Sukanto Tanoto Kangkangi Kekayaan Prajogo Pangestu yang Ambles Efek MSCI

Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Harta Prajogo Pangestu menyusut 54% jadi US$21,3 miliar imbas didepak MSCI. Sukanto Tanoto kini jadi orang terkaya baru di RI!

The Path to Financial Freedom, EduFulus – Peta persaingan orang terkaya di Indonesia kembali bergeser secara dramatis. Prajogo Pangestu, konglomerat sekaligus pemilik raksasa bisnis Grup Barito dan Chandra Asri, dilaporkan tidak lagi menyandang status sebagai pengusaha paling tajir di Tanah Air.

Berdasarkan data terbaru dari Bloomberg Billionaires Index per Mei 2026, posisi puncak kini resmi diambil alih oleh Sukanto Tanoto, pemilik grup Royal Golden Eagle (RGE).

SIMAK JUGA: Ini Daftar Terbaru 10 Orang Terkaya Indonesia, Ada Sosok Perempuannya

Bagaimana harta kekayaan Prajogo Pangestu bisa menyusut hingga puluhan miliar dolar dalam waktu singkat? Simak ulasan lengkap mengenai penyebab dan rincian kejatuhan harga saham gurita bisnisnya di bawah ini.

Harta Prajogo Pangestu Menyusut US$24,9 Miliar

Padahal pada akhir tahun 2025 lalu, kekayaan Prajogo Pangestu masih meroket di angka US$46,1 miliar, bahkan sempat mencicipi peringkat pertama pada Agustus 2025. Namun, memasuki pertengahan Mei 2026, total kekayaan bersihnya tercatat menyusut drastis sekitar 54% sejak awal tahun menjadi US$21,3 miliar.

Saat ini, sisa kekayaan Prajogo terdiri dari:

  • Uang Tunai: Senilai US$2,78 miliar.
  • Aset Saham: Kepemilikan di sejumlah emiten utama seperti BRPT, TPIA, CUAN, dan BREN.

Dengan penurunan ini, Prajogo harus rela turun ke peringkat kedua. Posisi pertama kini ditempati oleh Sukanto Tanoto yang memimpin dengan total kekayaan bersih mencapai US$24,3 miliar.

Efek Sentimen MSCI: Pemicu Utama Keruntuhan Saham Grup Barito

Anjloknya kekayaan Prajogo Pangestu berbanding lurus dengan ambruknya harga saham empat emiten andalannya sejak awal tahun 2026.

Pemicu utamanya adalah keputusan lembaga pengelola indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang mengeluarkan enam saham Indonesia dari Global Standard Indexes. Tiga di antaranya adalah saham milik Prajogo, yaitu BREN, TPIA, dan CUAN.

MSCI menahan langkah rebalancing untuk saham-saham Indonesia menyusul adanya kekhawatiran pelaku pasar global terkait tingginya konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration) di bawah kelompok tertentu, serta isu manipulasi perdagangan. Sentimen negatif ini langsung memicu aksi jual massal oleh investor pasif maupun asing.

Rincian Penurunan Rumah Saham Milik Prajogo Pangestu (YTD 2026)

pergerakan empat saham utama milik Prajogo Pangestu sejak awal tahun 2026 (Year-to-Date) menunjukkan koreksi yang sangat tajam.

Penurunan terdalam dialami oleh PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang ambles hingga 66,93% sejak awal tahun dan turun 48,39% dalam setahun terakhir.

Kondisi serupa menimpa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang harganya anjlok 62,88% secara YTD serta terkoreksi 16,26% dalam setahun.

Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga ikut merosot 39,65% sejak awal tahun, yang membuat kinerjanya dalam setahun terakhir anjlok hingga 52,35%.

Di sisi lain, saham induknya yaitu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan penurunan yang relatif lebih rendah sebesar 34,8% secara YTD. Menariknya, meski tertekan sepanjang tahun berjalan ini, saham BRPT secara akumulatif sebenarnya masih sempat melesat naik hingga 141,86% dalam rentang waktu setahun terakhir.

Meskipun PT Barito Pacific Tbk (BRPT) masih membukukan pertumbuhan impresif jika ditarik dalam rentang waktu satu tahun terakhir (+141,86%), koreksi tajam sepanjang tahun berjalan ini tetap mengikis portofolio total sang konglomerat secara masif.

Kehilangan takhta sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia oleh Prajogo Pangestu menjadi bukti nyata betapa besarnya pengaruh keputusan indeks global sekelas MSCI terhadap emiten lokal. Konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi terbukti menjadi titik rapuh yang dihindari oleh investor institusi internasional saat badai sentimen datang.

SIMAK JUGA: Geser Prajogo Pangestu, Pham Nhat Vuong Jadi Orang Terkaya di ASEAN

* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*