BRIN Tambah 4 Profesor Riset Baru, Siapa dan Seperti Apa Bidang Keahliannya?

Upacara Pengukuhan Orasi Profesor Riset - BRIN yang kedua kalinya pada tahun ini diselenggrakan pada Selasa, 12 September 2023
Upacara Pengukuhan Orasi Profesor Riset - BRIN yang kedua kalinya pada tahun ini diselenggrakan pada Selasa, 12 September 2023 (KalderaNews/Dok. BRIN)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – BRIN mengukuhkan 4 penelitinya menjadi profesor riset yang berasal dari berbagai bidang keilmuan. Upacara Pengukuhan Orasi Profesor Riset – BRIN yang kedua kalinya pada tahun ini diselenggrakan pada Selasa, 12 September 2023.

Keempat peneliti tersebut adalah Prof. Dr. Cynthia Henny, M.Sc (Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air), Prof. Dr. Ferhat Aziz, M.Sc (Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir), Prof. Dr. Eng. Hilman Ferdinandus Pardede, S.T, M.Eng (Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber), dan Prof. Dr. Ir. Bambang Sayaka, M.Sc (Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekonomi Industri, Jasa, dan Perdagangan).

Ke-4 peneliti ini pun menjadi profesor riset ke 657, 658, 659 dan 660 secara nasional dan profesor riset ke 34, 35, 36, dan 37 yang telah dikukuhkan di BRIN. 

BACA JUGA:

Seperti apa keahlian masing-masing profesor tersebut di bidangnya?

Prof. Dr. Cynthia Henny, M.Sc

Cynthia Henny, pakar bidang Limnologi membawakan orasinya mengenai Pengelolaan Kualitas Air Danau Melalui Pendekatan Biogeokimia. Danau merupakan hotspot bagi siklus biogeokimia elemen kimia yang menentukan karakteristik kualitas airnya.

Keseimbangan proses biogeokimia dapat terganggu oleh tekanan dari aktivitas antropogenik dan dampak perubahan iklim yang menyebabkan perubahan dari spesies senyawa kimia dominan dan peningkatan konsentrasi polutan yang tidak diinginkan sehingga kualitas air danau terganggu. Pendekatan biogeokimia sebagai pengendali utama kualitas air merupakan nature-based solution yang bisa menjadi solusi terbaik dalam menjaga kualitas air danau dalam mendukung ekosistem danau yang sehat dan lestari.

Prof. Dr. Ferhat Aziz, M.Sc

Selanjutnya Ferhat Aziz, pakar bidang Aplikasi Energi Nuklir, menyampaikan orasinya tentang Pemanfaatan Pemodelan dan Simulasi Berbasis Komputasi dalam Pengembangan Reaktor Nuklir.

PLTN merupakan sumber energi yang dapat menjadi andalan dan telah ba­nyak dimanfaatkan di banyak negara maju. Karena itu penguasaan iptek nuklir harus digiatkan di antaranya dengan peningkatan kemampuan dalam pemanfaatan pemodelan dan simulasi berbasis komputasi, yang dapat melengkapi pengembangan teori ilmiah dan eksperimentasi laboratorium secara lebih akurat, aman, dan selamat.

Kemampuan simulasi komputasi dalam desain reaktor penting bagi kesiapan menyongsong era PLTN, yang diharapkan akan mendukung target net-zero emission pada 2060.

Prof. Dr. Eng. Hilman Ferdinandus Pardede, S.T, M.Eng

Kemudian Hilman Ferdinandus Pardede, pakar bidang Pengolahan Sinyal Multimedia dan Kecerdasan Artifisial memaparkan orasinya tentang Penerapan Pembelajaran Mesin (Machine Learning) dan Pembelajaran Dalam (Deep Learning) Berkinerja Tinggi Untuk Mendukung Sektor Pertanian di Indonesia.

Pembelajaran mesin dan pembelajaran dalam adalah dua teknologi kunci dan dominan dalam kecerdasan artifisial saat ini. Pemanfaatan kecerdasan artifisial pada teknologi smart farming dan precision agriculture berpotensi besar untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

Peran teknologi AI pada bidang pertanian yang dapat diterapkan di semua aspek pertanian antara lain untuk identifikasi penyakit, kualitas pangan, kondisi lahan, dan distribusi hasil pertanian.

Prof. Dr. Ir. Bambang Sayaka, M.Sc

Sementara itu, Bambang Sayaka, pakar bidang Ekonomi Pertanian akan menyampaikan orasinya terkait Redesain Kebijakan Pengembangan Industri Benih Tanaman Pangan dan Sayuran Berbasis Permintaan Pasar. Intervensi pemerintah melalui subsidi benih tanaman pangan, khususnya benih padi, jagung, dan kedelai, sudah diberhentikan, tetapi kebijakan bantuan gratis berupa benih tanaman pangan dan sayuran tetap dilanjutkan.

Kebijakan perbenihan tanaman pangan dan sayuran hendaknya berbasis permintaan pasar supaya lebih efisien dan berdaya saing. Oleh karena itu perlu dilakukan redisain kebijakan pengembangan industri benih tanaman pangan dan sayuran.

Harus Jadi Teladan dan Motivator bagi Komunitas Ilmiah

Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian berpesan profesor riset harus memenuhi asas legalitas dan legitimasi. Legalitas bersumber dari peraturan perundang-undangan berlaku. Sementara legitimasi diperoleh dari pengakuan sivitas para peneliti sekaligus sivitas akademik di seluruh perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Gelar Profesor Riset diberikan oleh instansi pemerintah tempat peneliti bertugas dan telah memenuhi standar kompetensi tinggi. Pengawasan dan pembinaan Profesor Riset saat ini dilakukan oleh BRIN. Pejabat fungsional peneliti adalah PNS dengan tugas menjalankan jabatan itu sebagai peneliti dengan jenjang jabatan fungsional mulai dari Peneliti Ahli Pertama, Muda, Madya, hingga Peneliti Ahli Utama,” jelasnya.

Lebih jauh dia memaparkan, para peneliti harus menghasilkan berbagai karya ilmiah, dan inovasi bermanfaat bagi negara dan bangsa.

“Para peneliti juga harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut, pertama, memiliki rekam jejak secara signifikan dalam perkembangan iptek. Kedua, memiliki rekam jejak yang signifikan dalam menghasilkan karya bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Terakhir, menjadi teladan dan motivator bagi komunitas ilmiah di lingkungan BRIN dan perguruan tinggi, serta masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyatakan, Profesor Riset juga lazim diberikan oleh berbagai perguruan tinggi terkemuka di dunia. Para Profesor Riset di luar negeri mendapat tugas untuk fokus melaksanakan penelitian sepanjang waktu, dan hampir tidak ada kewajiban memberi kuliah di kelas.

“Mereka bertanggung jawab atas suatu laboratorium untuk membimbing mahasiswa postdoc. Sama halnya dengan jenjang profesor, mereka juga memulai karir dari asisten profesor, associate profesor hingga full profesor. Keistimewaan Profesor Riset adalah kemampuannya untuk memperoleh dana penelitian dari eksternal kampus yang besar,” ungkapnya.

Dirinya berpesan kepada para peneliti agar lebih memacu diri. Berprestasi secara ilmiah, dan menghasilkan berbagai inovasi. Pemerintah sudah mencanangkan berbagai kebijakan berbasis riset, artinya setiap kebijakan pemerintah harus didasarkan hasil riset ilmiah.

“Dengan demikian, semua kebijakan pemerintah selalu dapat diterima oleh semua komponen masyarakat. Setiap kebijakan pemerintah harus disusun secara terstruktur dan sistematis, sesuai tahapan critical thinking. Mulai dari hasil-hasil pure research, basic research, fundamental research, generic research, hingga advance research,” tuturnya.

Ia juga berpesan di akhir sambutannya, para peneliti juga harus mampu melaksanakan apply research yang bersifat top down, maupun action research. Merespons dengan cepat berbagai dinamika kebutuhan masyarakat, dan fenomena yang terjadi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


2,132 views