BACA JUGA:

Sementara itu dari sisi peserta didik ada yang merasa guru dianggap tidak mau tahu. Siswa kecewa karena tugas waktunya terbatas. Siswa bosan karena hanya sendiri belajar melalui pesan. Siswa jenuh karena tak bisa bermain penuh. Tak bisa berdiskusi secara langsung. Gak bisa sesekali nanya kesulitan.

Keluhan, kesulitan guru dan murid ini menggelitik pihak sekolah, khususnya SMP Negeri 107. Suatu hari kepala sekolah menugaskan guru BK dan wali kelas untuk home visit. Melihat kondisi anak-anak yang bermasalah dalam BdR.

Ternyata, keluhannya sama. Ada pula yang satu rumah hanya ada satu HP sehingga belajar bergantian dengan kakak dan adiknya. Ada yang satu HP untuk berempat dengan orang tuanya.

Bahkan ada yang memang HP itu khusus buat kerja bapaknya sehingga pagi anak-anak yang penting absen. Nanti materi, tugas, dan sebagai ditanya malam hari setelah bapaknya pulang. Orang tua pasrah karena keadaan. Biarlah, toh sekolahnya di rumah.

Nah, berdasarkan laporan wali kelas dan guru BK, sekolah (kepala sekolah, wakil, dan staf), komite, dan korlas (koordinator kelas), bergerak menggelitik, mencolak-colek orang tua murid yang berkenan membatu pengadaan HP untuk mengatasi kesulitan anak mengikuti PJJ.

Sekolah juga menghubungu alumni, menyampaikan kesulitan adik-adiknya dalam belajar.

Alhamdulillah, tercukupi lah kebutuhan HP anak-anak SMPN 107 yang kurang beruntung dan sekarang dapat memiliki HP baru untuk mengikuti PJJ. BdR pun jadi menyenangkan. Sebanyak 38 HP tersalurkan untuk siswa SMPN 107.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*