Dukcapil DKI: 78% Pendatang Baru Jakarta Lulusan SMA ke Bawah

Kemacetan di Jakarta saat penghapusan aturan ganjil genap pada Senin, 16 Maret 2020
Kemacetan di Jakarta saat penghapusan aturan ganjil genap pada Senin, 16 Maret 2020 (KalderaNews/JS de Britto)
Sharing for Empowerment

Dukcapil DKI mencatat 78,71% pendatang baru Jakarta berpendidikan maksimal SMA. Mayoritas sasar sektor kerja informal.

JAKARTA, KalderaNews.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengungkapkan fakta terbaru mengenai profil warga pendatang di ibu kota pada tahun 2026.

Data menunjukkan bahwa mayoritas pendatang baru memiliki latar belakang pendidikan menengah ke bawah.

Dominasi Lulusan SMA dan Sektor Informal

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, menjelaskan bahwa sebanyak 78,71 persen pendatang baru tercatat memiliki tingkat pendidikan maksimal SMA atau sederajat.

BACA JUGA:

Kondisi ini membuat mereka cenderung bergerak di sektor informal.

“Mereka lebih kepada keterampilannya yang sektor informal,” ujar Denny pada Jumat (3/4/2026) lalu.

Jakarta Tetap Magnet Pencari Kerja

Motivasi utama warga berpindah ke Jakarta masih didominasi oleh faktor ekonomi. Berikut adalah rincian alasan utama pendatang masuk ke Jakarta:

  • Mencari Kerja: 34,97%
  • Alasan Keluarga: 32,58%
  • Pekerjaan (Mutasi/Lainnya): 15,59%
  • Perumahan: 13,04%
  • Pendidikan: 3,49%

Denny menekankan bahwa arus migrasi ini didominasi oleh usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 77,84 persen dari total pendatang.

Tantangan Kawasan Kumuh dan Layanan Publik

Meskipun Jakarta menawarkan kemudahan akses layanan kesehatan dan transportasi, beban kependudukan tetap nyata.

Data Dukcapil menunjukkan sekitar 21,05 persen pendatang baru tinggal di kawasan RW kumuh dan padat penduduk, terutama di wilayah perbatasan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggunakan data ini sebagai landasan untuk:

  1. Penyusunan program pembinaan UMKM.
  2. Upaya formalisasi pekerja di sektor informal.
  3. Optimalisasi distribusi layanan publik agar tetap merata.

Kemudahan administrasi kependudukan dan akses pendidikan di Jakarta dinilai masih menjadi magnet kuat yang menarik minat masyarakat dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di ibu kota.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*