Siswa Ditampar Guru di Lampung Timur Usai Geber RX King di Sekolah, Videonya Viral

iswa Ditampar Guru di Lampung Timur Usai Geber RX King di Sekola
Sharing for Empowerment

Video siswa ditampar guru di SMA Teladan Way Jepara, Lampung Timur, viral di media sosial. Simak kronologi selengkapnya di sini.

LAMPUNG TIMUR, KalderaNews.com–Video yang memperlihatkan seorang siswa terlibat keributan dengan pihak sekolah hingga ditampar guru viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di SMA Teladan Way Jepara, Lampung Timur. Kapolsek Way Jepara AKP Gobel mengatakan bahwa kejadian itu berlangsung pada Rabu (5/8/2026) lalu, sekitar pukul 13.35 WIB.

Polisi kemudian melakukan klarifikasi setelah video keributan tersebut menyebar di media sosial belakangan ini.

BACA JUGA:

Kronologi guru menampar murid di sekolah

Gobel menjelaskan, kejadian bermula saat seorang siswa berinisial S (17) menggeber motor Yamaha RX King miliknya berulang kali di area parkir sekolah. Suara bising dari motor tersebut kemudian membuat petugas keamanan sekolah menegur S.

“Siswa ini katanya motornya ada yang rusak. Tapi tidak pantas dan tidak etis motor RX King dibrong-brong di dalam sekolah,” ucapnya.

Teguran tersebut justru berkembang menjadi cekcok antara S dan petugas keamanan. Keduanya kemudian terlibat aksi saling dorong hingga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ahmad Azhari (50), datang untuk melerai.

Namun, situasi kembali memanas setelah terjadi adu mulut antara siswa dan pihak sekolah. Emosi yang terpancing kemudian berujung pada tindakan fisik terhadap S.

“Ketika mau dilerai, anak ini menjawab dan menantang, terpancing emosinya wakil kepala sekolah,” ujarnya.

Dalam video yang beredar, seorang guru berkemeja batik terlihat mendatangi lokasi keributan. Guru tersebut kemudian tampak menampar wajah siswa.

Gobel menegaskan tindakan fisik terhadap siswa tidak dapat dibenarkan. Di sisi lain, polisi juga menyebut S melakukan kesalahan karena menggeber motor di lingkungan sekolah.

Siswa dan guru sudah sepakat berdamai

Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui mediasi antara keluarga siswa dan pihak sekolah. Pertemuan digelar pada Minggu (9/8/2026) di kediaman siswa.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan. Keluarga siswa disebut telah memahami rangkaian kejadian serta memaafkan tindakan yang dilakukan pihak sekolah.

Gobel mengatakan keluarga siswa sejak awal tidak berniat membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Meski begitu, polisi tetap meminta keterangan dari pihak-pihak terkait setelah video kejadian menjadi viral.

“Alhamdulillah, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi kedua belah pihak,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


73 views