
Simak profil pendidikan Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, pasangan pemimpin Sulawesi Tengah yang mendapat sorotan lewat program Berani Cerdas.
JAKARTA, KalderaNews.com– Program pendidikan gratis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali menjadi sorotan publik. Melalui program Berani Cerdas, pemerintah daerah memberikan dukungan biaya pendidikan kepada puluhan ribu mahasiswa, mulai dari jenjang S1 hingga pendidikan lanjutan.
Program tersebut diketahui telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp84 miliar sepanjang 2025. Pada 2026, cakupan program diperluas hingga jenjang S2 dan S3, meski kuotanya lebih terbatas.
Kebijakan tersebut turut membuat sosok Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menjadi perhatian.
BACA JUGA:
- Profil Arya Wedakarna, Anggota DPD Bali yang Viral Hadiri Kontes Transpuan
- Profil Pendidikan Agustiar Sabran, Gubernur Kalteng yang Disorot Warganet
- Sosok Viral Kadisdik Kalteng, Kebijakan Kontroversial Sekolah di Tengah Asap
Keduanya memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang cukup panjang sebelum menduduki posisi sebagai pimpinan daerah.
Profil Pendidikan Anwar Hafid, Gubernur Sulawesi Tengah
Anwar Hafid merupakan Gubernur Sulawesi Tengah yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang ilmu pemerintahan.
Pria kelahiran Bungku Barat, Morowali, Sulawesi Tengah, 14 Agustus 1969 tersebut mengawali pendidikan tingginya di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Makassar.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin dan menyelesaikannya pada 1994.
Pendidikan Anwar Hafid berlanjut ke jenjang magister. Ia mengambil S2 Ilmu Pemerintahan di Universitas Muslim Indonesia dan lulus pada 2011.
Tidak berhenti di jenjang magister, Anwar Hafid kemudian menempuh pendidikan doktoral di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan pada 2023.
Sebelum menjadi gubernur, Anwar Hafid juga telah lama berkecimpung dalam pemerintahan. Ia pernah memulai karier sebagai kepala desa, kemudian menjalani sejumlah posisi birokrasi, termasuk camat dan pejabat pemerintahan daerah.
Namanya semakin dikenal setelah menjabat Bupati Morowali selama dua periode, yakni 2007-2012 dan 2013-2018. Setelah itu, ia melanjutkan karier politik di tingkat nasional sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.
Profil Pendidikan Reny A. Lamadjido
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido memiliki latar belakang berbeda. Ia merupakan seorang dokter yang kemudian berkarier cukup lama di bidang kesehatan dan pemerintahan.
Reny menempuh pendidikan S1 Kedokteran di Universitas Hasanuddin pada 1981-1989. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, ia melanjutkan pendidikan dokter spesialis di Universitas Hasanuddin pada 1997-2001.
Reny kemudian mengambil pendidikan Magister Kesehatan di Universitas Hasanuddin dan menyelesaikannya pada 2013.
Karier profesionalnya banyak berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Ia pernah menjadi Asisten Obgyn di RSU Anutapura, dokter Puskesmas Dolo, hingga Kepala Puskesmas Duyu.
Reny juga pernah menjabat Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Anutapura. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Direktur RSU Anutapura pada 2004-2015 dan Direktur RSUD Undata Palu pada 2015-2018.
Pengalamannya di bidang kesehatan kemudian berlanjut di pemerintahan. Reny dipercaya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah pada 2018-2020.
Pada 2020, Reny mulai masuk ke dunia politik melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia kemudian terpilih sebagai Wakil Wali Kota Palu untuk periode 2021-2025 sebelum akhirnya maju sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Tengah.
Program Berani Cerdas Biayai Kuliah Mahasiswa
Latar belakang pendidikan dan pengalaman Anwar Hafid serta Reny A. Lamadjido kembali menjadi perhatian seiring dengan kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Program Berani Cerdas menjadi salah satu kebijakan yang diarahkan untuk memperluas akses masyarakat Sulawesi Tengah terhadap pendidikan tinggi.
Sepanjang 2025, program tersebut disebut telah menjangkau 23.569 mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp84 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah.
Pada 2026, program Berani Cerdas diperluas untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan S2 dan S3. Namun, kuotanya jauh lebih terbatas dibandingkan program untuk mahasiswa S1.
Terdapat 100 kursi untuk mahasiswa S2, 20 kursi untuk S3, serta 10 kursi untuk pendidikan dokter spesialis.
Penerima program pada jenjang tersebut juga dibebani ketentuan untuk kembali ke daerah dan mengabdi selama minimal lima tahun. Kebijakan ini diarahkan agar investasi pemerintah di bidang pendidikan juga memberikan manfaat kembali bagi pembangunan Sulawesi Tengah.
Warganet Soroti Kebijakan Pendidikan Sulawesi Tengah
Program tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya diposting oleh akun Instagram @helpinpublisher yang mendapat hingga 5000 komentar.
Sebagian warganet menilai anggaran pendidikan layak menjadi prioritas karena pendidikan dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat.
Salah satu komentar bahkan menyoroti perbandingan anggaran program pendidikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“MBG kalau distop sehari, bisa nguliahin berapa orang ya?” tulis seorang warganet.
Komentar lain justru memberikan apresiasi terhadap latar belakang pendidikan kedua pemimpin Sulawesi Tengah tersebut.
“Memang sudah saatnya semua pemimpin kita ini minimal S2 lah,” tulis seorang warganet.
Ada pula warganet yang menilai kombinasi latar belakang pendidikan Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido menarik. Anwar diketahui memiliki gelar doktor, sedangkan Reny merupakan dokter spesialis.
“Gub-nya S3, wagubnya dokter spesialis. Ini kombinasi paling keren,” komentar warganet lainnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat yang mengaku keluarganya menjadi penerima manfaat program tersebut. Salah satu warganet menceritakan bahwa adiknya menjadi penerima beasiswa sehingga orang tuanya tidak lagi harus menanggung biaya kuliah hingga menyelesaikan pendidikan S1.
“Adik bungsu ku jadi salah satu penerima manfaat beasiswanya. Senanglah bapak ku ga perlu biayai adik ku lagi sampai lulus kuliah S1,” tulisnya.
Komentar lain menilai pengalaman Anwar Hafid dan Reny A. Lamadjido sebagai pemimpin yang pernah berada di tingkat bawah pemerintahan dapat menjadi salah satu alasan kebijakan yang dibuat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Terlepas dari perdebatan tersebut, program Berani Cerdas menempatkan pendidikan tinggi sebagai salah satu agenda yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Perluasan cakupan hingga S2, S3, dan dokter spesialis pada 2026 juga menunjukkan adanya upaya untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply