The Path To Financial Freedom, EduFulus – Majalah bisnis terkemuka, Forbes, kembali merilis pembaruan daftar orang terkaya di dunia melalui Real Time Billionaires List.
Memasuki awal Januari 2026, peta kekayaan para konglomerat di Indonesia menunjukkan pergerakan yang menarik, terutama akibat fluktuasi harga saham di berbagai sektor industri seperti petrokimia, pertambangan, hingga pusat data.
Peringkat yang disusun Forbes ini memantau perubahan nilai kekayaan secara real-time setiap lima menit saat pasar saham dibuka. Berdasarkan data per 1 Januari 2026, posisi puncak masih kokoh ditempati oleh taipan petrokimia, sementara terjadi pergeseran posisi di jajaran tengah daftar sepuluh besar.
SIMAK JUGA: Inilah Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes, Keluarga Widjaja Salib Low Tuck Kwong
Dominasi Sektor Petrokimia dan Batu Bara
Prajogo Pangestu, pendiri PT Barito Pacific, mempertahankan gelarnya sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Meskipun kekayaannya sedikit terkoreksi dibandingkan akhir Desember 2025, ia tetap memimpin jauh dengan kekayaan senilai 38,9 miliar dolar AS atau setara Rp 649 triliun.
Di posisi kedua, Low Tuck Kwong, raja batu bara sekaligus pendiri Bayan Resources, mengantongi kekayaan sebesar 22,2 miliar dolar AS (Rp 370 triliun). Keduanya masih mengungguli Duo Hartono (BCA/Djarum) yang secara tradisional selalu berada di papan atas.
Perubahan Peringkat di Awal 2026
Salah satu sorotan dalam daftar awal tahun ini adalah kenaikan peringkat Haryanto Tjiptodiharjo. Bos PT Impack Pratama Industri asal Jember ini naik ke posisi keenam, menggeser Otto Toto Sugiri (DCI Indonesia) yang turun ke peringkat ketujuh akibat fluktuasi nilai aset di industri pusat data.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia (Per 1 Januari 2026)
1). Prajogo Pangestu
Profil: Pendiri PT Barito Pacific (Petrokimia dan Energi).
Kekayaan: 38,9 miliar dolar AS (± Rp 649 Triliun).
Asal: Bengkayang, Kalimantan Barat.
2). Low Tuck Kwong
Profil: Pendiri PT Bayan Resources (Pertambangan Batu Bara).
Kekayaan: 22,2 miliar dolar AS (± Rp 370 Triliun).
Asal: Singapura (WNI).
3). Robert Budi Hartono
Profil: Pemilik BCA dan pendiri Grup Djarum.
Kekayaan: 21,5 miliar dolar AS (± Rp 358 Triliun).
4). Michael Hartono
Profil: Pemilik BCA dan pendiri Grup Djarum.
Kekayaan: 20,7 miliar dolar AS (± Rp 345 Triliun).
Asal: Kudus, Jawa Tengah.
5). Sri Dato Tahir
Profil: Pendiri Grup Mayapada (Kesehatan, Real Estate, Perbankan).
Kekayaan: 10,8 miliar dolar AS (± Rp 180 Triliun).
Asal: Surabaya, Jawa Timur.
6). Haryanto Tjiptodiharjo
Profil: Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk.
Kekayaan: 8,9 miliar dolar AS (± Rp 148 Triliun).
Asal: Jember, Jawa Timur.
7). Otto Toto Sugiri
Profil: CEO dan pendiri PT DCI Indonesia Tbk (Data Center).
Kekayaan: 8,7 miliar dolar AS (± Rp 145 Triliun).
Asal: Bandung, Jawa Barat.
8). Sri Prakash Lohia
Profil: Pendiri PT Indo-Rama Synthetics (Tekstil dan Petrokimia).
Kekayaan: 8,0 miliar dolar AS (± Rp 133 Triliun).
Asal: Kolkata, India (WNI).
9). Marina Budiman
Profil: Salah satu pendiri dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk.
Kekayaan: 6,2 miliar dolar AS (± Rp 103 Triliun).
10). Hermanto Tanoko
Profil: Komisaris Utama Tanobel (Cleo) dan pengendali Avia Avian (Cat).
Kekayaan: 5,6 miliar dolar AS (± Rp 93 Triliun).
Asal: Malang, Jawa Timur.
Mekanisme Penilaian Forbes
Forbes menggunakan metode pemantauan harian terhadap aset publik dan swasta. Nilai kepemilikan saham di perusahaan publik diperbarui setiap lima menit saat pasar buka. Sedangkan untuk perusahaan swasta, Forbes melakukan penyesuaian harian berdasarkan indeks pasar industri terkait yang disediakan oleh FactSet Research Systems.
Peringkat ini mencerminkan betapa dinamisnya ekonomi Indonesia, di mana sektor sumber daya alam dan infrastruktur teknologi masih menjadi mesin utama pencetak kekayaan para triliuner di Tanah Air.
SIMAK JUGA: Inilah Daftar 10 Orang Terkaya di Dunia Per Desember 2025 Versi Forbes
* Kuy cerdas investasi dan trading dengan artikel edukatif EduFulus lainnya di Google News. Dus, jika Anda ingin bekerjasama dengan kanal EduFulus, silakan hubungi tim di WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply