Indonesia Raih 3 Medali Olimpiade Sains Nuklir Internasional 2026

Delegasi Indonesia raih 2 perak & 1 perunggu di International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026
Delegasi Indonesia raih 2 perak & 1 perunggu di International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026
Sharing for Empowerment

Delegasi Indonesia raih 2 perak & 1 perunggu di International Nuclear Science Olympiad (INSO) 2026 berkat binaan BRIN.

JAKARTA, KalderaNews.com – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Indonesia di panggung sains dunia. Tim delegasi Indonesia berhasil membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu pada ajang International Nuclear Science Olympiad (INSO) ke-3 yang diselenggarakan di Arab Saudi pada 2–9 Agustus 2026.

BACA JUGA:

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) yang memfasilitasi seluruh rangkaian seleksi hingga pembinaan intensif bagi para peserta.

Daftar Peraih Medali Indonesia di INSO 2026

Kompetisi sains tingkat dunia ini menjadi ajang pembuktian kapasitas pelajar Indonesia di bidang sains dan teknologi nuklir. Dari empat siswa terbaik yang dikirim, tiga di antaranya sukses mengamankan medali:

  • Medali Perak: Gusti Komang Abhika Atmaja
  • Medali Perak: Aloysius Gonzaga Duta Setyawan
  • Medali Perunggu: Faris Patria Chariansyah
  • Finalis Delegasi: Hilmy Lazuardhy Nurramadhan

“Keberhasilan meraih tiga medali pada INSO ke-3 tidak hanya menjadi prestasi bagi para siswa, tetapi juga mencerminkan hasil dari proses pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan generasi muda di bidang nuklir,” ujar Direktur Poltek Nuklir BRIN, Zainal Arief, Selasa (11/8/2026).

Proses Seleksi dan Pembinaan Komprehensif

Ajang INSO merupakan bagian dari program International Atomic Energy Agency (IAEA) Project Number RAS0095. Keikutsertaan Indonesia terwujud berkat kolaborasi lintas lembaga yang solid.

1. Kolaborasi Seleksi Talenta

Proses seleksi peserta dilaksanakan oleh Poltek Nuklir BRIN bekerjasama dengan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk menjaring talenta muda terbaik dari seluruh Indonesia.

2. Metode Pembinaan Khusus

Persiapan dilakukan melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh para dosen Poltek Nuklir BRIN. Materi yang diberikan mencakup penguatan teori hingga latihan praktikum sesuai silabus standar INSO:

  • Fase Daring: 6–24 Juli 2026
  • Fase Luring: 27–31 Juli 2026 (berlokasi di kampus Poltek Nuklir BRIN)

Dua dosen Poltek Nuklir BRIN, Fifi Nurfiana dan Lutfi Aditya Hasnowo, bertindak langsung sebagai team leader yang mendampingi para siswa selama berjuang di Arab Saudi.

Dukungan Internasional dan Harapan Masa Depan

Keikutsertaan tim Indonesia pada INSO ke-3 didukung penuh oleh pembiayaan dari IAEA, serta dukungan teknis dari International Nuclear Agency (INuA) Indonesia dan Poltek Nuklir BRIN.

Prestasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai capaian kompetisi semata, melainkan menjadi pemantik untuk makin memasyarakatkan sains nuklir serta melahirkan peneliti-peneliti muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan teknologi nasional dan global.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


94 views