Inilah Profil Pendidikan Marina Budiman, Perempuan Terkaya di Indonesia yang Kekayaannya Capai Rp136,7 Triliun

Marina Budiman
Marina Budiman (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Nama Marina Budiman mencuat sebagai tokoh sentral di dunia bisnis teknologi Indonesia.

Dalam daftar 10 Orang Terkaya Indonesia versi Forbes edisi Desember 2025, ia menjadi satu-satunya perempuan yang berhasil menembus jajaran elite konglomerat Tanah Air.

Kekayaan bersih Marina Budiman tercatat mencapai 8,2 miliar dollar AS atau setara Rp136,7 triliun, menempatkannya di peringkat kedelapan orang terkaya di Indonesia.

BACA JUGA:

Lonjakan kekayaan yang fantastis ini tidak lepas dari melesatnya saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara yang ia dirikan bersama Otto Toto Sugiri.

Di balik kesuksesan Marina Budiman yang kini dijuluki sebagai “Ratu Data” Indonesia, terdapat fondasi pendidikan yang kuat di bidang ekonomi dan keuangan yang menjadi bekal awal karier revolusionernya di dunia teknologi.

Pondasi Akademik dari Negeri Kanada

Marina Budiman lahir pada 1 Januari 1961. Untuk pendidikan tingginya, ia memilih menempuh studi di luar negeri, tepatnya di University of Toronto, Kanada.

Ia menempuh pendidikan tinggi di University of Toronto, Kanada, di mana ia berhasil meraih gelar Bachelor of Arts (BA). Bidang studi yang ia pilih adalah Ekonomi dan Keuangan, sebuah fondasi ilmu yang fundamental dan diselesaikannya pada tahun 1985.

Latar belakang inilah yang membekali Marina dengan pemahaman mendalam tentang manajemen risiko dan pasar, yang kemudian menjadi modal utamanya sebelum ia terjun dan mendominasi industri teknologi dan pusat data di Indonesia.

Perjalanan Karier Lintas Sektor

Lulus dari Kanada, Marina Budiman memulai karier profesionalnya di sektor keuangan, yang secara tak terduga menjadi jembatan menuju dominasinya di dunia digital:

Bank Bali (1985)

Marina memulai kariernya sebagai Account Officer di Bank Bali, tempat ia pertama kali bekerja bersama Otto Toto Sugiri, yang kemudian menjadi mitra bisnis utamanya. Pengalamannya di bank ini banyak berkaitan dengan instalasi perangkat lunak dan sistem, memicu minatnya beralih ke sektor teknologi.

Sigma Cipta Caraka (1989)

Ia kemudian bergabung dengan perusahaan teknologi informasi ini. Kariernya menanjak hingga ia menjabat sebagai Chief Financial Officer (CFO) pada tahun 2000.

Indonet (1994)

Bersama Otto Toto Sugiri, Marina mendirikan PT Indointernet Tbk (Indonet), yang merupakan penyedia layanan internet (internet service provider) pertama di Indonesia. Langkah ini menandai transisi penuh Marina dari bankir menjadi pionir teknologi.

DCI Indonesia (2011

Marina, Otto Toto Sugiri, dan Han Arming Hanafia mendirikan PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Perusahaan ini berfokus pada bisnis pusat data dan kini menjadi operator pusat data Tier-IV pertama di Asia Tenggara.

Dominasi di Industri Pusat Data

Saat ini, Marina menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII. Dengan kepemilikan saham DCII sebesar 22,51%—kedua terbesar setelah Otto Toto Sugiri—ia menyaksikan bagaimana harga saham perusahaan melesat dari harga IPO Rp420 (2021) hingga menyentuh Rp244.800 per saham pada Desember 2025.

Lonjakan valuasi DCII yang mencapai sekitar Rp583 triliun inilah yang mengukuhkan posisi Marina Budiman sebagai perempuan terkaya di Indonesia, membuktikan bahwa fondasi ekonomi dan keuangan yang kuat sangat vital dalam membangun kerajaan digital di era teknologi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*