Oleh: Cicilia Putri Herlinda, Kokho Joelio Bellini dan Maria Rosari Kintan Sashanti, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta
YOGYAKARTA, KalderaNews.com – Pada era digital ini banyak sekali media pembelajaran yang mampu mengatasi keterbatasan siswa dalam memahami materi teks deskripsi. Salah satunya dengan memanfaatkan media visual berupa gambar, grafis, alat peraga, atau pengalaman siswa sendiri sebagai sarana yang membantu siswa dalam menorehkan ide menulis.
Media visual merujuk pada segala bentuk media yang menggunakan elemen gambar, grafik, atau video untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada pemirsa, (Larasati, dkk 2019). Pemilihan media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi tersebut menuntut siswa melakukan aktivitas pengamatan dan penyusunan kerangka tulisan berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya.
Melalui proses pengamatan dan penyusunan kerangka, siswa diharapkan dapat menciptakan teks yang rinci sesuai dengan kaidah penulisan teks deskripsi.
BACA JUGA:
- Pemahaman Nilai-nilai Budaya dan Identitas Nasional Melalui Batik di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta
- Media Ajar Kreatif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta
- Pemanfaatan LKPD Terdiferensiasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Santa Maria Yogyakarta
Kata deskripsi berasal dari kata bahasa Latin describe yang berarti ‘menulis tentang sesuatu atau membeberkan suatu hal’, (Nani 2006). Seperti yang kita ketahui bahwa teks deskripsi merupakan teks yang menggambarkan sebuah objek secara konkret. Teks deskripsi harus ditulis dengan langkah-langkah khusus agar segala unsur yang terdapat pada objek dapat diketahui secara rinci.
Kerincian tulisan menjadi tolak ukur penyampaian informasi, serta terjangkaunya imajinasi pembaca terhadap objek yang digambarkan dalam tulisan. Imajinasi pembaca dapat dijangkau dengan penggunaan bahasa yang baik. Menurut Desma (2021), penggunaan bahasa berkaitan dengan perincian bahasa secara konkret, majas untuk menggambarkan seolah-olah pembaca melihat, mendengar dan merasakan serta perincian dengan kata konkret.
Berdasarkan hal tersebut, media visual banyak dipilih guru pada pembelajaran di sekolah sebagai media yang penting dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi.
Media berbasis visual (image) memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan, (Cecep, K. 2020). Sebagai mahasiswa yang berkesempatan melaksanakan praktik mengajar di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, peneliti menilai media visual memiliki peran penting dalam pembelajaran menulis teks deskripsi.
Peneliti sebagai pengajar memberikan tiga aktivitas yang perlu dicapai siswa dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Aktivitas pertama dilakukan dengan memberikan stimulus bermedia visual gambar untuk memicu proses berpikir kritis siswa.
Proses berpikir kritis dilakukan dengan mengamati objek visual dan menganalisis objek berdasarkan bentuk, warna, jumlah, dan unsur lain yang lebih spesifik. Melalui aktivitas pertama ini, siswa berlatih mengumpulkan informasi objek yang diamati sebagai bagian dari penemuan ide-ide kreatif dalam menulis teks deskripsi.
Aktivitas kedua, pengajar membagikan siswa ke dalam kelompok untuk bekerja sama merancang tulisan deskripsi. Latihan menulis teks deskripsi kelompok dilakukan dengan memberikan beberapa objek visual gambar yang berbeda untuk diamati dan dianalisis.
Namun, pada aktivitas kedua ini pengamatan dan analisis dilakukan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang merujuk pada tampilan objek visual secara menyeluruh. Beberapa pertanyaan tidak hanya sebagai panduan, tetapi juga sebagai pemantik imajinasi siswa.
Imajinasi berdasarkan Kamus Lengkap Psikologi adalah proses menciptakan objek atau peristiwa tanpa pemanfaatan data sensoris (Munadi, 2008:46). Melalui proses imajinatif, maka siswa dapat memperoleh informasi terkait objek yang dipilih dan dianalisis.
Selain dapat mengumpulkan informasi, aktivitas ini juga sekaligus membantu siswa dalam merancang kalimat-kalimat deskriptif berdasarkan pertanyaan pemandu.
Pada aktivitas ketiga, siswa oleh pengajar diberikan penugasan untuk membuat video vlog. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan vlog sebagai blog yang isinya berupa video. Aktivitas ketiga ini merujuk pada pembuatan teks deskripsi lisan dengan tema ‘benda kesayangan’.
Tema ini dipilih agar siswa mampu mengenali objek visual berupa benda kesayangan dengan detail yang dideskripsikan secara lisan. Melalui penugasan vlog ini siswa dapat lebih konkret menunjukkan detail-detail objek dengan jelas. Selain itu, siswa dapat berlatih berbicara dalam mendeskripsikan objek visual yang dimiliki.
Metode Penelitian
Peran penting media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dapat ditunjang dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan gambar atau objek konkret yang dijadikan sebagai media ajar dalam memahami dan merealisasikan teks deskripsi. Oleh karena itu, peneliti memilih media visual sebagai media yang berperan penting dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas 7 di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode kualitatif menurut Erickson (1968) penelitian kualitatif berusaha menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang dilakukan terhadap kehidupan mereka.
Penelitian ini dilakukan sebagai upaya penemuan dampak dari peran penting penggunaan media visual terhadap pembelajaran menulis teks deskripsi kelas 7.
Pada kegiatan pembelajaran di kelas, penulis sebagai pengajar mengimplementasikan media visual dalam pembelajaran dengan tiga aktivitas utama. Pertama, penulis sebagai pengajar menampilkan objek gambar sebagai stimulus siswa dalam berpikir kritis untuk menyampaikan potongan-potongan deskripsi objek.
Kedua, pengajar memberikan beberapa objek gambar yang akan diamati dan dianalisis secara berkelompok berdasarkan pertanyaan pemandu sebagai latihan menulis teks deskripsi.
Ketiga, pengajar akan menugaskan siswa untuk membuat vlog deskripsi benda kesayangan. Vlog yang dibuat didasarkan pada struktur dan penggunaan bahasa yang baik dalam menyampaikan deskripsi objek.
Hasil dan Pembahasan
Penggunaan media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi melibatkan indera penglihatan sebagai upaya memahami unsur-unsur konkret objek visual. Menurut Rayandra Aryhar, (2011:45), “Media visual yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indera penglihatan semata-mata dari peserta didik”.
Melalui konsep menulis dengan upaya melibatkan indera penglihatan tampaklah peran media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Peran media visual yang dapat diperoleh siswa pada pembelajaran menulis teks deskripsi terangkum dalam tiga poin berikut.
Menanamkan Konsep Dasar yang Konkret dan Realistis
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra penglihatan terdiri atas media yang dapat diproyeksikan (projected visual) dan media yang tidak dapat diproyeksikan (non projected visual). Penggunaan media visual yang tidak hanya terbatas pada fungsi umum sebagai penyampai pesan memberikan pengalaman analitik terhadap siswa.
Media visual dapat dianalisis untuk membedah ide dan fakta tersirat maupun tersurat yang terdapat pada objek visual. Daryanto (2010, hlm.19), mengatakan bahwa fungsi umum media visual adalah untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.
Sedangkan fungsi khususnya adalah untuk menarik perhatian, memperjelas ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digambarkan atau divisualkan.
Media visual sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran teks deskripsi apalagi berkaitan dengan peningkatan kemampuan menulis siswa. Penanaman konsep dasar yang konkret dan realistis dapat dimulai dengan pengamatan yang mendalam terhadap objek visual.
Melalui pengamatan yang mendalam, konsep dasar yang diserap melalui panca indera akan memperkuat ingatan siswa. Ingatan yang kuat terhadap objek visual akan mendorong siswa dalam mengembangkan kemampuan menulis teks deskripsi.
Memunculkan Ide Menulis
Media visual tidak hanya sebatas alat untuk menyampaikan pesan. Media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi justru menjadi sumber perolehan ide-ide menulis. Penggunaan media visual akan membantu siswa untuk memunculkan ide, gagasan, dan perasaan untuk mengungkapkan suatu peristiwa yang terdapat pada media visual.
Ide menulis dapat muncul ketika siswa mampu menyerap informasi dengan melibatkan indera penglihatan terhadap seluruh elemen objek visual. Analisis dapat dilakukan dengan mencari tahu wujud, bentuk, warna, atau jumlah yang berkaitan dengan spesifikasi objek visual.
Media visual dapat mempermudah pemahaman, memperkuat ingatan, serta menarik perhatian dan minat siswa dalam proses belajar. Kemunculan ide menulis dapat didorong oleh rasa ingin tahu siswa terhadap objek visual.
Melalui penggunaan media pembelajaran visual membuat peserta didik menjadi lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung sehingga memunculkan semangat belajar, kreativitas, berpikir kritis, motivasi, dan prestasi belajarnya juga meningkat (Budiman, 2016).
Kolaborasi menarik antara proses pengamatan objek dengan penggunaan unsur majas personifikasi dapat tertuang dalam teks yang ditulis siswa sebagai hasil dari proses berpikir kritis dan kreatif.
Ide tulisan yang baik akan menghasilkan tulisan yang dapat mempengaruhi imajinasi pembaca terhadap objek visual yang ditulis. Oleh karena itu, media visual memiliki peran cukup penting dalam menumbuhkan ide menulis. Media visual tentu dapat menjembatani siswa dalam menyampaikan situasi, kondisi, atau keadaan objek visual kepada pembaca.
Mengatasi Keterbatasan Pengalaman Menulis
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam proses belajar. Media berbasis visual sebagai salah satu media yang mendukung pembelajaran menulis teks deskripsi.
Penggunaan media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi membantu siswa dalam mengatasi keterbatasan menulis. Media visual menyediakan ruang berpikir analitik sebagai salah satu upaya mendapatkan ide dan gagasan, sehingga pengalaman menulis siswa dapat berkembang.
Keterbatasan pengalaman menulis biasanya dipicu oleh ketidakcocokan media yang digunakan, atau bisa pula dipicu oleh minat siswa yang minim. Kehadiran media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi menjadi pembangkit minat menulis siswa yang sangat cocok. Media visual memegang peran yang sangat penting dalam proses belajar.
Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat peserta didik dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata, (Adji Syaifullah, 2020).
Ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan menggunakan media visual sebelum menulis teks deskripsi. Salah satunya, siswa dapat mengumpulkan potongan-potongan informasi dari media visual yang digunakan untuk merangkai tulisan.
Selain itu, media visual juga dapat membangun daya imajinasi siswa dengan penambahan unsur majas yang menarik. Melalui proses pengumpulan informasi hingga merangkai tulisan dengan penambahan unsur majas akan memberikan motivasi dan pengalaman siswa dalam hal menulis teks deskripsi.
Kesimpulan
Peran penting media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas 7 ditunjukkan dengan beragam fungsinya. Beberapa fungsi media visual disampaikan sebagai media yang dapat menanamkan konsep dasar konkret dan realistis, memunculkan ide menulis, serta mengatasi keterbatasan pengalaman menulis siswa.
Ketercapaian tujuan menulis teks deskripsi juga dapat didukung dengan kegiatan relevan berbasis media visual. Dengan demikian, peran media visual dalam pembelajaran menulis teks deskripsi semakin berdampak pada hasil tulisan siswa kelas 7.
Referensi
Cecep, Asfara, dkk, Pemanfaatan Media Visual dalam Tercapainya Tujuan Pembelajaran, (Akademika: Jurnal Teknologi Pendidikan, 2021) Vol. 10, No. 2. h. 296
Daryanto (2010). MEDIA PEMBELAJARAN Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: GAVA MEDIA
Desma, M. (2021). Peningkatan Keterampilan Menyusun Teks Deskripsi Melalui Pembelajaran Dengan Media Mind Map Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 05 Lebong Tahun Ajaran 2021/2022. Lebong: CV Tatakata Grafika
Erickson dalam Albi dan Johan. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Edisi VI Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Larasati, dkk. (2019). Media Pembelajaran. Klaten: Penerbit Lakeisha
Lilis, F., Nurhadi., Siti, H. (2013). Korelasi Pemanfaatan Media Visual Dengan Kemampuan Menulis Karangan Kelas V SDN 14 Sungai Kakap. Oai: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Tanjungpura
Munadi dalam Syarifuddin dan Eka. (2022). Media Pembelajaran (Dari Masa Konvensional Hingga Masa Digital). Palembang: Bening Media Publishing
Nani, D. (2006). Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Semenjana kelas X. Bandung: Grafindo Media Pratama
Septy, N., Kholis, N., dkk. (2021). Penerapan Media Visual Untuk Siswa Kelas V Di SDN Muncul 1. EDISI: Jurnal Edukasi dan Sains
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply