Inilah Deretan Pantun yang Cocok untuk Ucapan Hari Ibu, 22 Desember




Ilustrasi: Deretan pantun yang cocok untuk ucapan Hari Ibu, 22 Desember. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)
Ilustrasi: Deretan pantun yang cocok untuk ucapan Hari Ibu, 22 Desember. (KalderaNews.com/repro: y.prayogo)

JAKARTA, KalderaNews.com – Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember. Inilah saatnya kamu mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada ibumu.

Nah, agar sedikit berbeda kamu bisa bagikan ucapan Hari Ibu dengan pantun. Apalagi, pantun baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO, pada 17 Desember 2020.

BACA JUGA:

Berikut deretan pantun yang bisa jadikan ucapan Hari Ibu, 22 Desember nanti:

  • Siapa punya selendang mayang, Dialah putri dari kerajaan.
    Siapa orang yang paling sayang, Dialah ibu selalu penuh perhatian.
  • Kayu kering mudah patah, kapuk putih dari randu.
    Ke manapun kaki melangkah, pada Ibu selalu rindu.
  • Kain batik kain kebaya, kancil lari ke dekat rusa.
    Moga Ibu selalu bahagia, sehat selalu ke akhir masa.
  • Indramayu kota mangga, bambu kebun dibuat tangga.
    Rela berkorban jiwa dan raga, moga Ibu masuk ke surga.
  • Bapak haji membeli sorban, kota Bogor banyak talasnya.
    Betapa banyak Ibu berkorban, tak mungkin aku membalasnya.
  • Ikan sungai masuk ke bubu, bambu tajam dibuat sembilu.
    Kuucapkan selamat hari Ibu, jasa-jasamu terkenang selalu.
  • Beli kelambu di pasar raya, kelambu indah bergambar rusa.
    Selamat hari Ibu untuk semua, semoga Ibu bahagia senantiasa.
  • Kue klepon campur kelapa, agar sedap semua rasa.
    Jasa Ibu jangan dilupa, kan terkenang sepanjang masa.
  • Bukan pandai bukan sakti, hanya tekun pada diri.
    Kepada Ibu selalu berbakti, itulah jalan menuju bahagia abadi.
  • Mendung hitam terasa sendu, manis air dari tebu.
    Pada Ibu selalu rindu, terkenang selalu dalam kalbu.
  • Bunga mawar dihinggapi kupu-kupu, karena mawar indah mempesona.
    Surgaku ada di bawah telapak kaki ibu, karena ibu berhati mulia.
  • Buah jambu buah markisa, dipetik di ujung desa.
    Hati ibu sungguh mulia, kasihnya membawa ke surga.
  • Memandang langit di akhir tahun, melihat terangnya cahaya bulan.
    Ibu, rasa lelah mampu kau tahan, demi anakmu engkau rela berkorban.
  • Sepeda motor beroda dua, melaju menuju pasar raya.
    Perempuan terbaik di atas dunia, ialah ibu kita tercinta.
  • Tiada mahkota di atas kepala, putihlah rambut ketika tua.
    Tiada cinta di atas cinta, melebihi cinta ibu pada anaknya.
  • Pulang siang di hari Rabu, langsung tidur di dalam rumah.
    Walau aku sering mengecewakanmu, kasih ibu tetap tercurah.
  • Jalan-jalan ke Pekanbaru, jangan lupa membeli duku.
    Andai semua dunia membencimu, ibulah tempat untuk mengadu.
  • Mangga jatuh busuk sebelah, sebelum dimakan dicuci dahulu.
    Ke manapun kaki melangkah, kepada ibu selalu ku rindu.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*