
WASHINGTON, KalderaNews.com – Nama Greenland mendadak menjadi pusat gravitasi geopolitik dunia di awal tahun 2026.
Pulau terbesar di dunia yang selama ini dikenal dengan gletser abadi dan ketenangannya, kini justru memanas akibat ambisi besar Gedung Putih.
Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland dari Denmark demi alasan keamanan nasional.
BACA JUGA:
- Parah! Kepulauan Seribu Terancam Tenggelam, BRIN Beberkan Alasannya
- Kenaikan Permukaan Air Laut Jadi Ancaman Serius Negara-negara Kepulauan Kecil, Ini Tiga Solusinya
- Indonesia Negara Kepulauan, Peluang Penelitian untuk Dosen Muda Masih Sangat Luas
Namun, ambisi ini memicu reaksi keras dari Eropa. Delapan negara NATO—termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris—mulai mengerahkan personel militer mereka ke pulau otonom tersebut untuk menjaga kedaulatan teritorial dari ancaman aneksasi.
Daya Tarik Greenland: Lebih dari Sekadar Es

Mengapa wilayah berpenduduk hanya sekitar 56.000 jiwa ini begitu diperebutkan? Di balik lapisan es setebal 3 kilometer, Greenland menyimpan pesona dan potensi yang luar biasa:
- Gerbang Strategis Arktik: Secara geografis, Greenland adalah bagian dari Amerika Utara, namun secara politik dan budaya ia adalah jantung Eropa. Siapa pun yang menguasainya, akan memegang kendali atas jalur pelayaran baru di Kutub Utara.
- “Harta” yang Terkubur: Jutaan tahun lalu, Greenland adalah daratan hijau yang subur. Para ilmuwan menemukan tanah purba yang membeku jutaan tahun di bawah es, mengisyaratkan adanya kekayaan mineral dan sumber daya alam yang melimpah.
- Benteng Keamanan: Trump berargumen bahwa Denmark tidak akan mampu melindungi Greenland jika Rusia atau China mencoba mendudukinya. Baginya, Greenland adalah aset pertahanan yang krusial bagi Amerika Serika
Fakta Unik: Rahasia di Balik Pulau Terbesar Dunia
Bagi dunia luar, Greenland mungkin misterius. Berikut adalah fakta yang jarang diketahui:
- Negara Tanpa Jalan: Meski luasnya 2,16 juta $km^2$, tidak ada jalan raya yang menghubungkan antar kota. Penduduk bepergian menggunakan helikopter, kereta luncur anjing, atau kapal.
- Matahari Tengah Malam: Dari 25 Mei hingga 25 Juli, matahari tidak pernah terbenam. Fenomena ini menjadi perayaan nasional setiap 21 Juni.
- Budaya Inuit yang Kuat: 88% penduduknya adalah suku Inuit (Kalaallit). Mereka sangat bangga akan identitasnya dan menolak disebut “Eskimo”.
- Ibu Kota Kosmopolitan: Nuuk, sang ibu kota, adalah rumah bagi seperempat populasi. Meski kecil, Nuuk memiliki kafe trendi, butik mode, dan museum seni kelas dunia.
Ketegangan Militer 2026: NATO vs Ambisi Trump

Situasi semakin pelik ketika menteri-menteri pertahanan Eropa mulai mengirimkan tim pengintai dan spesialis gunung ke Nuuk.
- Prancis mengirimkan 15 spesialis gunung dan aset udara-laut.
- Jerman mengerahkan tim pengintai, diikuti oleh perwira dari Swedia, Norwegia, Belanda, dan Finlandia.
- Inggris turut bergabung dalam kelompok pengintai militer tersebut.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menegaskan bahwa kehadiran NATO di Greenland akan bersifat permanen sepanjang tahun 2026. “Keamanan di Arktik bukan hanya untuk Denmark, tapi untuk seluruh NATO,” tegasnya.
Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan pada Jumat (16/1/2026) bahwa kehadiran pasukan Eropa tidak akan mengubah pendirian Trump.
Bagi Washington, akuisisi Greenland adalah harga mati yang tidak bisa ditawar melalui diskusi tingkat tinggi di Gedung Putih yang sebelumnya menemui jalan buntu.
Masa Depan Arktik di Persimpangan Jalan
Greenland bukan lagi sekadar pulau es yang terisolasi. Ia kini menjadi simbol perebutan pengaruh antara visi ekspansionis Amerika Serikat dan pertahanan kedaulatan blok Eropa.
Di tengah ketegangan militer ini, rakyat Greenland tetap bertahan pada tradisi berburu paus dan anjing laut mereka, sambil menyaksikan dunia bertarung memperebutkan tanah air mereka yang indah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply