Ingat! Generasi Z dan Alpha Paling Terdampak Perubahan Iklim, Ini yang Akan Dirasakan

Isu perubahan iklim dan pemanasan global. (kalderanews.com)
Isu perubahan iklim dan pemanasan global. (kalderanews.com)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Generasi Z dan Alpha akan menjadi generasi yang paling merasakan dampak dari perubahan iklim. Terus gimana?

So, yuk ikut melakukan aksi-aksi nyata dalam pencegahan perubahan iklim!

Demikian dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

BACA JUGA:

Perubahan iklim bukan hoax!

Kata Dwikorita, perubahan iklim kian mengkhawatirkan, dan memicu aneka dampak yang lebih luas.

Hal ini nampak dalam beragam peristiwa alam terkait iklim, seperti suhu udara yang lebih panas, terganggunya siklus hidrologi, hingga maraknya bencana hidrometeorologi.

Maka, dia mengajak seluruh generasi saling berkolaborasi untuk menahan laju perubahan iklim.

“Saya yakin, anak-anak muda yang jumlahnya mendominasi penduduk Indonesia dapat memberikan dampak signifikan terhadap aksi perubahan iklim,” tegas Dwikorita.

Perubahan iklim global, kata dia, bukanlah kabar bohong alias hoax, dan prediksi untuk masa depan, tetapi realitas yang di hadapi miliaran jiwa penduduk bumi.

Fenomena ini tentu tidak bisa dianggap sebuah persoalan sepele belaka.

Krisis pangan menanti

Baru-baru ini, kata Dwikorita, Badan Meteorologi Dunia menyatakan bahwa tahun 2023 tercatat menjadi tahun terpanas sepanjang pengamatan instrumental.

Anomali suhu rata-rata global mencapai hingga 1,45 derajat Celcius di atas zaman pra industri.

Angka ini, ujar Dwikorita, nyaris menyentuh batas yang disepakati di Paris Agreement 2015, di mana dunia mesti menahan laju pemanasan global di angka 1,5 derajat Celcius.

Di tahun 2023, terjadi rekor suhu global harian baru dan terjadi bencana heat wave ekstrem yang melanda Asia dan Eropa.

BMKG juga memproyeksi suhu udara di Indonesia bakal melompat naik sampai 3,5 derajat Celcius dibanding zaman pra industri di tahun 2100 mendatang, bila aksi mitigasi iklim gagal dilakukan.

Sementara, Badan Meteorologi Dunia menyebutkan bahwa tahun 2050, dalam skenario terburuk maka negara-negara di dunia akan menghadapi tidak hanya bencana hidrometeorologi, tapi juga kelangkaan air yang berakibat pada krisis pangan.

“Bila melihat tahun tersebut, maka dapat dipastikan, Generasi Z dan Alpha yang akan paling merasakan dampak itu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


712 views