
AMBON, KalderaNews.com – Gelombang unjuk rasa di Kota Ambon terus berlanjut. Kali ini, ratusan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) AM. Sangadji Ambon mendatangi kantor DPRD Maluku pada Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 14.00 WIT.
Aksi ini dikoordinatori oleh Presiden Mahasiswa UIN Ambon, Safarudin Lakesubun.
Dalam aksi ini, para mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan, termasuk ketimpangan sosial dan masalah adat yang terjadi di wilayah Maluku.
BACA JUGA:
- Mahasiswa UI Bakal Gelar Demo Besar-besaran Pekan Ini Bertajuk ’17+8 Tuntutan Rakyat’, Berikut Sederet Tuntutannya
- BEM SI Resmi Batal Demo 2 September 2025, Inilah Lokasi Demo 7 Elemen Masyarakat di Jakarta Hari Ini
- 17+8 Tuntutan Rakyat Viral di Media Sosial, Ini Isi Lengkapnya
Tuntutan utama mereka menyoroti beberapa isu krusial:
- Persoalan Gunung Botak di Pulau Buru.
- Konflik antara PT. Batu Licin di Maluku Tenggara.
- Konflik warga antara Hitu dan Hunuth yang terjadi beberapa waktu lalu.
Salah satu orator dalam aksinya dengan lantang mengkritik kinerja DPRD Maluku.
“DPRD tidur. Tidak ada kontribusi. Misalkan masalah konflik di Hunuth, DPRD tidak pernah memanggil pihak yang terlibat untuk ada dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat),” teriaknya.
Pengamanan Ketat dan Tanggapan Legislator
Aksi mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan TNI-Polri.
Kapolresta Pulau Ambon dan PP Lease, Kombes Pol. Dr. Yoga Putra Prima Setya, juga terlihat di lokasi untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Sejumlah anggota dewan, termasuk Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, terlihat tampil di depan untuk menghadapi massa dan melayani aspirasi para demonstran.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply