
DENPASAR, KalderaNews.com – Bencana banjir yang melanda Kota Denpasar, Bali, pada Rabu, 9 September 2025, telah berdampak serius pada dunia pendidikan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mencatat, sebanyak 30 sekolah terdampak banjir, mengakibatkan kerusakan parah pada sarana dan prasarana.
Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, merinci bahwa dari total sekolah yang terdampak, 28 di antaranya adalah sekolah dasar (SD) dan dua sekolah menengah pertama (SMP). Dua SMP tersebut adalah SMP CHIS dan SMPN 13 Denpasar.
BACA JUGA:
- Hati-hati! Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Inilah Daerah yang Akan Dilanda Hujan Deras
- Benarkah Benua Australia Bergerak Mendekat ke Indonesia? Ini Kata Pakar
- BMKG: Ini Penyebab Banjir di Bali, Gelombang Rossby dan Curah Hujan Ekstrem
“Sebagian besar sekolah dasar yang terdampak berada di Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar Barat, dan Denpasar Selatan, yang menjadi lokasi terparah banjir,” ujar Suriawan pada Kamis, 11 September 2025.
Ia pun merinci sekolah yang terdampak banjir di Kecamatan Denpasar Utara meliputi: SDN 10 Peguyangan, SDN 6 Peguyangan, SDN 11 Peguyangan, SDN 4 Peguyangan, SDN 4 Dauh Puri, SDN 22 Dauh Puri, dan SD Candra Kasih. Di Kecamatan Denpasar Barat tercatat 10 sekolah terdampak banjir, yakni SDN 23 Pemecutan, SDN 15 Pemecutan, SDN 21 Dauh Puri, SDN 17 Pemecutan, SDN 12 Dauh Puri, SDN 16 Pemecutan, SDN 10 Dauh Puri, SDN 9 Padangsambian, SDN 2 Padangsambian, dan SDN 14 Dauh Puri.
Di Kecamatan Denpasar Selatan dilaporkan 10 sekolah terdampak banjir. Sepuluh sekolah itu, yakni: SDN 13 Sesetan, SDN 6 Sesetan, SDN 7 Sesetan, SDN 14 Pedungan, SDN 12 Sesetan, SDN 18 Sesetan, SDN 10 Sanur, SDN 4 Panjer, SDN 2 Sesetan, dan SDN 1 Sesetan. Sementara di Kecamatan Denpasar Timur dilaporkan hanya satu sekolah terdampak banjir, yakni SDN 2 Penatih.
Kerusakan yang terjadi cukup signifikan. Ketinggian air di beberapa sekolah mencapai 1 hingga 2 meter, merendam seluruh ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolah.
Tak hanya itu, beberapa sekolah juga mengalami kerusakan struktural, seperti tembok pembatas yang jebol dan plafon ruang kelas yang ambruk akibat kebocoran, seperti yang terjadi di SDN 9 dan SDN 2 Padangsambian.
Banyak aset sekolah ikut hanyut dan rusak, termasuk proyektor, sound system, laptop, alat tulis, dan buku-buku.
Untuk sementara, sekolah yang terdampak banjir memberlakukan pembelajaran daring, sementara sekolah lain tetap beroperasi normal. Dua sekolah, yaitu SDN 12 dan SDN 25 Pemecutan, bahkan dialihfungsikan menjadi posko penanggulangan bencana.
“Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan, namun sebagian sekolah terpaksa menyesuaikan jadwal atau melakukan pembelajaran daring sebagai alternatif agar terlaksana,” jelas Suriawan.
Disdikpora Kota Denpasar telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR untuk menyedot genangan air dan membersihkan endapan lumpur. Sekolah juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan skema pembelajaran daring bila diperlukan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply