
Mahasiswa UNP Fikri Fernando dilaporkan hilang usai pamit skripsi. Kampus sebut korban 3 semester nonaktif dan terancam DO.
PADANG, KalderaNews.com – Kejanggalan mewarnai kasus hilangnya seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) bernama Fikri Fernando (25).
Mahasiswa Program Studi Matematika angkatan 2020 tersebut dilaporkan hilang kontak oleh pihak keluarga sejak tiga hari belakangan, tepatnya per Jumat (4/9/2026).
BACA JUGA:
- Hilang 7 Hari! Mahasiswi Cantik Tel-U Nadira Az Zahra Ditemukan Kelelahan dan Disorientasi
- Sosok Maimanati Mutmainnah, Mahasiswi Unisba yang Dilaporkan Hilang Sejak 13 Juli
- Sosok Ryan Alghifary, Mahasiswa Unand yang Hilang Misterius Sejak November 2025
Di balik laporan hilangnya Fikri, pihak rektorat UNP mengungkap fakta mengejutkan terkait status akademis serta komunikasi terakhir korban dengan keluarganya.
Kronologi Hilangnya Fikri Fernando
Dugaan hilangnya Fikri mulai mencuat saat pihak keluarga tidak dapat menghubungi ponselnya setelah tanggal 31 Agustus 2026. Laporan kerabat dan penelusuran awal menunjukkan bahwa seluruh barang-barang pribadi Fikri masih tersimpan utuh di kamar kosnya.
Sebelum komunikasi terputus total, Fikri sempat menyampaikan pesan kepada orang tuanya bahwa ia dijadwalkan untuk mengikuti prosesi ujian skripsi pada akhir Agustus. Namun, klaim tersebut berbanding terbalik dengan catatan resmi pihak kampus.
Fakta Kampus: 3 Semester Nonaktif & Terancam DO
Sekretaris UNP, Erianjoni, membenarkan laporan hilangnya Fikri. Berdasarkan koordinasi dengan pihak dekanat, Erianjoni menyampaikan bahwa Fikri sebenarnya sudah tidak aktif mengikuti perkuliahan selama tiga semester berturut-turut.
| Informasi Akademis Fikri Fernando | Status / Keterangan Resmi UNP |
| Status Perkuliahan | Nonaktif selama 3 semester berturut-turut |
| Batas Drop Out (DO) | 21 Agustus 2026 (akibat keabsenan panjang) |
| Pengakuan ke Keluarga | Mengaku ikut ujian skripsi pada 31 Agustus 2026 |
| Status Kontak Terakhir | Hilang kontak sejak paska-31 Agustus 2026 |
Erianjoni menduga pengakuan soal ujian skripsi tersebut sengaja disampaikan Fikri hanya untuk menyenangkan hati orang tuanya di tengah ancaman drop out.
“Info terakhir dari dekan, mahasiswa tersebut sudah tiga semester tidak aktif kuliah. Sementara dia mengaku tetap kuliah kepada orang tuanya. Dia sebenarnya batas DO-nya 21 Agustus 2026 karena tidak masuk-masuk kuliah. Dia mengaku ikut ujian skripsi untuk menyenangkan orang tuanya, setelah itu menghilang,” ujar Erianjoni, Jumat (4/9/2026).
Upaya Pencarian oleh Pihak Rektorat dan Kepolisian
Saat ini, pihak pimpinan UNP bersama jajaran fakultas terus berupaya mengumpulkan petunjuk untuk melacak keberadaan Fikri. Fokus pencarian dilakukan dengan menggali keterangan dari lingkaran terdekat korban.
Pihak kampus berkoordinasi langsung dengan:
- Teman-teman satu angkatan dan Program Studi Matematika.
- Penghuni serta pemilik kamar kos tempat Fikri tinggal.
- Pihak keluarga korban untuk mencocokkan jejak komunikasi terakhir.
“Kami gali informasi ke teman-teman dekat dan teman satu kosnya. Semoga bisa segera terdeteksi keberadaannya,” tutur Erianjoni.
Masyarakat atau pihak yang memiliki informasi terkait keberadaan Fikri Fernando diimbau untuk segera melapor kepada pihak kepolisian terdekat atau menghubungi bagian sekretariat Universitas Negeri Padang.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnyadi Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply