JAKARTA, KalderaNews.com – Fenomena astronomi Pink Moon atau Bulan Merah Muda dipastikan akan menyapa wilayah Indonesia pada awal April 2026. Cek waktunya!
Meski namanya terdengar puitis, ada fakta unik di balik penamaan dan tampilan visual dari purnama yang satu ini.
Banyak orang keliru menyangka bahwa bulan akan berubah warna menjadi merah muda saat fenomena ini terjadi.
BACA JUGA:
- 10 Fenomena Langit Sepanjang 2026, Mana yang Paling Menarik untuk Disaksikan?
- Siaga! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Jauh Lebih Kering! Ini Sebaran Wilayahnya!
- Waspada! BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Masa Mudik Lebaran 26-27 Maret 2026
Bukan pink, ini makna di baliknya
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menjelaskan fenomena langka ini.
“Istilah ‘purnama pink’ sebenarnya adalah penamaan tradisional dari masyarakat Amerika untuk purnama yang jatuh di bulan April,” ujar Thomas.
Secara historis, nama ini diambil dari tradisi penduduk asli Amerika yang menandai munculnya bunga Wild Ground Phlox (salah satu bunga musim semi pertama) yang berwarna merah muda.
Jadi, secara fisik, bulan akan tetap terlihat bercahaya terang seperti purnama pada umumnya, namun dengan nilai historis yang kental.
Waktu terbaik mengamatinya di Indonesia
Kamu tidak perlu begadang terlalu larut untuk menyaksikan fenomena ini.
Berdasarkan keterangan BRIN, Pink Moon dapat dinikmati selama dua malam berturut-turut, yaitu Rabu malam hingga Kamis, 1–2 April 2026.
Durasinya mulai dari waktu Maghrib (saat bulan terbit di ufuk timur) hingga menjelang Matahari terbit.
Sebagai gambaran, untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, pengamatan bisa dimulai sekitar pukul 18.01 WIB hingga 05.56 WIB.
Kenapa Pink Moon terjadi?
Secara sains, Pink Moon terjadi saat posisi Bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi dengan Matahari.
Hal ini membuat seluruh permukaan bulan yang menghadap Bumi terkena sinar matahari secara penuh, menciptakan fase purnama sempurna.
Jarak bulan yang relatif dekat dengan Bumi pada bulan April juga sering kali membuatnya tampak sedikit lebih besar dan terang dari biasanya.
Cara amati Pink Moon
Fenomena ini merupakan salah satu peristiwa langit yang paling mudah dinikmati. Berikut cara mengamatinya:
- Pink Moon bisa dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa khawatir merusak penglihatan.
- Jika ingin melihat detail kawah bulan, penggunaan teleskop sangat disarankan. Bagi pecinta fotografi, gunakan kamera dengan lensa telephoto untuk menangkap detail “wajah” bulan.
- Pastikan pandangan ke arah timur (saat Maghrib) tidak terhalang oleh gedung tinggi atau pohon besar.
- Faktor utama keberhasilan pengamatan adalah langit yang cerah dan bebas dari awan mendung.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply