BITUNG, KalderaNews.com – Masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara diminta tetap waspada tinggi. Setelah diguncang gempa, peringatan tsunami belum dicabut!
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa dahsyat bermagnitudo 7,6 telah mengguncang tenggara Bitung pada Kamis pagi, 2 April 2026 pukul 05.48 WIB.
Sampai saat ini, peringatan dini tsunami masih belum dicabut.
BACA JUGA:
- Waspada Cuaca Galau Pancaroba 2026 Pagi Cerah Sore Hujan Lebat: BMKG Ingatkan Ancaman Awan Cumulonimbus dan Hujan Es
- Malam Ini Langit Jakarta Dihiasi Pink Moon, Simak Waktu Terbaik Mengamatinya!
- 9 Fenomena Langit Bulan April 2026 yang Wajib Kamu Saksikan, Catat Tanggalnya!
Penyebab, aktivitas kerak bumi agresif
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa pusat gempa berada di laut, tepatnya 129 km tenggara Bitung dengan kedalaman dangkal 33 km.
“Ini adalah jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi kerak bumi. Hasil analisis menunjukkan mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang memang memicu risiko tsunami,” jelas Teuku Faisal.
Daftar wilayah terancam tsunami
BMKG telah menetapkan beberapa wilayah dalam status bahaya. Status Siaga ditetapkan untuk Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, serta wilayah Minahasa Bagian Selatan dan Minahasa Utara Bagian Selatan.
Sementara itu, Status Waspada berlaku bagi masyarakat di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan.
Bukan sekadar prediksi, alat pemantau tide gauge menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang nyata di beberapa wilayah:
- Minahasa Utara: Kenaikan tertinggi mencapai 0,75 meter.
- Belang: Terpantau naik 0,68 meter.
- Sidangoli: Terdeteksi gelombang setinggi 0,35 meter.
- Halmahera Barat: Tercatat kenaikan 0,30 meter.
- Bitung: Air laut mulai naik sekitar 0,20 meter.
Guncangan terasa hingga Gorontalo
Kuatnya magnitudo gempa membuat warga di Ternate merasakan guncangan skala V-VI MMI yang membuat orang berhamburan keluar rumah.
Di Manado, intensitas dirasakan pada skala IV-V MMI, bahkan getaran juga menjangkau wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Hingga pukul 06.50 WIB, BMKG mencatat setidaknya sudah terjadi 11 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,5.
Masyarakat diimbau untuk menjauhi kawasan pantai hingga peringatan resmi dicabut sepenuhnya.
Pastikan memantau informasi valid hanya melalui kanal resmi seperti aplikasi InfoBMKG atau akun media sosial terverifikasi @infoBMKG.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.


Leave a Reply