Miris! Hari Pertama Sekolah, Siswa SD di Bireuen Harus Berjuang Menyeberangi Sungai Berlumpur

Potret siswa di Aceh berjuan ke sekolah dan terjang sungai (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

BIREUEN, KalderaNews.com – Hari pertama aktivitas belajar di wilayah Balee Panah, Kabupaten Bireuen, Aceh, menyisakan keprihatinan mendalam bagi masyarakat.

Setelah diterjang banjir dan longsor, akses menuju sekolah dasar (SD) di kawasan tersebut berubah menjadi jalur yang sulit dilalui dan berisiko tinggi bagi para siswa.

Beredar sejumlah foto serta video di media sosial yang memperlihatkan anak-anak sekolah harus menyeberangi sungai berlumpur dengan berjalan kaki sambil saling bergandengan tangan untuk melawan arus air pada Senin (5/1/2026).

BACA JUGA:

Viral Video Siswa di Bireun Aceh Sebrangi Sungai Demi Berangkat Sekolah

Dalam dokumentasi lainnya, tampak beberapa anak digendong oleh orang dewasa agar dapat melewati sungai yang dipenuhi lumpur.

Bahkan, sebuah sampan terlihat sudah berada di ujung sungai dan dimanfaatkan untuk membantu penyeberangan warga menuju sekolah.

Situasi tersebut menjadi gambaran kuat tentang tekad anak-anak untuk tetap menuntut ilmu meskipun dihadapkan pada kondisi yang berbahaya. Mereka terlihat mengesampingkan risiko demi bisa hadir di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar.

Peristiwa ini diduga tidak terlepas dari kerusakan lingkungan yang terjadi akibat kebijakan serta perilaku manusia yang mengabaikan kelestarian hutan.

Dampaknya, bencana alam terus berulang, termasuk banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sejak November 2025 lalu.

Warganet Prihatin dengan Kondisi di Aceh

Kondisi memprihatinkan ini pun memicu berbagai tanggapan dari warganet. Salah satu pengguna media sosial dengan akun Nand78217 menuliskan, “Menyayat hati kita melihatnya, semoga cepat teratasi.”

Sementara itu, akun Daddy Syaiful turut menyampaikan dukungan dengan komentar, “Hati hari anakku,” yang disertai emotikon sedih.

Komentar lain datang dari akun Shintatb yang menyampaikan harapan, “Semoga menjadi anak-anak pintar berguna dalam hal baik buat agama dan negara ya neuk.”

Peristiwa ini menjadi sorotan serius bagi banyak pihak agar segera dilakukan langkah penanganan, khususnya untuk memulihkan akses pendidikan sekaligus menjamin keselamatan anak-anak di daerah terdampak.

Kejadian tersebut juga diharapkan menjadi pengingat penting akan perlunya menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi masa depan generasi muda.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


388 views