OSN-K SMP Diumumkan! Jangan Asal Protes, Begini Mekanisme Penilaiannya

Peserta OSN IPS 2019 Tingkat SMP sedang mengikuti ujian tertutlis di Yogyakarta
Peserta OSN IPS 2019 Tingkat SMP sedang mengikuti ujian tertutlis di Yogyakarta (KalderaNews/ditpsmp.kemdikbud)
Sharing for Empowerment

Hasil OSN-K SMP 2026 diumumkan! Jangan asal protes nilai sama, simak mekanisme penilaian & aturan tie-breaker resminya di sini.

JAKARTA, KalderaNews.com – Hasil Olimpiade Sains Nasional tingkat kabupaten/kota (OSN-K) jenjang SMP sederajat tahun 2026 resmi diumumkan hari ini, Jumat, 26 Juni 2026.

Jadwal krusial ini telah sesuai dengan dokumen panduan resmi pelaksanaan OSN 2026 yang dirilis oleh panitia pusat.

Seiring dengan keluarnya pengumuman, atmosfer kompetisi tentu memanas. Sering kali, peserta atau sekolah merasa bingung mengapa nilai yang sama bisa menghasilkan peringkat yang berbeda, hingga berujung pada spekulasi negatif atau protes yang keliru.

BACA JUGA:

Jangan asal berasumsi atau melakukan protes tanpa dasar! Puspresnas memiliki aturan pemeringkatan yang sangat ketat dan terkomputerisasi. Untuk menghindari kesalahpahaman, berikut adalah mekanisme penilaian resmi untuk cabang IPA, Matematika, dan IPS yang wajib dipahami.

Aturan Umum yang Sering Diabaikan (Sistem Minus?)

Satu hal penting yang harus digarisbawahi oleh seluruh siswa dan guru pendamping: OSN-K 2026 tidak menggunakan sistem nilai minus.

  • Jawaban Benar diberi nilai 4.
  • Jawaban Salah atau Tidak Menjawab diberi nilai 0.

Penting untuk Diketahui: Kuota lolos ke tingkat provinsi (OSN-P) dibatasi hanya untuk peserta yang menduduki peringkat 1 sampai 5 di setiap Kabupaten/Kota, dengan ketentuan maksimum 2 peserta per sekolah.

Jangan Bingung Nilai Sama, Ini Mekanisme Pemecah Skor (Tie-Breaker)

Jika ada dua peserta atau lebih yang memiliki total nilai yang sama persis, juri tidak akan mengundi pemenang secara acak. Ada urutan indikator penentu (tie-breaker) yang berbeda di setiap cabang lomba:

Cabang IPA (Maksimum Skor: 160 | 40 Soal)

Jika total nilai peserta IPA sama, penentuan peringkat akan diurutkan berdasarkan prioritas berikut:

  1. Jumlah jawaban kosong paling sedikit. (Siswa yang lebih berani mengisi dan benar akan diunggulkan).
  2. Jika masih sama, dilihat dari kelas peserta yang paling rendah (misal: siswa kelas 7 mengalahkan kelas 8).
  3. Jika masih sama, ditentukan berdasarkan usia/umur yang paling muda.

Cabang Matematika (Maksimum Skor: 100 | 25 Soal)

Untuk cabang Matematika, mekanismenya jauh lebih berlapis:

  1. Jumlah jawaban salah paling sedikit.
  2. Jawaban benar untuk kategori soal SULIT paling banyak.
  3. Jawaban benar untuk kategori soal SEDANG paling banyak.
  4. Kelas yang lebih rendah.
  5. Usia yang lebih muda.

Cabang IPS (Maksimum Skor: 240 | 60 Soal)

Untuk rumpun sosial, urutan pemecah komponen nilai yang sama adalah:

  1. Jumlah jawaban benar yang paling banyak.
  2. Jumlah soal yang tidak dijawab (kosong) paling sedikit.
  3. Kelas peserta yang paling rendah.
  4. Umur peserta yang paling muda.

Keputusan Mutlak: Penilaian dilakukan secara otomatis melalui sistem aplikasi panitia pusat. Segala keputusan tim juri yang tertuang dalam berita acara bersifat final, mutlak, dan tidak dapat diganggu gugat.

Jadwal Tahapan Selanjutnya: Bersiap Menuju OSN-P 2026

Bagi para peserta yang berhasil menembus ketatnya persaingan peringkat 1-5 di kabupaten/kota, jangan terlena. Rangkaian tahapan menuju tingkat provinsi hingga nasional sudah menanti di depan mata dengan jadwal berikut:

  • Uji Coba OSN-P: 30 Juni – 1 Juli 2026
  • Seleksi Tingkat OSN-P: 9 Juli 2026
  • Pengumuman Hasil OSN-P: 20 Juli 2026
  • Uji Coba Semi Final Dikdas: 6 – 7 Agustus 2026
  • Semi Final Dikdas: 13 Agustus 2026
  • Pengumuman Finalis Nasional: 16 Agustus 2026
  • Seleksi OSN Tingkat Nasional Dikdas: 25 – 31 Agustus 2026

Selamat bagi para siswa yang dinyatakan lolos. Bagi yang belum beruntung, mekanisme penilaian di atas membuktikan bahwa kompetisi ini berjalan objektif, transparan, dan terukur. Mari junjung tinggi integritas sains!

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*