Begini Langkah Agar Sepeda Motor Tetap Tangguh Melintasi Genangan Banjir




Ilustrasi: Begini langkah-langkah agar sepeda motor tetap tangguh melintasi genangan banjir. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Begini langkah-langkah agar sepeda motor tetap tangguh melintasi genangan banjir. (KalderaNews.com/Ist.)

JAKARTA, KalderaNews.com – Banjir yang mulai datang. Banjir tentu menjadi momok bagi pengendara sepeda motor, lantaran sepeda motor tidak fit untuk menerjang genangan air.

Nah, bagi kamu pengendara sepeda motor, berikut beberapa langkah sederhana agar sepeda motor tetap tangguh melintasi genangan banjir:

BACA JUGA:

Desain sepeda motor dirancang berbagai situasi

Desain sepeda motor umumnya telah dirancang untuk menghadapi beragam situasi. Misal tameng air yang ada pada sepeda motor bebek yang berfungsi mengarahkan udara ke mesin untuk pendinginan dan memecah air yang menggenang. Jika bagian ini dilepas, maka mesin akan langsung menabrak air. Maka, sebaiknya tameng di sepeda motor ini jangan dilepas, lantaran berfungsi untuk memecah air.

Pastikan ketinggian air tidak sampai ke lubang penyedot udara

Setiap sepeda ada komponen penyedot udara. Komponen ini akan terus menyedot udara saat mesin menyala. Untuk sepeda motor skutik, biasanya filter udara diletakkan agak tinggi dan pabrik menjamin air tidak mudah masuk melalui komponen ini. Namun, jika kamu harus menerjang banjir dan ternyata air masuk, maka segera buang air dengan membuka lubang pembuangan yang terletak di bagian bawah boks filter udara dan boks CVT.

Jangan khawatir knalpot kemasukan air

Knalpot merupakan komponen sepeda motor yang akan terus “meniup” gas buang keluar. Jadi, jangan khawatir knalpot kemasukan air, tapi gas jangan dinaik-turunkan alias digas secara konstan.

Perhatian selang pembuangan bensin

Jika sepeda motor masih menggunakan karburator, selang pembuangan bensin yang menjuntai ke bawah diganti selang yang lebih panjang, dan hadapkan ke atas. Karena biasanya komponen ini kerap menghisap udara ke dalam.

Lakukan treatment untuk busi

Jika cop busi sudah usang atau getas, segeralah ganti. Jika tidak, berikan lapisan pelindung berupa griss atau gemuk, bisa juga perekat pada pinggiran keramik kepala busi. Bagian ini biasanya membuat banyak sepeda motor harus minggir karena mati “masuk angin” selain filter udara kemasukan air.

Perhatikan sistem kelistrikan

Semprotkan gemuk atau cairan WD40 di area kelistrikan yang rawan korslet, terutama yang berarus positif, seperti soket CDI, penutup sekering, hingga soket lampu. Lapisan lilin dan minyak yang terkandung membuat air tak mau menempel.

Laju dengan kecepatan konstan

Kalau semua komponen sudah dirasa aman, terjang genangan banjir pelan-pelan dan jangan menggeber gas. Melaju secara konstan saja di gigi satu atau dua. Jika kamu ngebut justru membuat gelombang air gampang menabrak mesin.

Air tinggi, matikan mesin

Misal ketinggian air sudah sepinggang orang dewasa, lebih baik matikan mesin, tapi dengan beberapa catatan, yaitu copot kabel busi dan ikat dengan plastik. Begitu pula dengan knalpot dan saringan udara. Cek penutup oli juga dan rapatkan.

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silahkan dishare pada saudara, sahabat, dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*