Tujuh sekolah swasta mundur dari program Sekolah Gratis Banten. Penjabat Gubernur Andra Soni tegaskan hak siswa tetap terjamin!
BANTEN, KalderaNews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten mencatat ada tujuh sekolah menengah tingkat atas swasta yang mengajukan pengunduran diri dari program Sekolah Gratis.
Keputusan pengunduran diri ini mengejutkan publik, mengingat program tersebut merupakan salah satu program andalan Pemprov Banten.
BACA JUGA:
- Profil Risya Azzahra, Anak Wagub Banten yang Viral Diduga Ikut Fanmeeting Idol KPop
- Ngeri! Dana Hibah BOS di Banten Mengalir Tanpa Payung APBD ke 11 Sekolah Ini
- Banten Akan Hapus Jurusan SMK Penyumbang Pengangguran, Ini Daftarnya!
Menanggapi dinamika ini, Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa sekolah swasta yang mengundurkan diri tetap terikat komitmen hukum dan wajib menyelesaikan hak pembelajaran peserta didik angkatan pertama hingga mereka lulus.
Sekolah Wajib Tuntaskan MoU Angkatan Pertama
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah swasta dalam program Sekolah Gratis diatur secara sah melalui Memorandum of Understanding (MoU).
Dalam dokumen kerja sama tersebut, sekolah yang mendaftar telah sepakat untuk menyelenggarakan program hingga satu angkatan penuh lulus.
“Dalam proses angkatan pertama itu ada MoU yang dilakukan antara sekolah-sekolah yang berminat untuk ikut serta. Dalam MoU itu, disampaikan bahwa pihak sekolah siap menyelenggarakan dalam satu angkatan penuh,” ujar Andra Soni, Senin (3/8/2026).
Artinya, jika pihak sekolah memutuskan tidak melanjutkan partisipasinya pada penerimaan peserta didik baru (angkatan kedua), mereka tidak bisa memutus program secara sepihak di tengah jalan bagi siswa yang sedang berjalan di angkatan pertama.
Keberlanjutan Siswa Terjamin dan Aturan Sanksi
Mengenai sanksi atau konsekuensi bagi pihak sekolah yang mundur, Pemprov Banten mengacu sepenuhnya pada klausul aturan main yang tercantum dalam perjanjian MoU.
- Kepastian Belajar: Pemprov Banten menjamin proses belajar-mengajar para siswa angkatan pertama tidak akan terganggu oleh pengunduran diri pihak sekolah.
- Komitmen Hukum: Kerja sama diikat secara resmi dalam MoU demi menjaga keberlanjutan hak pendidikan anak-anak di Banten.
“Insyaallah anak-anak siswa masih tetap sekolah,” kata Andra menenangkan para orang tua murid.
Kuota 10.000 Siswa dan Kurasi 50 Sekolah Baru
Meskipun terdapat tujuh sekolah yang mengajukan pengunduran diri, minat sekolah swasta lainnya untuk bergabung dalam program Sekolah Gratis ini justru masih sangat tinggi.
| Informasi Program | Detail & Target |
| Capaian Tahun 2025 | 801 sekolah (SMA, SMK, dan SKh) bergabung |
| Target Kuota T.A. Baru | Sekitar 10.000 siswa penerima manfaat |
| Pengajuan Sekolah Baru | Sekitar 50 sekolah swasta baru mendaftar |
| Tahapan Saat Ini | Kurasi dan seleksi oleh Disdikbud Banten |
Andra Soni optimistis target penerimaan belasan ribu peserta didik pada tahun ajaran baru ini dapat langsung direalisasikan, seiring dengan proses verifikasi terhadap puluhan sekolah swasta baru yang berminat bergabung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply