Heboh di Media Sosial, Oknum Guru SMK Cimahi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Siswi

Postingan SMKN 3 Cimahi darurat pelecehan seksual (KalderaNews/Instagram@aliansipelajarcmh)
Sharing for Empowerment

CIMAHI, KalderaNews.com –Masyarakat dibuat geger oleh beredarnya unggahan di media sosial yang menyoroti dugaan tindakan asusila dilakukan seorang oknum guru honorer terhadap siswi di SMK Negeri 3 Kota Cimahi.

Kasus ini memunculkan keprihatinan publik dan desakan agar pihak sekolah menindak tegas pelaku serta memberikan perlindungan bagi korban.

Unggahan tersebut pertama kali muncul di akun Instagram @aliansipelajarcmh dengan tagar #SMKNegeri3DaruratPelecehanSeksual.

BACA JUGA:

Dalam postingan itu, disebutkan inisial oknum guru TN, lengkap dengan tangkapan layar percakapan antara TN dan korban yang berisi kalimat berbau pelecehan seksual.

Pihak sekolah ambil langkah tegas terkait kabar viral pelecehan seksual di SMKN 3 Cimahi

Pihak sekolah pun akhirnya membenarkan kejadian itu. “Kami langsung mengambil langkah cepat setelah laporan muncul. Langsung dipanggil oknumnya, kemudian kita BAP. Dan dari hasil BAP itu beliau dengan sadar dan tanpa tekanan mengundurkan diri dari SMKN 3 Cimahi,” ujar Waka Kurikulum SMKN 3 Cimahi, Ade Sudrajat pada Kamis (6/11/2025).

Menurut Ade, tindakan guru TN dinilai telah melanggar kode etik guru serta mencoreng nama baik sekolah. Karena itu, pihak sekolah memastikan yang bersangkutan tidak lagi mengajar di SMK Negeri 3 Cimahi.

“Benar guru di sini sejak 2017, berstatus honorer pelajaran Agama. Mengundurkan diri per tanggal 31 Oktober 2025, tapi karena itu hari Sabtu maka efektifnya per 3 November 2025 sudah bukan bagian dari SMK Negeri 3 Cimahi lagi,” katanya.

Saat ditanya mengenai jumlah korban, pihak sekolah menyebut baru satu siswa yang teridentifikasi.

“Kalau untuk korban, ya yang kemarin teridentifikasi ada satu orang. Awalnya terungkap dari temannya yang melapor ke sekolah,” jelasnya.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

“Terkait ada yang speak up di medsos, perlunya untuk didata kembali. Tapi intinya, guru yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dan bukan bagian dari sekolah kami lagi,” tegas Ade.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*