JAKARTA, KalderaNews.com – Ombudsman Republik Indonesia bakal lakukan investigasi dugaan kecurangan UTBK SNBT 2025. Kamu juga bisa lapor ke sini!
Anggota Ombudsman, Indraza Marzuki Rais menyatakan bahwa langkah ini menjadi kewenangan Ombudsman untuk melakukan pengawasan.
“Kami ingin memastikan proses seleksi perguruan tinggi berjalan jujur, adil, dan transparan,” tegas Rais.
BACA JUGA:
- Banyak Modus Kecurangan UTBK 2025 Terjadi, Pelaku Bisa Didiskualifikasi Dari Semua Jalur Masuk PTN
- UTBK SNBT 2025 Diwarnai Skandal Teknologi Tinggi: Kamera di Behel Gigi hingga Jaringan Kecurangan Lintas Pulau
Layanan aduan kecurangan UTBK sudah dibuka!
Kata Rais, Ombudsman telah menerima sejumlah laporan dugaan kecurangan dari masyarakat sejak hari pertama tes dilaksanakan, termasuk yang beredar di media sosial.
Ia pun menekankan bahwa investigasi ini bukan untuk sekadar mencari kesalahan atau kekurangan semata.
“Investigasi bukan sekadar mencari kesalahan, tapi untuk memastikan aspirasi masyarakat ditanggapi dengan cepat dan tepat. Pendidikan itu hak semua orang, dan jalannya ke sana harus bersih dari kecurangan,” kata Rais.
Selain itu, Ombudsman juga telah menyediakan layanan pengaduan khusus untuk mengumpulkan sejumlah masalah dalam UTBK SNBT 2025.
Layanan pengaduan tersebut dibuka sampai 31 Juli 2025.
Nah, jika kamu mendapati kendala atau menemukan dugaan kecurangan dalam UTBK 2025, bisa langsung melapor secara online dengan menghubungi nomor 0811-9093-737 atau mengirim email ke team7@ombudsman.go.id.
“Setiap aduan yang masuk akan diverifikasi, lalu diteruskan ke panitia SNPMB untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku,” papar Rais.
Dugaan kecurangan UTBK
Dugaan kebocoran soal santer mengiringi pelaksanaan UTBK SNBT 2025 yang digelar sejak Rabu, 23 April 2025.
Bahkan, beberapa isu kecurangan itu muncul di unggahan di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, tampak percakapan grup Whatsapp yang diduga para peserta UTBK tengah berbagi cerita mengenai kebocoran soal serta kecurangan yang dilakukan masing-masing peserta.
“Pengawasnya rata-rata pada santai, makanya aku bisa chat Deepseek,” ujar salah satu percakapan dalam tangkapan layar tersebut.
Sementara, Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok membantah adanya kebocoran soal ujian tulis.
Tetapi, ia tak memungkiri ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan peserta.
Beberapa modus kecurangan yang digunakan adalah membawa kamera tersembunyi di ikat pinggang, kawat gigi, sampai penggunaan software remote desktop.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply