Menteri Nadiem: Masa Depan Butuh Kemampuan Berpikir Kritis, Kreatif, Kolaborasi, dan Komunikasi




Menteri Nadiem Makarim dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022. (Dok.Puspresnas)
Menteri Nadiem Makarim dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022. (Dok.Puspresnas)

BOGOR, KalderaNews.com – Kemendikbudristek melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) telah menggelar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) jenjang SMP/MTs dan SMA/MA tahun 2022.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim berpesan kepada seluruh finalis dan pemenang OPSI 2022 agar menjadi generasi muda yang mampu menghadapi tantangan di masa depan berdasarkan profil Pelajar Pancasila.

BACA JUGA:

“Saya yakin adik-adik semua telah memberikan yang terbaik dalam ajang olimpiade ini. Namanya kompetisi sudah pasti akan ada yang menang dan kalah, itu adalah hal yang biasa. Namun, melalui ajang talenta ini yang dicari bukanlah paling juara tetapi mencari anak yang tidak takut untuk mencoba dan yakin dengan kemampuan sendiri untuk berkarya dan paling berani menjadi pelajar Pancasila,” ujar Menteri Nadiem.

Menteri Nadiem mengatakan, tantangan di masa depan tidak hanya memerlukan teori untuk menyelesaikannya namun diperlukan kemampuan berpikir secara kritis, kolaborasi, kreatif, dan komunikasi untuk mengatasi suatu permasalahan.

“Pelajar Pancasila tak hanya cerdas namun perlu dan penting untuk memiliki karakter yang baik. Dengan mengikuti kegiatan perlombaan dan kompetisi kemampuan berpikir dan karakter seorang pelajar Pancasila akan terus tumbuh,” kata Menteri Nadiem.

Kepala Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) sekaligus Pelaksana tugas (Plt.) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikbudristek, Asep Sukmayadi mengharapkan, agar ajang talenta OPSI dapat mewadahi, mengapresiasi, serta menciptakan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam penyelenggaraan OPSI 2022 terdapat pameran EXPO yang mengangkat tema “Gerbang Imajinasi Tanpa Batas” dan ditampilkan secara virtual melalui website EXPO OPSI.

Jumlah medali yang diumumkan untuk OPSI jenjang SMP/MTs adalah 3 medali emas, 5 medali perak, dan 7 medali perunggu.

Terdapat satu tim terpilih dalam kategori penyaji terbaik dan desain poster terbaik dari setiap bidang lomba. Medali jenjang SMP/MTs tersebar di seluruh bidang lomba yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa, dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Budaya.

Sementara, jumlah medali yang diumumkan untuk OPSI jenjang SMA/MA adalah 8 medali emas, 8 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Medali ini tersebar di seluruh bidang lomba yaitu bidang Matematika Sains dan Teknologi (MST), bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (FTR), serta bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH).

Seluruh karya yang masuk dinilai oleh dewan juri yang profesional yang berasal dari Universitas/Perguruan Tinggi Negeri, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan para profesional di bidangnya.

Peraih medali Emas OPSI tahun 2022 jenjang SMA/MA, Haifa Nisrinnaya dan Yuliana Bahri (SMA Negeri 1 Selong) membagikan kisah.

Kedua peserta didik ini mengkaji di bidang Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH) dengan tema “Aplikasi Peta Dialek Bahasa Sasak Berbasis Android: Media Sosialisasi Ragam Dialek Bahasa Sasak Sebagai Upaya Merajut Kebhinekaan.”

Beragamnya dialek bahasa Sasak yang ada di Pulau Lombok menyebabkan sebagian besar masyarakat menganggap keragaman tersebut sebagai sebuah perbedaan.

Ketika masyarakat berkomunikasi menggunakan dialek masing masing, cenderung merasa asing karena tidak mengenal dialek tersebut. Hal ini sering menyebabkan terjadinya konflik.

Latar belakang inilah yang membuat Haifa dan Yulia menghadirkan menghadirkan solusi dengan suatu karya aplikasi bernama “Paradis” dengan materi 3 segmen bahasa yakni kosakata, kalimat sederhana, dan teks cerita rakyat.

Ketiga aspek ini disajikan dalam bentuk audio dari penutur asli setiap dialek. Penelitian yang mereka angkat merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan metode R&D model ADDIE.

Awalnya, mereka menemukan suatu keadaan teman mereka tidak bisa berbahasa Sasak karena di lingkungan keluarga tidak menggunakan Bahasa Sasak melainkan Bahasa Indonesia, setelah itu mereka memutuskan untuk mengangkat permasalahan ini ke dalam ajang talenta OPSI.

“Untuk teman-teman yang menjadi finalis OPSI 2022 kalian semua hebat, kalian semua keren, luar biasa. Jangan menyerah untuk melakukan penelitian selalu bersemangat. Mari selalu mencoba hal baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat. If we never try, how will we know?” kata Haifa dan Yulia.

* Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*