
JAKARTA, KalderaNews.com – Menteri HAM, Natalius Pigai, melayangkan tantangan debat terbuka kepada Profesor UGM, Zainal Arifin Mochtar. Ramai nih!
Perselisihan intelektual ini bermula dari kritik Zainal terhadap pernyataan Pigai mengenai anggaran Kementerian HAM.
Lantas, seperti apa latar belakang pendidikan Natalius Pigai yang kini menjabat sebagai menteri di Kabinet Merah Putih?
BACA JUGA:
- Ada-Ada Saja! Menteri Natalius Pigai Sebut Penolak Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Penentang HAM
- Inilah Profil dan Jejak Pendidikan Zainal Arifin, Dikukuhkan Jadi Guru Besar Hukum UGM, JK-Novel Baswedan Hadir
- Wow! Mau Bangun Universitas HAM Pertama di Dunia, Menteri Natalius Pigai Minta Anggaran Rp 20 Triliun
Jejak pendidikan Pigai
Natalius Pigai dikenal sebagai aktivis kemanusiaan asal Papua yang memiliki rekam jejak panjang di lembaga negara.
Berikut profil pendidikannya:
- Meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP.) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) APMD Yogyakarta pada tahun 1999.
- Pendidikan non-formal dan pelatihan: Pendidikan Statistika di Universitas Indonesia (2004); Pendidikan Peneliti di Lembaga Administrasi Negara (2005); Kursus Kepemimpinan di Lemhannas.
Sebelum menjabat sebagai Menteri HAM, Pigai memulai kariernya sebagai staf khusus di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) pada era 1999–2004.
Puncak kariernya di bidang HAM tercapai saat ia terpilih sebagai salah satu dari 11 Komisioner Komnas HAM periode 2012–2017.
Profil pendidikan Prof. Zainal Arifin Mochtar
Berseberangan dengan Natalius Pigai, Zainal Arifin Mochtar merupakan akademisi murni yang memiliki latar belakang pendidikan hukum yang sangat kuat, baik di dalam maupun luar negeri.
Berikut riwayat pendidikannya:
- Sarjana Hukum (S.H.): Menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2003.
- Master of Laws (LL.M.): Meraih gelar magister dari Northwestern University, Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 2006.
- Doktor Ilmu Hukum (Dr.): Menyelesaikan gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2012.
- Summer School Administrative Law di Maastricht University, Belanda (2006).
- Summer School American Legal System di Georgetown Law School, Washington D.C., Amerika Serikat.
Pada Januari 2026, ia resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam bidang Hukum Kelembagaan Negara di Fakultas Hukum UGM.
Selain sebagai dosen, ia juga dikenal sebagai aktivis anti-korupsi dan pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi (PUKAT) FH UGM.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply