DEMAK, KalderaNews.com– Sebuah video yang menampilkan aksi grup drumband Mahadewa dalam acara Haflah Akhir Sanah Madrasah Diniyah atau perpisahan sekolah mendadak viral di media sosial.
Video tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @/recehxixi dan memicu perdebatan publik terkait batasan ekspresi seni dalam kegiatan yang bernuansa religius.
Dalam tayangan yang beredar luas, terlihat sekelompok perempuan mengenakan kostum drumband dengan koreografi energik dan erotis di atas panggung.
BACA JUGA:
- Viral! Guru SD di Madura Serahkan Temuan Harta Karun VOC, Begini Dasar Hukumnya!
- Ada-ada Saja! Viral Kepala Siswa SMA Terjepit di Pagar Besi Puncak Monas, Netizen: Definisi Kelewat Kreatif!
- Viral di Medsos, Dana BOS Rp165 Juta Raib Saat Kepsek SD di Indramayu Perbaiki Mobil
Tuai Hujatan Warganet
Video tersebut memantik perdebatan publik terkait batasan ekspresi seni dalam kegiatan yang bernuansa religius. Dalam rekaman yang beredar luas, drumband Mahadewa menampilkan koreografi dengan kostum mencolok saat memeriahkan acara perayaan kelulusan santri.
Penampilan tersebut disebut sebagai hiburan bagi santri dan masyarakat sekitar yang menghadiri kegiatan haflah.
Sejumlah warganet melayangkan kritik terhadap kostum yang dinilai terlalu berani, serta gerakan koreografi yang dianggap tidak selaras dengan nilai dan marwah lembaga pendidikan agama.
Sebagian pihak menilai penampilan tersebut kurang mencerminkan etika dalam acara keagamaan, terlebih kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan madrasah diniyah yang identik dengan nilai kesederhanaan dan norma religious, apalagi berlangsung di lingkungan madrasah diniyah.
Kemenag Pati Buka Suara
Disebut bahwa kejadian tersebut berlokasi di Pati. Namun, berdasarkan penelusuran, peristiwa dalam video tersebut diduga terjadi di luar wilayah Kabupaten Pati.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menampik kabar yang menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlokasi di sebuah madrasah Pati.
Meskipun terdapat lembaga dengan nama serupa di Kecamatan Gabus, Pati, lembaga tersebut dipastikan tidak pernah menggelar acara seperti yang terlihat dalam video.
Sementara itu Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Pati secara resmi juga telah mengeluarkan pernyataan sikap terkait beredarnya video viral pementasan dalam acara Haflah Akhirussanah sebuah Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang dinarasikan terjadi di wilayah Pati.
Melalui surat nomor 22/DPC FKDT- PATI/II/2026, FKDT Pati menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak terjadi di wilayah Kabupaten Pati.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply