Rektor UMN Ingatkan Wisudawan Isu Krusial Energi Baru dan Terbarukan




Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Ninok Leksono, M.A.
Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Ninok Leksono, M.A. (KalderaNews/Dok. UMN)

TANGERANG, KalderaNews.com – Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Dr. Ninok Leksono, M.A. menegaskan bahwa masalah energi baru dan terbarukan tidak saja bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia semakin mendesak. Emisi karbon sebagai komponen utama gas rumah kaca masih sulit dibendung, padahal pemanasan global semakin kritis.

“Waktu sudah hampir habis. Jadi, tiap orang harus berkontribusi pada upaya penurunan suhu permukaan bumi melalui energi terbarukan,” ungkap Ninok di hadapan 1.130 wisudawan.

Di akhir sambutan, Ninok juga mengungkapkan harapannya kepada seluruh wisudawan agar terus mencari peluang meningkatkan kualitas hidup, bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

BACA JUGA:

Hal ini bisa dilakukan mulai dari diri sendiri; dengan cepat mendapat pekerjaan, dengan membuka lapangan pekerjaan, dengan berkarier dengan penuh integritas, dan dengan menjaga nama baik almamater.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Sampe L. Purba, SE., Ak., CA., M.Com., SH., MH mengungkapkan harapannya kepada generasi muda untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan guna memberikan solusi atas isu masa kini dan mendatang; salah satunya adalah isu ketahanan energi dan mitigasi perubahan iklim yang menjadi tema wisuda kali ini.

Indonesia masih sangat bergantung pada energi fosil, seperti minyak bumi dan batubara. Masalahnya, harga energi fosil di pasar energi global terus berfluktuasi dan diperparah oleh krisis energi di Eropa akibat konflik Rusia-Ukraina.

“Karena masalah ini, pemerintah kerap dituntut untuk menjaga ketahanan dan keamanan energi nasional dengan menjaga keseimbangan tiga aspek trilemma energi, yakni kesetaraan, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan,” ungkap Sampe.

Proses digitalisasi juga menjadi catatan Sampe sebagai solusi berbagai masalah modern, termasuk isu transisi energi ini. Teknologi digital dan upaya modernisasi infrastruktur merupakan pendorong terkuat untuk transisi energi.

Terakhir, Sampe mengungkapkan faktor utama dalam melihat potensi dan peluang energi terbarukan di Indonesia yaitu sumber daya manusia (SDM).

SDM harus terus disiapkan untuk menghadapi transisi energi. Di masa depan, cara kita menyediakan, memanfaatkan, dan mengelola energi akan jauh berbeda dengan sekarang.

“Sinergi dan kolaborasi dari semua kalangan sangat dibutuhkan, terutama dari kalangan anak muda. Pemuda memiliki peran yang unik sebagai agen perluasan informasi dan budaya transisi energi kepada masyarakat luas. Saya mengajak anda semua, pemuda disini untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan transisi energi di Indonesia,” tutup Sampe.

Ketua Panitia Wisuda XXIII UMN, Markus Adhi Priyandito, S.E. dalam sambutannya menyampaikan isu aktual yang menjadi dasar tema yang dipilih oleh panitia, yakni bahwa di tengah kondisi yang sangat sulit ini, Indonesia masih memiliki peluang untuk lebih menggali potensi dari energi terbarukan seperti melalui air, angin, tenaga surya, dsb.

Energi baru ini memiliki keunggulan, antara lain lebih ramah lingkungan dan dapat mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu!




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*