Kepala BGN Anjurkan Perguruan Tinggi Mau Bangun Dapur untuk MBG

Dadan Hindayana Kepala BGN (KalderaNews/Ist)
Sharing for Empowerment

Kepala BGN mendorong perguruan tinggi membangun dapur MBG guna mendukung gizi nasional dan ekosistem pangan kampus.

JAKARTA, KalderaNews.com –Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai diperluas hingga ke lingkungan perguruan tinggi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mendorong setiap kampus setidaknya memiliki satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan gizi nasional.

Dorongan tersebut disampaikan Dadan bersamaan dengan peresmian SPPG Tamalanrea 14 yang dikelola Yayasan Metavisi Akademika Nusantara dari Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar.

BACA JUGA:

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan.

Kampus bisa kembangkan ekosistem pangan

Menurut Dadan, keterlibatan perguruan tinggi dalam program MBG membuka peluang besar bagi integrasi antara kegiatan akademik dan praktik lapangan.

Kampus dinilai mampu mengembangkan ekosistem pangan dari hulu ke hilir, mulai dari pertanian, peternakan, pengolahan pangan, hingga distribusi.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan SPPG bukan sekadar dapur penyedia makanan bergizi, melainkan juga dapat menjadi pusat ekonomi dan laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa.

“Karena teknologi, SDM dan inovasi-inovasi yang dimiliki perguruan tinggi saya kira akan banyak manfaatnya untuk program makan bergizi mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, pelatihan dan bimbingan teknis,” kata Dadan.

Dadan juga menyampaikan bahwa membangun SPPG memiliki peluang besar, terutama jika pasokannya dari civitas akademika itu sendiri.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujarnya.

Rektor IPB jelaskan pro kontra kampus memiliki dapur untuk MBG

Sementara itu, Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menilai pelibatan kampus dalam MBG merupakan langkah strategis. Menurutnya, kampus memiliki keunggulan dalam mengintegrasikan sistem pangan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Keunggulan kampus adalah kemampuan mengintegrasikan sistem pangan sebagai ekosistem dari hulu ke hilir. Mulai produksi, pengolahan, hingga konsumsi dan gizi. SPPG dapat menjadi simpul yang menghubungkan rantai tersebut secara efisien, sehingga MBG berkembang dari sekadar program makan menjadi model inovasi sistem pangan,” tutur Alim.

Selain berkontribusi dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, SPPG juga berpotensi menjadi laboratorium hidup (living lab) bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang manajemen pangan, formulasi gizi, hingga pelayanan publik.

“SPPG juga bisa menjadi living lab bagi kampus. Mahasiswa bisa belajar langsung dari praktik nyata (experiental learning), mulai dari manajemen rantai pasok pangan, formulasi gizi, hingga operasional layanan publik,” jelas Alim.

Namun, Alim juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi, seperti beban sumber daya kampus, kompleksitas operasional, dan kebutuhan tata kelola yang kuat agar efektivitas program tetap terjaga.

Saat ini, sejumlah kampus di Indonesia seperti Universitas Hasanuddin, IPB University, dan beberapa perguruan tinggi swasta mulai mengembangkan SPPG sebagai bagian dari dukungan terhadap program MBG.

Melalui kolaborasi antara kampus, petani, peternak, UMKM, dan pemerintah, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan berbasis pendidikan dan inovasi.

Cek Berita dan Artikel KalderaNews.com lainnya di Google News

*Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan dishare pada saudara, sahabat dan teman-temanmuTertarik menjalin kerjasama dengan KalderaNews.com? Silakan hubungi WA (0812 8027 7190) atau email: kalderanews@gmail.com.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*