Mau Daftar Beasiswa Chevening Tetapi Kagok Bahasa Inggrisnya? Simak Tip dari Alumninya Ini

beasiswa chevening, tips bahasa inggris,
Rowena Rumpas, Scholarship & Alumni Coordinator, British Embassya Jakarta (Chevening) dalam webinar bertajuk Smart & Succesfull Strategies to Study Abroad. (KalderaNews/Lita Mayasari)

JAKARTA, KalderaNews.com – Secara berkesinambungan TransforMe, sebuah startup bidang edukasi yang menyediakan berbagai workshop dan training online bagi pemburu beasiswa studi ke luar negeri, mengadakan webinar bertajuk Smart & Succesfull Strategies to Study Abroad selama dua hari, 16-17 Oktober 2021.

Acara ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menginspirasi dan menyiapkan generasi Indonesia untuk go global dengan menghadirkan narasumber yang pernah mendapatkan beasiswa Chevening, Fullbright, LPDP. Acara yang dimoderatori oleh Devfanny Artha, yang juga alumni Chevening ini berlangsung seru karena antusias audiens dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan pada narasumber.

BACA JUGA:

Rowena Rompas, yang merupakan Scholarship and Alumni Coordinator British Embassy Jakarta (Chevening) menyampaikan bahwa sebaiknya aplikan segera mengirimkan berkas dan syarat pendaftaran saat deadline masih jauh. “Orang Indonesia kebanyakan suka deadliners, padahal kebayang kan, kalau ada 160 negara mengakses web saat bersamaan menjelang deadline, pasti ada kemungkinan web-nya down. Untuk itu baiknya aplikasi segera dikirimkan awal waktu. Untuk tahun ini kan masih dibuka hingga 2 November,” paparnya.

Dalam penjelasannya Rowena juga menyampaikan bahwa hingga kini sudah terdapat lebih dari 50.000 alumi beasiswa Chevening yang tesebar di 160 negara dan tetap berjejaring dengan baik. Selain fully funded scholarship, Chevening juga memberikan kesempatan untuk magang di BBC World Service, kesempatan ikut menjadi volunteer, Chevening Relay Competititon, serta tour dan trip seputar UK.

“Saat nanti menempuh pendidikan di UK, usahakan ikut kegiatan tour dan trip yang banyak diadakan. Ini kesempatan untuk bisa jalan-jalan dan mengenal UK lebih dalam,” imbuhnya.

Selain itu, Rowena juga menyampaikan bahwa persiapan-persiapan sebelum berangkat harus sudah dibuat jauh-jauh hari, seperti misalnya IELTS, “Jangan sampai sudah mendapat Letter of Acceptance tetapi urusan IELTS-nya belum beres,” pesannya.

Agar kemampuan bahasa Inggris makin baik, Theo Darius, mahasiswa jurusan Financial Mathematics University of Liverpool yang juga sebagai presiden PPI UK ini memberikan beberapa tip yang sudah terbukti berhasil untuknya. Tips tersebut antara lain:

  • Jadikan kesempatan kuliah di luar negeri ini sebagai peluang besar untuk belajara. Hal ini akan senantiasa membangkitkan semangat belajar.
  • Temukan supportive community, yang dapat memberikan dukungan dan juga teman sharing saat mengalami culture shock yang mungkin dapat terjadi. Karakter orang Inggris itu senang bila ditanya duluan. Jadi jangan sampai malu.
  • Kembangkan diri sesuai dengan potensi yang ada.
  • Ambil semua peluang dan kesempatan dan jangan pernah berkata ‘I have no time’ untuk hal baik.
  • Tanyakan selalu feedback untuk setiap aktfitasmu.

Untuk makin mempertajam kemampuan bahasa Inggrisnya, Theo berpesan untuk calon aplikan dan para aplikan untuk tidak malu untuk selalu ngomong dalam bahasa Inggris dan mempraktikkannya sehari-hari, serta berani dalam membuka obrolan dengan orang Inggris yang biasanya akan ramah saat diajak ngobrol duluan.

Pada acara sesi hari pertama yang berlangsung selama tiga jam lebih tersebut hadir pula Sutaningrat Puspa D., Founder TransforMe yang juga merupakan alumni Queen’s University Belfast serta Elian Ciptono, Head of Indonesian Expansion Wise. Puspa, panggilan Sutaningrat Puspa memberikan paparan tentang persiapan teknis dalam mendaftar beasiswa. Buat kamu yang tertarik mengikuti sesi kedua hari ini, kamu masih dapat mendaftar di sini.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*