Viral! Video Asusila Pelajar SMP di Lorong Bioskop Pangkalan Bun, Sekolah Selidiki Identitas Pelaku

Ilustrasi: Kampanye Aksi Nyata Kita Melawan Kekerasan Berbasis Gender. (KalderaNews.com/Ist.)
Ilustrasi: Kampanye Aksi Nyata Kita Melawan Kekerasan Berbasis Gender. (KalderaNews.com/Ist.)
Sharing for Empowerment

PANGKALAN BUN, KalderaNews.com- Sebuah video asusila berdurasi 1 menit 4 detik yang direkam oleh kamera CCTV viral di media sosial.

Lokasi rekaman diketahui berada di salah satu lorong bioskop di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat. Video itu menarik perhatian serius masyarakat.

Rekaman yang memiliki penanda waktu 5 Juli 2025 pukul 14.01 WIB tersebut menayangkan adegan sepasang remaja melakukan perbuatan tidak pantas di ruang publik bioskop.

Informasi yang beredar mengaitkan salah satu pelaku dalam video itu masih berstatus pelajar di tingkat SMP dari sebuah sekolah di Kecamatan Arut Selatan. Dugaan ini segera menjadi fokus perhatian pihak sekolah.

BACA JUGA:

Respon Pihak Sekolah

Kepala Sekolah (Kepsek) dari institusi pendidikan yang disebut-sebut itu telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima kabar mengenai penyebaran video tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa sekolah masih melakukan pendalaman untuk memverifikasi kebenaran identitas pelajar yang diduga terlibat.

“Kami masih mendalami informasi tersebut. Saat ini kami belum bisa memastikan apakah benar yang bersangkutan adalah siswa kami. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelas Kepala Sekolah, Rabu (22/10/2025).

Kejadian dalam video tersebut sejatinya telah terjadi pada Juli 2025 lalu. Setelah insiden itu, pihak bioskop diketahui telah memanggil dan memberi teguran keras kepada kedua remaja yang terlibat.

Pihak bioskop dan kedua remaja tersebut dikabarkan sempat membuat kesepakatan agar rekaman CCTV tidak disebarluaskan, tujuannya untuk menjaga privasi dan menghindari dampak sosial yang lebih luas.

Ironisnya, kesepakatan itu dilanggar. Setelah beberapa bulan, rekaman tersebut justru muncul dan menyebar luas di media sosial.

Hal ini menimbulkan keresahan publik dan kekhawatiran terkait isu moralitas serta pengawasan terhadap anak di bawah umur.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penelusuran identitas oleh sekolah sambil menunggu langkah koordinasi selanjutnya dengan instansi terkait.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*