Jakarta Siaga! 25 Hari ke Depan Diprediksi Hujan Ekstrem!

Cuaca ekstrem. (climatechange-theneweconomy.com)
Cuaca ekstrem. (climatechange-theneweconomy.com)
Sharing for Empowerment

JAKARTA, KalderaNews.com – Warga Jakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan! Hujan ekstrem yang mengguyur selama 25 hari ke depan!

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah antisipatif serius dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan deras dan anomali cuaca.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa langkah darurat telah diambil, salah satunya adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BACA JUGA:

Upaya modifikasi cuaca

Menurut Gubernur Pramono, koordinasi intensif telah dilakukan dengan BMKG dan BNPB.

“Kami melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko hujan ekstrem di Jakarta. Anggarannya sudah disiapkan,” ujarnya.

Langkah ini bukan tanpa alasan, lantaran diperkirakan dalam 25 hari ke depan akan terjadi beberapa kali anomali dan cuaca ekstrem.

Modifikasi cuaca akan dilakukan secara sigap setiap kali BMKG mendeteksi potensi curah hujan tinggi, yakni di atas 150 hingga 200 milimeter.

“Pokoknya setiap ada kemungkinan curah hujan di atas 150 atau 200, kami akan langsung lakukan modifikasi cuaca,” tegas Pramono.

Waspada banjir rob dan kiriman

Selain potensi hujan lokal yang ekstrem, masyarakat Jakarta juga diminta bersiap menghadapi ancaman lain: banjir rob (banjir air laut pasang).

Pramono mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada 6-8 November 2025.

“Mudah-mudahan tidak bersamaan antara banjir rob, banjir kiriman, dan banjir lokal. Tapi kami sudah siapkan semua antisipasinya,” jelas Pramono.

Penyebab hujan ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa tingginya curah hujan ini disebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer:

  • Dipole Mode Index (DMI) Negatif: Nilai DMI saat ini menunjukkan angka -1.27. Nilai negatif ini memicu peningkatan suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat, sehingga memperkuat pembentukan awan hujan.
  • Madden-Julian Oscillation (MJO): Fenomena MJO terpantau berada di fase 4 (Maritime Continent), yang juga sangat berkontribusi pada proses pembentukan awan hujan di Indonesia bagian barat.
  • Gelombang Rossby Ekuator Aktif: Gelombang ini diprediksi aktif di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, hingga Pulau Jawa bagian utara, yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan di kawasan tersebut.

Imbauan penting dari BMKG

Berdasarkan hasil pemantauan ini, BMKG meminta masyarakat untuk:

  1. Tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta gelombang laut tinggi.
  2. Aktif memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal-kanal resmi BMKG.
  3. Memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik di lingkungan masing-masing sebagai upaya awal pencegahan banjir.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*