UPJ: PTS Pertama di Indonesia Berjejaring dengan Humboldt Foundation

Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)
Gedung Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) (KalderaNews/Dok. UPJ)

TANGERANG, KalderaNews.com – Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang masuk ke dalam peringkat Top 100 Perguruan Tinggi Nasional 2020, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) turut berkontribusi menjalin hubungan bilateral dengan Perguruan Tinggi (PT) luar negeri di bidang pendidikan.

Hubungan erat dengan PT dari Jerman sudah terjalin sejak sekitar 5 tahun lalu. Secara khusus, UPJ memenangi hibah kerja sama multi tahun dengan Alexander von Humboldt Foundation (AvH) yang sudah terjalin dari 2017.

Tahun 2017, UPJ mendapatkan hibah 3 tahun dari AvH sebesar 54.000 Euro untuk membentuk konsorsium Urban Studies. Lalu pada tahun 2018, UPJ mengadakan workshop dalam Humboldt Kolleg bertemakan Urban Society in ASEAN, yang dihadiri sebanyak 30 peserta (27 dari ASEAN dan 3 dari Jerman).

BACA JUGA:

Dari hasil workshop tersebut, beberapa diantaranya adalah dibentuknya platform virtual untuk konsorsium, didapatnya database peneliti ASEAN yang berkarya dalam topik urban dan terbentuknya pemetaan pemikiran dalam kolaborasi penelitian.

Pada tahun 2019, UPJ mengadakan kegiatan Summer School, yakni suatu short program yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi, berbentuk pendidikan maupun non pendidikan dengan pertukaran antar mahasiswa dari berbagai negara.

Kegiatan ini dihadiri oleh 27 peserta (20 dari ASEAN, 6 dari Jerman dan 1 dari Afrika Selatan). Melalui kegiatan ini juga didapat beberapa hasil, diantaranya adalah terciptanya kolaborasi penelitian serta adanya laporan permasalahan dan solusi yang diberikan untuk Kampung Lengkong, Banten.

Leenawaty Limantara dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)
Leenawaty Limantara dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) (KalderaNews/Dok. UPJ)

Pada tahun 2020, kegiatan terpaksa ditiadakan karena adanya pandemi Covid-19 yang meningkat. Namun pada tahun 2021, UPJ kembali mengadakan kegiatan yang berbentuk konferensi virtual berjudul Urbanization In South East Asia: Pattern, Impact, and Sustainability  –www.consortium.upj.ac.id/conference-.

Konferensi ini dihadiri oleh 200 peserta. Tentunya, konferensi ini juga memberikan hasil yakni berupa tiga inti artikel utama yang terbagi menjadi 13 artikel mengenai transformasi urban, 13 artikel mengenai mobilitas urban, dan 15 artikel mengenai sosial, ekonomi, lingkungan dan kesehatan.

Di awal tahun 2022 mendatang, UPJ kembali mengadakan rangkaian kegiatan Humboldt Kolleg yang bertemakan Urban Partnership Meltingpot. Kegiatan ini, sekaligus merayakan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Jerman secara virtual yang akan diadakan pada tanggal 17-20 Januari 2022.

Bernhard Mueller dari TU Dresden
Bernhard Mueller dari TU Dresden (KalderaNews/Dok. UPJ)

Acara Urban Partnership Meltingpot tersebut merupakan bagian dari kolaborasi UPJ dengan Humboldt Foundation yang bertujuan memperkuat jaringan kerjasama profesional di tingkat regional antar alumni penerima hibah dari Humboldt (Humboldtians) dan para ilmuwan di Asia, termasuk di Indonesia. Acara tersebut memiliki 3 tema utama yakni Urban Growth Pattern, Transformation and Resillience, lalu Urban mobility and Internet of Things dan Social, Health, Education, Environment, and Economic Development.

Saat ini aktivitas memasuki Call for Papers dengan merujuk pada tautan registrasi berikut ini: www.consortium.upj.ac.id/kolleg-. Untuk para ilmuwan dalam bidang kajian urban, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengajak turut serta dalam kegiatan ini sebagai bagian kontribusi penting bagi perkembangan kolaborasi antar bangsa dan kemajuan kajian urban di Indonesia. Mari berkontribusi!

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu.




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*