Bahaya Sharenting, Riset Kaspersky Ungkap Risiko pada Anak

Orang tua dan anak
Orang tua dan anak (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Riset Kaspersky ungkap bahaya sharenting bagi privasi anak. Yuk, pelajari cara aman lindungi data digital keluarga!

JAKARTA, KalderaNews.com – Di era media sosial saat ini, membagikan momen tumbuh kembang anak seperti foto lucu, video menggemaskan, hingga aktivitas harian telah menjadi hal yang lumrah bagi para orang tua.

Fenomena yang dikenal dengan istilah sharenting (sharing and parenting) ini sekilas tampak menyenangkan sebagai sarana menjaga tali silaturahmi dengan keluarga maupun teman dekat.

Namun, di balik kebiasaan tersebut, ada bahaya sharenting yang kini dinilai semakin mengancam privasi dan keamanan digital anak dalam jangka panjang.

BACA JUGA:

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber global, Kaspersky, bekerja sama dengan Singapore Institute of Technology (SIT) membongkar realitas digital yang mencemaskan ini.

Hasil studi mereka mengungkapkan bahwa unggahan sederhana yang dibagikan orang tua di internet dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai macam penyalahgunaan data pribadi anak.

Ancaman nyata yang mengintai meliputi pelacakan lokasi tanpa izin, profiling digital secara ilegal, hingga kasus pencurian identitas anak.

Riset “Small Shares, Big Risks”: Sejauh Mana Kesadaran Orang Tua?

Studi komprehensif yang bertajuk “Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children’s Data” ini melibatkan 152 responden yang tersebar di sembilan negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, hingga Mesir.

Riset ini dirancang khusus untuk memetakan bagaimana cara pandang orang tua terhadap risiko siber serta kemampuan mereka dalam menjaga privasi digital keluarga.

Trisha Octaviano, Senior Manager Cyber Safety Education Asia Pasifik Kaspersky, menjelaskan bahwa aktivitas membagikan momen keluarga memang bernilai positif untuk membangun dukungan sosial antar-orang tua. Namun, ada bahaya laten yang kerap kali luput dari perhatian.

“Seiring bertambahnya usia orang tua, mereka biasanya menjadi lebih peka terhadap ancaman dan kerentanan, baik daring maupun luring, sehingga lebih proaktif dalam melindungi anak-anak mereka.” – Trisha Octaviano, Kaspersky.

Kabar baiknya, riset ini juga menangkap sinyal positif bahwa sebagian besar orang tua di era digital mulai sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan data anak mereka. Berdasarkan data statistik yang dihimpun:

  • 85% responden sudah aktif menghindari berbagi informasi sensitif seperti tanggal lahir lengkap, alamat rumah, hingga nama sekolah anak.
  • 84% orang tua membatasi akses unggahan media sosial mereka agar hanya bisa dilihat oleh keluarga dan teman dekat saja.
  • 80% orang tua memilih untuk mematikan atau menghapus izin resharing (bagikan ulang) konten agar foto/video anak tidak disebarluaskan oleh pihak luar.
  • 78% responden telah menerapkan langkah teknis dengan menonaktifkan fitur metadata dan geotagging otomatis pada kamera mereka untuk mencegah kebocoran lokasi presisi anak.

Fakta Menarik: Ibu Jauh Lebih Protektif di Ruang Digital ketimbang Ayah

Salah satu temuan unik dalam riset Kaspersky dan SIT ini menyoroti perbedaan perilaku antara gender. Hasil studi memaparkan bahwa para ibu cenderung jauh lebih berhati-hati dan selektif ketika ingin mengunggah konten tentang anak mereka di media sosial dibandingkan dengan para ayah.

Naluri protektif seorang ibu yang biasanya terlihat di dunia nyata ternyata bertransformasi secara linier ke dunia maya. Para ibu tercatat memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam mengeksekusi langkah-langkah keamanan siber, sekaligus memiliki keyakinan kuat bahwa perlindungan data pribadi anak adalah hal yang mutlak dilakukan.

Jejak Digital Jangka Panjang: Ancaman Berbahaya yang “Tak Terlihat”

Banyak orang tua yang masih terjebak pada pemikiran bahwa unggahan yang mereka buat bersifat sementara. Wakil Direktur Academy of Learning and Teaching SIT, Jiow Hee Jhee, memperingatkan bahwa setiap klik dan unggahan orang tua akan meninggalkan jejak digital yang permanen bagi masa depan anak.

“Berbagi momen keluarga secara daring memang dapat menciptakan koneksi dan dukungan, tetapi juga dapat mengekspos anak-anak pada risiko yang sering kali tidak terlihat seperti profiling, pelacakan yang tidak diinginkan, dan penyalahgunaan informasi pribadi.” – Jiow Hee Jhee, SIT.

Jiow Hee Jhee menambahkan bahwa benteng pertahanan utama anak di ruang siber sepenuhnya dimulai dari keputusan-keputusan kecil harian yang diambil orang tua di balik layar ponsel mereka.

Tips Aman Menghindari Bahaya Sharenting demi Masa Depan Anak

Sebagai langkah mitigasi demi menjaga keamanan siber keluarga, para ahli siber merumuskan beberapa tips praktis yang wajib diadopsi oleh orang tua masa kini:

  1. Ubah Setelan Akun Menjadi Privat: Jangan biarkan akun media sosial Anda terbuka untuk publik. Batasi lingkaran pertemanan hanya pada orang-orang yang Anda kenal di dunia nyata.
  2. Bersihkan Metadata & Matikan Geotagging: Pastikan fitur pelacakan lokasi (location services) dinonaktifkan saat mengambil foto atau video anak agar koordinat lokasi tidak ikut terunggah di internet.
  3. Batasi Konten Informasi Pribadi: Hindari mengunggah hal-hal yang menunjukkan rutinitas harian anak, seperti lokasi sekolah, tempat kursus, jam bermain, atau klub olahraga. Data ini sangat rawan dimanfaatkan oleh penguntit (stalker) atau pihak tidak bertanggung jawab.
  4. Evaluasi Pengaturan Privasi Secara Berkala: Lakukan pengecekan rutin pada sistem keamanan akun media sosial Anda karena kebijakan platform digital kerap berubah seiring waktu.
  5. Berikan Edukasi Keamanan Siber Sejak Dini: Selain menjaga perilaku diri sendiri, orang tua juga harus aktif mengawasi aktivitas digital anak dan menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga privasi siber sejak usia dini.

Dengan menerapkan langkah-langkah protektif di atas, orang tua tetap bisa menikmati indahnya berbagi kebahagiaan tanpa harus mengorbankan keamanan masa depan dan hak privasi anak di ruang siber.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*