Intip keseruan murid SD Cikal Surabaya belajar makna migrasi dan inklusivitas melalui Overnight Field Trip (OFT) di Banyuwangi
BANYUWANGI, KalderaNews.com – Proses belajar tidak selamanya harus terkurung di dalam dinding kelas. Prinsip inilah yang dipegang oleh SD Cikal Surabaya.
Pada 3-5 Februari 2026, murid-murid kelas 5 melaksanakan Overnight Field Trip (OFT) ke Banyuwangi untuk mendalami unit pembelajaran mengenai migrasi manusia dan hewan.
BACA JUGA:
- Tidak Tunggu Kuliah, Ratusan Siswa Kelas 10 SMA Cikal Sudah Terjun Magang di Perusahaan
- Dari Panti Asuhan di Gresik ke Podium Korea: Misi Dua Siswi SMA Cikal Lawan Ketimpangan Belajar
- Garis Warna Audrey: Menenun Emosi dan Budaya Lewat Desain di Sekolah Cikal
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah perjalanan reflektif untuk memahami bagaimana perpindahan membentuk cara manusia memandang kehidupan.
Belajar Langsung dari Realitas Lapangan
Koordinator OFT kelas 5 SD Cikal Surabaya, Ikhwanuddin Hasan, menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena kekayaan konteksnya.
Selama tiga hari, para murid tidak hanya membaca buku, tetapi berinteraksi langsung dengan realitas:
- Dialog dengan Nelayan Muncar: Memahami migrasi etnis dan dampaknya terhadap ekonomi.
- Workshop Budaya Osing: Menyelami adaptasi budaya dan sejarah lokal di Museum Blambangan.
- Pengamatan di TN Baluran: Melihat langsung pola migrasi hewan di ekosistem savana.
“Kami ingin anak-anak melihat bahwa perpindahan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi tentang harapan, adaptasi, dan perubahan,” ujar Ikhwanuddin.

Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi inklusivitas, SD Cikal Surabaya memastikan seluruh murid, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), terlibat penuh dalam pengalaman ini.
Dengan sistem pendampingan yang personal dan diferensiasi aktivitas, setiap murid mendapatkan ruang untuk membangun kepercayaan diri dan merasa menjadi bagian dari komunitas belajar.
Menumbuhkan 6 Kompetensi Masa Depan
Melalui tantangan selama di lapangan, SD Cikal Surabaya berupaya menguatkan kompetensi inti dalam diri murid. Setidaknya ada 6 poin utama yang diasah, yakni: kerjasama, kepedulian, kepemimpinan yang berdampak, berpikir kritis, komunikatif, dan mandiri.
Setiap murid juga diberikan kebebasan untuk mendokumentasikan perjalanan mereka secara personal melalui jurnal dan proyek akhir.
Dengan cara ini, mereka tidak hanya bertanya tentang apa yang mereka lihat, tetapi juga apa yang mereka pelajari tentang pertumbuhan diri mereka sendiri.
Melalui Overnight Field Trip ke Banyuwangi ini, SD Cikal Surabaya membuktikan bahwa dunia adalah ruang kelas terbaik untuk menumbuhkan kesiapan hidup bagi generasi masa depan.
Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News
*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmu. Tertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com


Leave a Reply