
JAKARTA, KalderaNews.com – Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) kembali mencetak pencapaian besar dengan menemukan galaksi paling jauh yang pernah berhasil diamati manusia. Galaksi tersebut diberi nama MoM-z14.
MoM-z14 memancarkan cahaya sekitar 280 juta tahun setelah alam semesta terbentuk. Cahaya itu menempuh perjalanan sangat panjang hingga akhirnya baru sekarang tertangkap oleh sensor inframerah milik JWST.
Temuan ini dilaporkan dalam sebuah studi yang pertama kali dipublikasikan di server pracetak arXiv pada 23 Mei 2025 dan kemudian diterima oleh Open Journal of Astrophysics pada Januari 2026. Studi tersebut berjudul “A Cosmic Miracle: A Remarkably Luminous Galaxy at zspec = 14.44 Confirmed with JWST”.
BACA JUGA:
- Teleskop Optik Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kupang, NTT
- Indonesia Sedang Bangun Teleskop Canggih di Kupang Timur, Serupa Teleskop Seimei yang Ada di Okayama Milik Universitas Kyoto
- Direktur Observatorium Bosscha Raih Penghargaan dari Royal Astronomical Society (RAS) 2023
“Dengan Webb, kita dapat melihat lebih jauh daripada yang pernah dilihat manusia sebelumnya, dan hasilnya sama sekali tidak seperti yang kita prediksi, yang merupakan tantangan sekaligus hal yang menarik,” kata penulis utama studi, Rohan Naidu, dari Institut Kavli untuk Astrofisika dan Penelitian Antariksa di Massachusetts Institute of Technology, melalui pernyataan NASA pada 28 Januari 2026.
MoM-z14, Galaksi dari Awal Kehidupan Alam Semesta
Para ilmuwan menjelaskan bahwa pembahasan mengenai jarak dan waktu menjadi semakin kompleks ketika mengamati objek sejauh ini, mengingat alam semesta terus mengembang akibat pengaruh energi gelap.
Untuk memastikan jarak MoM-z14, para astronom menggunakan instrumen NIRSpec (Near-Infrared Spectrograph) milik JWST.
Hasilnya menunjukkan galaksi tersebut memiliki pergeseran merah kosmologis sebesar 14,44. Ini berarti cahaya MoM-z14 telah melakukan perjalanan selama sekitar 13,5 miliar tahun dari total usia alam semesta yang diperkirakan mencapai 13,8 miliar tahun.
“Kita dapat memperkirakan jarak galaksi dari citra, tetapi sangat penting untuk menindaklanjuti dan mengonfirmasi dengan spektroskopi yang lebih detail sehingga kita tahu persis apa yang kita lihat, dan kapan,” ujar Pascal Oesch dari Universitas Jenewa, salah satu peneliti utama survei tersebut.
Selama lebih dari 13 miliar tahun, cahaya MoM-z14 melintasi ruang angkasa sebelum akhirnya tiba di Bumi. Seperti sejumlah galaksi awal lain yang ditemukan oleh JWST, MoM-z14 ternyata memiliki tingkat kecerlangan tinggi, kepadatan besar, serta kandungan kimia yang lebih kaya dibandingkan perkiraan ilmuwan untuk galaksi di era awal alam semesta.
Meski suatu saat rekor ini kemungkinan akan terpecahkan, MoM-z14 tetap menjadi objek penting yang membantu para peneliti memahami fase-fase paling awal dalam sejarah pembentukan alam semesta.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply