JAKARTA, KalderaNews.com – Sembari menanti adzan Maghrib berkumandang Sabtu, 28 Februari 2026, kamu bisa menikmati parade 6 planet. Yuk cek di sini!
Pada akhir Februari ini, momen berbuka puasa bisa terasa berbeda karena ditemani pemandangan langka berupa parade 6 planet yang tampak berderet di langit malam.
Fenomena ini bisa diamati dari Indonesia, selama cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan tebal.
BACA JUGA:
- Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, BRIN Ungkap Alasan Idulfitri Bisa Beda Tanggal!
- Fenomena Langka Blood Moon 3 Maret 2026, Cek Jadwal Lengkap Pengamatan di Indonesia!
- Geger Lubang Raksasa di Aceh Tengah, BRIN: Ini Bukan Sinkhole! Ada Bahaya yang Mengintai
Ahli astronomi BRIN, Thomas Djamaluddin memaparkan, susunan tersebut hanyalah efek perspektif dari Bumi.
Parade planet ini merupakan ketampakan planet di langit yang tampak seperti berderet, dari barat ke timur.
Enam planet yang akan tampak berjejer antara lain Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter.
Waktu terbaik untuk mengamati
Nah, waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah sesaat setelah Maghrib, di ufuk barat sampai atas kepala.
Artinya, setelah matahari terbenam dan adzan Maghrib berkumandang, arahkan pandangan ke langit barat hingga ke atas kepala untuk melihat jajaran planet tersebut.
Waktu Maghrib tentu berbeda-beda di setiap wilayah. Misal di Surakarta pada Sabtu, 28 Februari 2026 besok waktu Maghrib jatuh pada pukul 18.00 WIB. Ini berbeda dengan Jakarta yang masuk waktu Maghrib pada pukul 18.15 WIB.
Cara amati parade 6 planet
Untuk menemukan posisi keenam planet yang berjajar, kamu bisa memperhatikan jalur ekliptika atau lintasan semu Matahari di langit.
Cara melihatnya, perhatikan langit pada jalur sekitar matahari terbenam sampai posisi bulan.
Tetapi, tidak semua planet dapat terlihat jelas dengan mata telanjang.
Venus, Saturnus, dan Jupiter termasuk yang paling mudah diamati. Venus tampak paling terang, sedangkan Saturnus dan Jupiter terlihat seperti bintang yang lebih redup.
Sementara, Merkurius, Uranus, dan Neptunus memerlukan bantuan teleskop agar bisa diamati dengan lebih jelas.
So, agar pengamatan lebih maksimal, pilih lokasi dengan minim polusi cahaya, seperti area terbuka atau luar ruangan.
Bila ingin menggunakan teleskop atau alat bantu optik, kamu bisa siapkan perangkat sebelum matahari terbenam.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply